Chart Dow Jones 2Y vs JKSE :

http://finance.yahoo.com/q/bc?t=2y&s=%5EDJI&l=on&z=l&q=c&c=%5EJKSE

Dow Theory : (misal diawali dari Stage 3 BULL)

Primary Bull Market - Stage 3 - Excess --> Primary Bear Market - Stage
1 - Distribution --> Primary Bear Market - Stage 2 - Big Move -->
Primary Bear Market - Stage 3 - Despair --> Primary Bull Market -
Stage 1 - Accumulation --> Primary Bull Market - Stage 2 - Big Move 

Dimanakah kita sekarang ? :-)

Theory :

Foundations of Technical Analysis

Technical analysis is based on three basic beliefs:

    * Price discounts everything.
      All fundamental, political and economic information available to
the market is reflected in the price.

    * Price tends to move in trends.
      Charles Dow developed the Dow Theory based on his empirical
observation of trends more than a century ago.

    * History tends to repeat itself.
      Basic human nature does not change and the market, reflecting
the sum of all participants actions, behaves in identifiable patterns.

Sumber :
http://www.incrediblecharts.com/technical/technical_analysis.php


The Three Stages of Primary Bull Markets and Primary Bear Markets

Bull Markets

Primary Bull Market - Stage 1 - Accumulation
In the first stage of a bull market, stocks begin to find a bottom and
quietly firm up. When the market starts to rise, there is widespread
disbelief that a bull market has begun.

Primary Bull Market - Stage 2 - Big Move
The second stage of a primary bull market is usually the longest, and
sees the largest advance in prices. It is a period marked by improving
business conditions and increased valuations in stocks. Earnings begin
to rise again and confidence starts to mend. This is considered the
easiest stage to make money as participation is broad and the trend
followers begin to participate.

Primary Bull Market - Stage 3 - Excess
The third stage of a primary bull market is marked by excessive
speculation and the appearance of inflationary pressures.


Bear Markets

Primary Bear Market - Stage 1 - Distribution
Just as accumulation is the hallmark of the first stage of a primary
bull market, distribution marks the beginning of a bear market. As the
"smart money" begins to realize that business conditions are not quite
as good as once thought, they start to sell stocks. The public is
still involved in the market at this stage and become willing buyers.
There is little in the headlines to indicate a bear market is at hand
and general business conditions remain good. However, stocks begin to
lose a bit of their luster and the decline begins to take hold.

Primary Bear Market - Stage 2 - Big Move
As with the primary bull market, stage two of a primary bear market
provides the largest move. This is when the trend has been identified
as down and business conditions begin to deteriorate. Earnings
estimates are reduced, shortfalls occur, profit margins shrink and
revenues fall. As business conditions worsen, the sell-off continues.

Primary Bear Market - Stage 3 - Despair
At the top of a primary bull market, hope springs eternal and excess
is the order of the day. By the final stage of a bear market, all hope
is lost and stocks are frowned upon. Valuations are low, but the
selling continues as participants seek to sell no matter what. The
news from corporate America is bad, the economic outlook bleak and not
a buyer is to be found. The market will continue to decline until all
the bad news is fully priced into stocks. Once stocks fully reflect
the worst possible outcome, the cycle begins again.

Sumber :
http://stockcharts.com/school/doku.php?id=chart_school:market_analysis


The basic pattern of the business or economic cycle has four steps.
These steps, though never exactly unfold the same during each cycle,
the basic structure remains firm and should be remembered.

1. Recession. A decline in the real GDP that occurs for at least two
or more quarters. Recessions feed on themselves. During a recession,
business people spend less than they once did. Because sales are
failing, businesses do what they can to reduce their spending. They
lay off workers, buy less merchandise, and postpone plans to expand.
When this happens, business suppliers do what they can to protect
themselves. They too lay off workers and reduce spending. Unemployment
starts to rise.

As workers earn less, they spend less, and business income and profits
decline still more. Businesses spend even less than before and lay off
still more workers. The economy continues to slide.

2. Low Point, or Depression. State of the economy where there are
large unemployment rates, a decline in annual income, and
overproduction. The time at which the real GDP stops its decline and
starts expanding; the lowest point. Sooner or later, the recession
will reach the bottom of the business cycle. How long the cycle will
remain at this low point varies from a matter of weeks to many months.
During some depressions, such as the one in the 1930s, the low point
has lasted for years.

3. Expansion and Recovery. A period in which the real GDP grows;
recovery from a recession. When business begins to improve a bit,
firms will hire a few more workers and increase their orders of
materials from their suppliers. Increased orders lead other firms to
increase production and rehire workers. More employment leads to more
consumer spending, further business activity, and still more jobs.
Economists describe this upturn in the business cycle as a period of
expansion and recovery.

4. Peak. The point at which the real GDP stops increasing and begins
its decline; the highest point. At the top, or peak, of the business
cycle, business expansion ends its upward climb. Employment, consumer
spending, and production hit their highest levels. A peak, like a
depression, can last for a short or long period of time. When the peak
lasts for a long time, we are in a period of prosperity.

Sumber :
http://www.marketoracle.co.uk/Article3618.html


Theori IHSG dalam kondisi saat ini : (mengkopi kembali dari Teori Embah)

Kenapa IHSG turun atau naik ?


Karena pak Rei selalu nanya kapan masuk invest, embah coba coba nulis
belagu jadi analis saham, ini hasilnya, jangan diketawain yah,
namanya juga FIRST TIME nulis kaya beginian:

---

Kalo kita baca koran, sering ditulis index hari ini naik ditopang
oleh saham BC X, Y dan Y, Emiten X membukukan kenaikan pendapatan
10% dst....

Ada lagi yg bilang IHSG akan turun ampe 75%. Bagaimana seseorang
menentukan Level IHSG yg wajar ?. Apakah ini bisa dihitung selain
dipentung ama pak oentoeng...hehehe...

Katanye ngitung IHSG juga mirip dengan ngitung valuasi saham.

Valuasi index atau saham sangat ditentukan oleh:
- Fundamental emiten atau GDP suatu negara SAAT INI.
- Tingkat pertumbuhan pendapatan DIMASA DEPAN (QROWTH)
- Tingkat suku bunga atau Cost of Money.

Kalo anda simpan deposito 1 miliar dibank, maka akhir thn
ke 1, uang anda akan menjadi (1+i) x 1 miliar dan pada thn
kedua menjadi (1+i)^2 x 1 miliar dst.
- Uang awal sebesar 1 miliar adalah Fundamental SAAT INI.

Kalo uang 1 miliar anda dibelikan saham dan saham anda
berkembang dengan growth g% maka nilai saham anda pada
thn ke 2 menjadi (1+g)^2. Secara normal g harus lebih
besar dari i karena kalo g=i, orang akan menyimpan uangnya
dibank daripada beli saham karena pada saham melekat RESIKO.

Jika anda beli saham suatu perusahaan yg Growthnya = 30%
sedangkan suku bunga 10%, maka VALUASI fundamental uang awal
1 miliar NAIK menjadi say 1,2 miliar.

Jadi secara sederhana dapat disimpulan ada 2 FAKTOR UTAMA
yg mempengaruhi Harga/Index yaitu Growth dan Suku bunga.

1. Pengaruh GROWTH:
- Kalo Growth kedepan diharapkan naik maka index akan naik.
- Kalo Growth kedepan diharapkan turun maka index akan turun.
- Jika Growth kedepan diharapkan naik dan tiba tiba harapannya
menjadi turun maka IHSG akan mendapat hukuman DOUBLE turun,
seperti terjadi SEKARANG.

2. Pengaruh SUKU BUNGA:
- Growth haruslah lebih besar daripada suku bunga, selisih
(g - i) lah yang membuat index naik.
- Bertambah besar selisih (g-i) maka index akan naik lebih
banyak lagi.
- Meskipun g tetap tapi jika sukubunga turun maka (g-i)
menjadi lebih besar sehingga mendorong index naik.
- Saat ini suku bunga mengalami kenaikan sampe 5% jadi
IHSG terpaksa kena DISCOUNT.

Saat ini bank bank menawarkan suku bunga deposito yg tinggi
sekali padahal Amerika menurunkan terus the Fed sampe 1%. Jadi
saham saham yang Rate of Returnya (ROE) dibawah 20% menjadi TIDAK
MENARIK karena selisih (g-i) menjadi kecil dan tidak cukup untuk
mengcover unsur Risk.

Tapi kalo melihat Growth GDP Amerika 2009 diperkirakan cuman 1,4%,
maka Growth Indonesia yg diperkirakan 5% masih lebih bagus tapi
inflasi diperkirakan 7%, jadi growthnya kemakan inflasi.

Tapi kalo kita melihat inflasi diatas satu digit menjadi 7%
pada tahun depan maka IHSG punya harapan untuk naik karena
suku bunga bisa dipangkas untuk memberikan stimulus bagi
ekonomi yg melesu pada thn 2009. Bayangin gimana Amerika mau
nurunin suku bunga lagi untuk mendorong ekonominya karena
suku bunganya udah tinggal 1%.

Sedangkan di Indonesia jika TIGHT MONETER sudah longgar maka
suku bunga akan turun, penurunan suku bunga pada thn 2009
akan membuat IHSG menjadi menarik, sehingga Deposito Rupiah
dan USD akan masuk beli saham murah di Pasar Modal karena
diperkirakan USD pada thn 2009 sekitar 9800 pada Q2/09. Disamping
itu tentunya dari 2009 ke 2010 akan ada POSITIVE growth yg
membuat index naik lagi pada akhir 2009.

Jadi kalo KIRA KIRA SIH, thn 2009 IHSG 2000 akan tercapai, mungkin
pertengahan atau mungkin juga akhir 2009.

Gimana dapet angka 2000 ?. Kan udah dibilang KIRA KIRA karena
musti nanya pak Armando ato kang Ocoy dulu RUMUSnya ... hehehe...

Sumber :
http://finance.groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/message/117095

Kondisi Saat ini...........

Perhitungan IHSG 2009 : Pak Yuga :-) 

Enggak Usah Mikir
Marina Utama <[EMAIL PROTECTED]>

IHSG di tahun 2009? After presidential election in Indonesia and
Obama's team kick in in the USA? Can IHSG bounced back in 2009?

Attachment :
http://groups.yahoo.com/group/saham/files/Enggak%20usah%20mikir.pdf 

(Upload ulang kembali)

Sumber :
http://finance.groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/message/122920


Dan terakhir kumpulan Sharing : Theory Pak Pengamat Market, Pengalaman
Pak Busur dan Level Trader Pak Troza K :

:-)

http://groups.yahoo.com/group/saham/message/54331

The Turtle

Turtle Trader (jangan dibaca Pedagang Kura-kura yah) merupakan salah
satu contoh dari Kelompok Trader yang bisa sukses.  Saat itu Richard
Dennis dan Bill Echardt yang merupakan Trader sukses bertaruh, Richard
Bertaruh bahwa Trading adalah adalah keahlian yang bisa dipelajari dan
diajarkan. Saat itu Richard mengumpulkan orang-orang lewat iklan di
Koran. Dan Dari orang-orang yang terkumpul tersebut hanya separuhnya
yang bisa bertahan dan terus trading sampai sekarang.

System yang diajarkan oleh Richard Dennis untuk kesemua orang yang
dikumpulkan adalah system yang sama, tapi 50% diantaranya tidak mampu
untuk mengalahkan aspek-aspek psikologis dalam diri mereka. Sehingga
system yang seharusnya profitable tersebut menjadi kurang powerfull lagi.

"Most traders take a good system and destroy it by trying to make it
into a perfect system."

Separuh orang yang masih bertahan tadi akhirnya disebut dengan "Turtle
Traders", karena seperti halnya kura-kura yang baru menetas dari
telurnya hanya separuhnya yang bisa bertahan hidup dilautan dan
menjadi dewasa, sisanya kebanyakan mati karena dimangsa predator dan
sebagainya.

Para "Turtles" secara konsisten menghasilkan profit 70% bahkan lebih
walupun pada kenyataanya Trading system yang mereka miliki hanya
menghasilkan 35 signal yang benar dari 100 kali signal yang muncul.

Probabilitasnya memang tidak seimbang tapi ada hal-hal penting yang
harus diperhatikan kenapa dari 35% probabilitas itu mereka bisa
menghasilkan profit yang sangat besar. Untuk mempelajari teknik yang
dimilki oleh para "Turtles" tidak butuh waktu banyak kalau ditanya
pastinya sih tidak lebih dari 2 jam. Tapi hal yang paling sulit untuk
diajarkan adalah pola pikir dan  kemauan seperti yang dimiliki para
"Turtles"

95% Trader nyaris tidak pernah berimprovisasi dalam pola pikirnya
sehingga secara tidak sengaja telah menghalangi diri mereka untuk
mendapatkan profit. Pada kenyataannya profit hanya bisa didapatkan
oleh para trader yang mau keluar dari zona nyamannya, serta bekerja
sesuai dengan pambawaan masing-masing, dan yang paling penting tahu
dan memahami kelebihan dan kekurangan yang dia miliki (Personal Strength)


"...adding more indicators does not necessarily increase your
effectiveness..."

This post originally posted at:
www.trendtrader.co.cc


Summary dari Posting Pak Budi Suryono :
(berbagai posting) :-)

 

Re: [junior_Trader] money management to pak busur
budi suryono <[EMAIL PROTECTED]>
Tue Oct 16, 2007 4:52 pm

Dear pak Gunawan.
sorry baru bisa menjawab sekarang.

Money management dalam pengertian saya simple pak,yang bisa saya
resume sbb:

1.Yang pasti philosofinya yang utama preserving capital
2.Yang kedua Optimizing Capital,kalau first buying ,kelihatan untung, HOLD

Ringkasnya cutting my loss short , hold the winning trade,avg up n
letting my profit run utk mengharap big profit.

Realitasnya secara number of trades, saya sangat banyak mengalami
lossing trades(akibat cutting loss cepat) sementara winning trades
sedikit (tapi profit substansial secara absolut).Saya banyak mengalami
open profit yang ilang (konsekuensi dari letting the profit run).
Client saya kebanyakkan keqi melihat cara saya trading (khususnya yang
trader),Beli di harga super mahal, banyak trades yang udah untung
dikit jadi loss dikit, dan konyolnya sering dibeli balik di harga yang
lebih tinggi ,Beberapa trade yang udah untung 20% diclose dengan
untung cuman 10%(open profit ilang separuh) dan ada satu dua trade
yang untung lumayan gede gak cepet diclosed untuk offset loss2 yang
terdahulu,malah avg up.dst. Tapi setelah beberapa bulan mereka
realized setelah melihat net final return dan untuk selanjutnya mulai
comfort, so saya harus educate my client as well.

Saya juga percaya bahwa MM skill ini bisa dilatih, awalnya dengan size
kecil dan cash,lama lama akan terbiasa dan pulling the triger akan
menjadi reflek ,seperti kita main badminton/pingpong saja, kapan waktu
smash,kapan defend,dst.Di MM ini kalau sudah terbiasa,tahu kapan harus
berani trade dengan jumlah besar, dan kapan trade dengan size
main2,dan kapan get out secepatnya at all cost dengan
reflek/otomatis.Dan jangan melihat itu duit,jangan bandingkan dengan
gaji yang kita terima ajeg bulanan tapi anggap saja score main Video
Game biasa.

Wanna be a Top Dog? Shift your paradigm! Ini sebenarnya simple ,merely
a take and give game, Hanya kita yang sudah dewasa dan sekolah
ketinggian biasa membuat hal simple jadi susah dan ruwet.

Saya sama sekali nggak keberatan exit strategy di ungkap ke publik
secara luas,karena the biggest secret in trading adalah justru nggak
ada secretnya.

Mayority player terlampau pintar untuk percaya dengan apa yang saya
katakan,mereka akan tetap akan terus melakukan hal yang sama.Behavior
Market financial dari jaman rikiplik,jaman kuda gigit besi
begitu-begitu aja.Wall Street never changes,the pockets change,the
suckers change, the stocks change, but Wall Street never
changes,because human nature never changes.

Selesaikah dengan entry exit kita kuasai? nggak sama sekali
nggak...itu hanya menyelesaikan 40% persoalan,persoalan terbesar ada
di Money Management dan psikology , dimana jebakannya jauh lebih
banyak,yang dengan jujur saya juga masih belajar di area ini,karena
orang dengan strategy entry exit persis sama,
tapi salah satu menggunakan money management yang baik dan satu
nggak,beda hasilnya adalah antara Bumi dan Langit.ini PR saya sendiri
yang belum selesai..


jadi nggak usah gengsi main saham hanya 1-2 lot.yang penting LATIHAN
DAN MEMBIASAKAN,bukan masalah P&L yang dibuat dan gunakan KACA MATA
KUDA, dalam arti menganut prinsip HEAR NO EVIL,SEE NO EVIL,SPEAK NO
EVIL...jangan perhatikan news,jangan baca millis,jangan dengar analys
market dari broker,koran,millis dan termasuk dari saya dan jangan
bicara posisi anda pada siapapun (Ini yang saya langgar sendiri,tapi
saya punya reason tertentu untuk ini),Sekali lagi ingat kita orang
bodo,yang judmentnya gampang terpengaruh dari luar.
 
HANYA KONSENTRASI PADA CHART DAN VOLUME PLUS WATCH THE TAPE/QUOTE DI
SCREEN !!!!!.

Don't antisipate but always respons,when price goes to your triger
level,honor it!!,act quickly without hesitate&thinking.


adalah orang pintar yang gak bakalan mau beli di highest dan dari
kecil di format/di brain wash untuk selalu bargain,punya
kecerdasan&ego,always try to hide their mistake and always try to
postpone punishment.Sampai kiamat situasi ini juga nggak akan berubah
karena human nature never changes.

Selalu ada kemungkinan mungkin di market ada yang 100% melakukan
strategi yang berlawanan ,selalu coba buy di bottom dan sell short di
highest price dan bisa berhasil, karena ybs orang pintar tahu persis
apa yang dicari(setelah minum jamu tolak angin dulu tentunya).

Market demikian luas untuk menampung segala macam style...
Saya hanya orang bodo yang jumlahnya kurang dari 10% dari
player,berusaha survive,menerapkan "Reverse Logic" kata si
Mbah,counterintuitive strategy dan
have Courage to be minority,selalu mencoba keluar dari kerumunan massa.

saya belajar strategy money management pemain poker kawakan.always
play the good hands and drop out of poor hands. dan bila dapet kartu
bagus tambah taruhan.hanya demikian saya survive...mengikuti kocokan
dadu berikut.....


Greedy atau tidak kah saya?
 
Saya melihatnya dalam perspektif lain.

Dasarnya saya adalah trend follower,yang trading searah dengan
trend.Untuk memastikan saya masuk di trend yang benar(Uptrend,kalau
long) saya harus membeli di harga paling tinggi (disaat itu) dan
sebagaimana pelaku pasar lain, gak ada yang tahu persis harga mau
kemana dan mencapai berapa.Hal yang paling bisa saya lakukan adalah
averging up level2 tertentu dan sit tight dengan winning position.
Tugas saya di sini adalah bukan menjadi Mr.Always Right atau
Mr.70%-80%-90% or even 100% Right,, tapi adalah Mr. Big Killing when
I'm dead right. nggak masalah jika ratio saya hanya 30% trade yang
bener,syukur kalau bisa 50% yang bener.Trend follower harus profit
gede untuk offset lossing tradenya.Caranya hanya bisa dengan Hold
kalau profit dan dijual setelah ada tanda 2melemah atau trend berubah,
dan cut loss secepatnya kalau dari awal sudah salah, gak ada cara lain.
 
Averaging up dan hold winning position adalah bentuk strategy Money
Management yang secara baik sekali diajarkan oleh Darvas, Jesse
Livermore ,William J, Oneil atau Gerald M Loeb.


Concentration VS Diversify

is Concentration a kind of Greedy?

Saya punya pandangan tertentu mengenai hal ini, Seperti diajarkan oleh
guru saya seperti Darvas,Jesse L, Bernard Baruch atau Gerald M Loeb
bahwa a big money always come from a big swing and
concentration.Bahkan Gerald M punya semboyan "Put all your money in
one basket and watch it !!".Mereka waktu spekulasi sangat
konsent,hanya 1 2 saham, kecuali Jesse L,ini karena masalah size yang
sangat besar,agak kesebar,tapi itu terbatas pada core/big cap.Bahkan
the great investor Warent Buffet sendiri menghindari
diversivikasi,sempat ybs mengatakan "Diversification is just only
protection of ignorance"
 
Saya anti diversifikasi, kalaupun diversifikasi itu karena terpaksa,
karena masalah liquiditas  saham.Pada saat saya menemukan prospek yang
sangat bagus (baik sisi chart maupun liquiditas), saya cenderung
liquidate saham lain,lepas rugi atau untung, dan konsentrasi di saham
tsb. Pada saat TMPI break, sya liquidate all others saham dan buy
TMPI.Pada saat nemu saham yang sangat prospektif (dengan kalkulasi
yang sangat matang dan melakukan market study yang sangat intens
/mendalam sebelumnya) saya akan build position 200-300% dari capital
hanya di 1 saham.
 
Concentration buat saya bukan bentuk greedy ,hanya merupakan strategy
Money Management, dan saya hanya risking my paper profit dalam riding
swing dengan leverage.Malah menurut saya,yang diversifikasi hanya for
the sake of diversifikasi,karena ingin menangkap semua opportunity
adalah bentuk greedy.Saya sendiri 2 tahun lalu masih membabi buta
diversifikasi ,tried to capture any opportunity at the same time ,dan
hasilnya malah amburadul/berantakan . Semakin berpengalaman, saya bisa
mencoba mendisiplinkan diri untuk konsent, terutama pada top prospect
stock.

Selengkapnya :

http://finance.groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/message/26000

http://finance.groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/message/40217

http://finance.groups.yahoo.com/group/junior_Trader/message/26963

http://finance.groups.yahoo.com/group/obrolan-bandar/message/9446


Level Trader.....

Dari salah satu buku psikologi trading, diperoleh kesimpulan seperti
ini : 

Insting adalah suatu keahlian yang diperoleh trader dari pengalaman
bertahun-tahun suskes dalam trading, dengan kata lain hanya trader
level 5 saja yang benar-benar mampu menggunakan insting dalam trading.
contoh nyata adalah George Soros yang mempunyai insting dalam trading.
( dia selalu merasa sakit belakang kepala jika dia salah posisi atau
akan membuat posisi baru yang pasti profit).

Sedangkan yang disebut insting oleh trader level 1 adalah keinginan
untuk gambling semata, karena dia tidak punya pengalaman sukses yang
cukup untuk bisa trading dengan insting belaka.

Sumber :
http://groups.yahoo.com/group/saham/message/53995


...............

Semoga bermanfaat,

Tks

Best Regards


Kesabaran Belajar

Seorang anak muda mengunjungi seorang ahli permata dan menyatakan
maksudnya untuk berguru. Ahli permata itu menolak pada mulanya,
karena
dia kuatir anak muda itu tidak memiliki kesabaran yang cukup untuk
belajar. Anak muda itu memohon dan memohon sehingga akhirnya ahli
permata itu menyetujui permintaannya. "Datanglah ke sini besok
pagi."
katanya.

Keesokan harinya, ahli permata itu meletakkan sebuah batu berlian di
atas tangan si anak muda dan memerintahkan untuk menggenggamnya.
Ahli permata itu meneruskan pekerjaannya dan meninggalkan anak muda
itu sendirian sampai sore.

Hari berikutnya, ahli permata itu kembali menyuruh anak muda itu
menggenggam batu yang sama dan tidak mengatakan apa pun yang lain
sampai sore harinya. Demikian juga pada hari ketiga, keempat, dan
kelima.

Pada hari keenam, anak muda itu tidak tahan lagi dan bertanya,
"Guru,
kapan saya akan diajarkan sesuatu?"

Gurunya berhenti sejenak dan menjawab, "Akan tiba saatnya
nanti," dan
kembali meneruskan pekerjaannya.

Beberapa hari kemudian, anak muda itu mulai merasa frustrasi. Ahli
permata itu memanggilnya dan meletakkan sebuah batu ke tangan pemuda
itu. Anak muda frustrasi itu sebenarnya sudah hendak menumpahkan
semua
kekesalannya, tetapi ketika batu itu diletakkan di atas tangannya,
anak muda itu langsung berkata, "Ini bukan batu yang sama!"

"Lihatlah, kamu sudah belajar," kata gurunya.


Anonim
"The Sower's Seeds", editor: Brian Cavanaugh





------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke