Sepakat pak, kalau perlu nanti saya juga akan beli beberapa lot BUMI untuk kepentingan ini, agar asset negara (tambang batu bara) kembali milik rakyat umum, setidak-tidaknya investor publik Indonesia. Jadikan BUMI seperti Coca Cola di Amerika.
Harapan saya Anda dapat tampil sebagai salah seorang wakil dari investor/pemegang saham minoritas. Salam, TJ ----- Original Message ----- From: Irwan Ariston Napitupulu To: [email protected] Sent: Wednesday, December 03, 2008 10:13 AM Subject: [saham] Usulan RUPSLB BUMI Untuk Mengganti Susunan Komisaris dan Direksi Berdasarkan berita2 di media, tampaknya 65% saham BUMI sudah ada di publik. Itu pun sepertinya masih ditambah lagi dari bagian 35% saham BUMI yg dijadikan jaminan repo oleh BNBR yang berdasarkan berita tampaknya sebagian sudah ada yang menjualnya di pasar. Kalau memang demikian adanya, mungkin publik bisa menyatukan suara untuk mengajukan usulan mengadakan RUPSLB BUMI dengan agenda perubahan susunan komisaris dan direksi di BUMI agar lebih mewakili kepentingan pemegang saham mayoritas. Mengenai persyaratan berapa persen suara yg dibutuhkan untuk mengajukan RUPSLB, bisa dilihat lagi di anggaran dasar BUMI atau aturan bapepam. Bagi yg memiliki informasinya, silahkan saja diinformasikan. Untuk menghubungi siapa2 saja pemegang saham BUMI, bisa melalui KSEI. Atau bisa juga mengirimkan surat pemberitahuan resmi melalui KSEI kepada para pemegang saham BUMI yang isinya ajakan untuk mengajukan RUPSLB BUMI dengan agenda pergantian susunan komisaris dan direksi di BUMI. Teknisnya, bisa salah satu pihak baik perorangan atau institusi yg menjadi pencetusnya, kemudian mengumpulkan suara pendukung dari pemegang saham BUMI agar persyaratan minimum pengajuan usulan mengadakan RUPSLB tersebut bisa dipenuhi. Terwakilkannya publik yg sebagai pemegang mayoritas di BUMI dengan masuknya di jajaran direksi serta komisaris, maka diharapkan tentunya BUMI bisa lebih profesional dan terbuka dalam menjalankan operasional perusahaan dengan tentunya mendahulukan kepentingan mayoritas pemegang sahamnya. Kalau memang banyak yang sepakat dengan pemikiran ini, maka bisa ditindaklanjuti lebih lanjut. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
