NO, i dont think so...
 
100% market influence is speculator.
 
demand memang berkurang, tetapi bukan menjadi indikator mutlak,
 
sebab permintaan tetap ada, walaupun berkurang, manusia gak bisa hidup tanpa 
minyak...
 
Lagipula teringat ketika harga OIL dunia mencetak rekor $140 per barrel ketika 
waktu itu krisis ekonomi masih berlangsung,, tetapi minyak kenapa terruusss 
naikk....?
 
Warren Buffet dan George soros pun mengakui ada peran Group spekulator {hedge 
fund manager} yang membeli "kertas" busuk, sehingga seolah-olah buyer tinggi.
 
Hukum alam yang berlaku di bursa saham adalah, ketika permintaan meningkat 
harga pun naik, dan ketika banyak yang menjual harga pun ikut turun, itu juga 
berlaku di bursa komoditas NYMEX.
 
negara2 OPEC setuju ada speculator yang bermain di bursa saham dan bursa 
commidity.
 
Big Capital is the winner, its always!!
 
Pada masa sekarang, spekulator beraksi melakukan "short sell" setelah gain 
beberapa waktu yg lalu, ketika minyak bermain diatas "$100" per barrel. Dan 
sekarang, harga minyak turun drastis.
 
 
 

--- On Sun, 12/21/08, Aria Bela Nusa <[email protected]> wrote:

From: Aria Bela Nusa <[email protected]>
Subject: [saham] The fact of OIL...
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Sunday, December 21, 2008, 6:58 AM








The facts that the price of OIL has still been coming down, down yet recently – 
despites of :
 
·         USD is weakness to EUR
·         The OPEC cuts the quotas of production
·         Winter seasons, 
·         the bail-outs, etc
 
The reasons behind we see that the above is no influence, effects to price 
absolutely - are the demand (real - expected) would be decreasing over the 
up-coming periods factually – recessions being previously faced in some rich 
countries deepens further
 
Happy Chuan,
 
Aria
 
  














      

Kirim email ke