Inflasi Turun, Bunga Acuan Bisa Turun Lagi JAKARTA. Bank Indonesia meramalkan tekanan kenaikan harga alias inflasi pada Desember ini bakal lebih rendah ketimbang bulan-bulan sebelumnya. Karena itu BI kembali memberikan sinyal adanya peluang menurunkan tingkat bunga acuan BI rate yang kini sebesar 9,25%.
Sinyal penurunan BI rate muncul dari Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom. "Ruang untuk memangkas suku bunga kembali terbuka. Tapi kami belum membuat putusan apa apa," kata Miranda seperti dikutip kantor berita Bloomberg Rabu (17/12). Tanda-tanda inflasi lebih rendah ini terjadi karena pemerintah mengambil kebijakan menurunkan harga bensin hingga dua kali, masing-masing sebesar Rp 500 per liter sehingga saat ini menjadi Rp 5.000 per liter. Lalu, menyusul harga solar terpangkas dari Rp 5.500 jadi Rp 4.800. Menurut BI, lebih rendahnya harga dua macam BBM itu akan menyebabkan tingkat inflasi Desember 2008 lebih rendah ketimbang November 2008. Tingkat inflasi tahunan atawa year on year pada bulan November lalu sebesar 11,7%. Tahun ini inflasi di Indonesia memang sempat melompat sangat tinggi. Bahkan tertinggi di kawasan Asia Tenggara, yakni mencapai 12,14% pada bulan September 2008. Semula BI memperkirakan inflasi sepanjang Januari - Desember 2008 berkisar 11,5%-12,5%. Tapi dengan perkembangan terbaru ini, Miranda optimistis inflasi lebih rendah dari perkiraan semula. Ketua Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan juga sependapat dengan Miranda. Menurutnya, sepanjang tahun ini inflasi hanya 10%-11%. "Ini terjadi karena pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak dan solar," kata Rusman Rabu (17/2) seperti dikutip Reuters. Ongkos lebih murah Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan memperkirakan tingkat inflasi sepanjang Januari-Desember 2008 di bawah 11%. "Kalau data inflasi Desember keluar, inflasi bisa dibawah 11%. Itu akan menimbulkan persepsi pasar lebih baik," kata Sri. Dia pun berharap nantinya selisih bunga di luar negeri dengan dalam negeri segera di perbaiki. "Dengan begitu, saya berharap mungkin awal tahun imbal hasil Surat Utang Negara Indonesia dalam posisi yang lebih baik dibanding dengan posisi kuartal terakhir ini," kata Sri Mulyani. Bulan ini rapat Dewan Gubernur BI telah merespon penurunan inflasi tahunan dari 12,14% pada September menjadi 11,7% pada November 2008 dengan menggunting sedikit BI rate. Dari 9,50% menjadi 9,25%. Meskipun turun tipis, pemangkasan tersebut mampu memberikan respon cukup positif bagi industri keuangan dan perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu, Ekonom Bank Internasional Indonesia Juniman berharap pemangkasan bunga acuan BI akan terulang kembali bulan depan. BI akan menggelar Rapat Dewan Gubernur lagi awal Januari depan. "Pemotongan bunga acuan akan memberikan dorongan bagi kegiatan ekonomi dan menguntungkan sebagai antisipasi melemahnya perekonomian dunia," kata Juniman. Kalau itu terjadi, kita bisa berharap kombinasi rendahnya tingkat inflasi dan penurunan bunga kredit akan mendorong daya beli dan investasi di dalam negeri. Itu juga menjadi syarat penting agar rencana pemerintah membangun sejumlah proyek infrastruktur tahun depan tidak sekadar janji-janji indah menjelang pemilihan umum. ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [email protected] [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
