Date:Saturday, January 24, 2009Time:9:00am - 3:00pmLocation:THE JAYAKARTA 
YOGYAKARTA HOTEL & SPA Street: Jl. Laksda Adisucipto (Jl. Solo) km 
8City/Town:Yogyakarta, Indonesia
Contact InfoPhone:0274412665Melongok Emas sebagai Sarana Lindung Nilai ( 
hedging) dan Pilihan Investasi yang Aman dalam Situasi Krisis Ekonomi Global


PEMBICARA

1. Bapak Hasan Zein Mahmud (Presiden Direktur Bursa Berjangka Jakarta)
2. Ibu Tina Rosjana (Asisten Direktur Komoditi Asia Kapitalindo)


INVESTASI
Umum @ Rp 250.000,- per orang
Mahasiswa @ Rp 100.000,- per orang


Fasilitas yang akan diperoleh antara lain:
• Buku Cetak Komoditi Emas
• Seminar Kit (agenda, pulpen)
• Konsultasi Cara Investasi dan Trading KIE (Kontrak Indek Emas) & KGE ( 
Kontrak Gulir Emas )
• Lunch



PREAMBULE

Masihkah
teringat saat kita kecil dulu yang pernah tinggal di desa. Di saat
perbankan belum merambah desa, kita sering mendengar dan mengetahui
bahwa kakek-nenek atau orang tua memiliki simpanan emas baik dalam
bentuk perhiasan maupun emas batangan. Simpanan tersebut seringkali
mereka jual untuk membiayai sekolah anak cucu mereka hingga perguruan
tinggi. Pernahkah kita berpikir, untuk apa mereka menyimpan aset/harta
dalam bentuk emas dan mengapa mereka membeli emas tidak ditujukan
mencari keuntungan?

Inflasi dan Hedging
Mungkin sebagian
masyarakat juga belum berpikir mengapa harga emas senantiasa selalu
naik yang diikuti dengan peningkatan harga barang-barang lainnya
(inflation effect). Tidak pernahkah terpikirkan oleh kita mengapa harga
emas seolah-olah mengikuti nilai uang (value of money)? Mengapa pula
emas tidak mengalami depresiasi (berkurang nilainya karena umur dan
fungsinya) seperti aset(harta) kekayaan lainnya, dan tidak berkurang
nilainya karena waktu(time value)? Sadar atau tidak, mengerti atau
tidak, yang jelas kakek-nenek dan orang tua kita telah melakukan
proteksi atas nilai kekayaannya (aset) yang mereka miliki sebagai
bentuk antisipasi dalam kebutuhan masa datang. Mereka telah melakukan
tindakan lindung nilai (hedging) secara sederhana. Emas sebagai sarana
lindung nilai ternyata tidak hanya dilakukan oleh kakek-nenek dan orang
tua kita, saat inipun emas masih menjadi salah satu bagian dari
portofolio aset dari para pengelola dana global (hedge fund). Komoditas
itu dianggap sebagai aset yang terbebas dari risiko inflasi, sehingga
bila terdapat indikasi akan adanya kenaikan laju inflasi dan atau
kondisi perekonomian tidak menunjukkan pertumbuhan, maka para pengelola
dana global itu akan melakukan pemindahan (switching) portofolio mereka
dengan memborong emas sebagaimana mereka lakukan saat ini dimana
perekonomian global sedang lesu setelah dipicu kredit macet perumahan
tingkat bawah (subprime mortgage crisis) di negeri paman sam dan
kenaikan harga minyak dunia.

Karakteristik Pemodal
Sebenarnya
sebagai sarana lindung nilai (hedging) secara konvensional selain emas,
juga seringkali mereka terapkan pada beberapa aset lain yang mereka
miliki. Pilihan tersebut sangat tergantung dengan karakter pemilik
dana, karena setiap pilihan akan mengubah risiko yang dihadapi. Seperti
halnya tanah, yang juga mengalami penyesuaian terhadap kenaikan harga
barang (inflasi). Namun, aset ini memiliki risiko yang berbeda dengan
emas. Emas pasti lebih mudah dalam menjualnya, sementara tanah tidaklah
demikian. Dalam pengertian lain emas itu lebih likuid dari pada tanah.
Kenaikkan harga tanah relatif lebih lambat dari pada emas itu.
Penjualan dan kenaikan harga juga tergantung lokasi dan kebijakan
tataruang yang ditentukan pemerintah (RUTR). Ini tentunya menjadi suatu
risiko yang berbeda dengan emas. Emas lebih berisiko dalam hal soal
keamanan karena lebih mudah hilang karena dicuri, dan ini menjadi
risiko tersendiri bagi penyimpan emas itu. Persepsi yang berbeda
terhadap risiko juga akan membuat keputusan yang berbeda pula dalam
pilihan berinvestasi. Namun, lindung nilai atas emas hanya sebagai
upaya untuk menimalisasi kerugian atas risiko perubahan harga atau
inflasi. Sementara itu, terhadap resiko lainnya mungkin saja masih ada
ketika pemilik dana membeli emas. Namun demikian terdapat kemungkinan
pemilik dana akan terbebas atas risiko penurunan nilai akibat kenaikan
harga secara umum akibat adanya inflasi.

Kelebihan dan Kekurangan Emas
•
Harga emas cenderung stabil bahkan sejarah membuktikan emas dianggap
tahan atas tekanan inflasi (zero effect inflation) sehingga emas cocok
sebagai sarana lindung nilai (hedging) dan penangkal inflasi.
• Dapat juga sebagai sarana diversifikasi investasi selain saham, obligasi, 
reksadana, tanah, property.
•
Harga emas dipatok dalam US$, hal ini berakibat pada dua keuntungan
sekaligus yaitu jika terdapat kenaikan dollar maka akan ada kenaikan
harga emas itu sendiri. Namun, jika terjadi penurunan maka akan terjadi
kondisi sebaliknya.
• Dalam hal penyimpanan (storage and handling)
relatif berisiko sebagaimana disebutkan diatas dan untuk jangka panjang
kemungkinan bisa terjadi oksidasi dan perubahan warna sekalipun
disimpan dengan protective cover.
• Kurang menggairahkan dalam hal kenaikan nilai keuntungan (return) dibandingan 
saham, reksadana bahkan mungkin dengan property.

Kind Regards, 
 
 
Aditya
www.trendtrader.co.cc

                                          
Disclaimer:
Stock Trading, forex trading, commodity trading, managed futures, and other 
alternative investments are complex and carry a risk of substantial losses.
They are intended for sophisticated investors and are not suitable for 
everyone. The ability to withstand losses and to adhere to a particular program 
in spite of losses are material points which can adversely affect investor 
returns.



      

Kirim email ke