Pak Akhmad, saya kutip peribahasa Indonesia yang saya pelajari waktu sekolah 
Rakyat dulu:
“Kalau pandai meniti buih selamat badan ke seberang” ….. tentu dengan cuan..
Salam,
Eko
 
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Akhmad 
Akhmad
Sent: Monday, August 02, 2010 16:24 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Pelatihan Saham Minggu 8 Agustus 2010 tinggal 10 kursi 
tersedia
 
  
Mengenai rejeki yang berbeda-beda, saya selalu ingat sewaktu SD, dimana suatu 
saat saya mancing di kolam ikan bareng anak bossnya bapak saya.
Umur kami sepantar. Kail dan joran kami sama persis. Umpan dari bungkusan yang 
sama. Duduk kami bersebelahan. Yang membedakan, saya pribumi, dia keturunan 
cina. Anehnya, dia begitu mudah kailnya disambar ikan dan strike. Sementara 
saya, susah sekali. Kalau pun disenggol ikan, pas ditarik lepas lagi.. 
Sampai sekarang, 30 tahunan kemudian, masih sering teringat dan seolah trauma 
dengan kejadian itu... Saya pelajari TA, FA. Saya perhatikan juga opini dan 
rekomendasi2 yang ada di milis maupun dari sekuritas. Namun, kondisi portofolio 
saya yang belum balik modal setelah 2 tahun mencoba trading saham, seakan 
memperkuat stigma yang terbentuk dari peristiwa mancing sialan itu....
Untungnya (atau parahnya? ), tapi saya masih belum mau memutuskan seperti Pak 
Aryadi yang cabut dari pasar. Saya masih penasaran dan berpikir Billy Budiman 
aja yang pernah rugi banyak bisa bangkit, masa saya tidak...
 
  _____  

From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, August 2, 2010 3:43:00 PM
Subject: Re: [saham] Pelatihan Saham Minggu 8 Agustus 2010 tinggal 10 kursi 
tersedia

  
Pak Waluyo, saya hanya kasih kailnya saja (pengetahuan) . Mengenai rejeki, 
tergantung masing2 individunya karena memang bisa berbeda2.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2010/8/2 Waluyo <[email protected]>


Bang Irwan,
jika kita menggunakan tehnik yg diajarkan, kira2 berapa rata2 %tase return/gain 
yg bisa kita dapatkan?
Terima kasih.



 
 

Kirim email ke