Lanjutkan!!
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Syafrin Djohan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 3 Aug 2010 05:33:46 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] REDOMINASI -> amannya pegang apa? emas? dollar?

Inflasi sebenar-benarnya disebabkan oleh dicetak terusnya uang fiat (toilet 
paper) (kertas / digital) oleh bank sentral. Bukan karena ada pemain spekulan 
di 
pasar yang menaikkan harga cabe. Uang ini tinggal diinput di komputer tanpa 
back 
up apapun juga, makanya disebut fiat (sah atas dekrit pemerintah). Uang ini 
sudah bukan lagi promissory note atau certificate of gold deposit yang bisa 
ditebus di bank sentral dengan perak atau emas.

Alasan prinsip kenapa rupiah menguat terhadap dolar, karena pencetakan dolar 
lebih cepat daripada rupiah (dolar melemah dan rupiah stabil). 

Alasan kenapa rupiah terus inflasi, karena bank sentral terus berusaha 
mengimbangi arus dolar yang masuk, dengan juga terus mencetak rupiah. 

Alasan kenapa dana asing begitu banyak, karena adanya stimulus dolar di luar 
negeri dengan bunga sangat rendah yang harus segera dibelikan aset riil. Karena 
uang kertas tidak nyata, tidak bernilai riil, maka uang kertas ini perlu 
cepat-cepat ditukar dengan aset riil di dunia yakni panic buying tanah, emas, 
dan saham di Asia dan sebagainya.

Era moneter modern ditandai dengan jantung operasinya berupa fractional reserve 
(Giro Wajib Minimum), yakni deposit yang disimpan oleh bank sentral dalam 
bentuk 
SUN bisa dipinjamkan ke bank komersial setelah digelembungkan secara digital 
10x 
lipat oleh bank sentral, dan selanjutnya digelembungkan lagi 10x oleh bank 
komersial untuk dipinjamkan ke masyarakat. 


Apabila GWM adalah 7,5%, maka uang yang bisa dipinjamkan keluar oleh bank 
sentral dari cadangan SUN yang dibelinya di Operasi Pasar Terbuka adalah 13,3x 
lipat. 


Jadi siapa yang menjadi pemegang pertama uang (digital/kertas) fresh from oven 
itu pasti bisa membeli aset riil dengan harga termurah, karena tak seorang pun 
menyadari kemunculan uang baru itu dari magic trick dan sudah duluan 
cepat-cepat 
ditukar dengan aset riil. Ini yang menjadi alasan banjirnya dana asing ke 
bursa Indonesia. 


Selanjutnya begitu uang kertas terdilusi ke masyarakat perlahan-lahan hingga ke 
piramid moneter terbawah, harga pun naik, karena penyesuaian jumlah beredarnya 
uang dengan aset yang tersedia. Nah, orang yang tadinya mau beli sesuatu, 
ternyata harus berpeluh 1 - 2 bulan tambahan lagi untuk menebus aset targetnya 
yang awalnya dikiranya sudah mampu ditebus. Artinya pihak di atas adalah pihak 
penyita kekayaan (confiscator of wealth).

Jadi karena tanah dan emas itu asetnya riil dan selamanya terbatas, hanya 
mereka 
berdua yang sanggup menelan berapa pun gempuran uang kertas yang dituang 
ke pasar. 


Ini pula menjelaskan kenapa saham bank selalu menarik, karena mereka adalah 
pihak pertama yang bisa menukar kertas kosong dengan aset riil dan karenanya 
sangat fleksibel menandingi inflasi. Ini pula menjelaskan kenapa bank adalah 
pihak pemilik gedung tertinggi dan termewah di sebuah kota. Orang bank juga 
berpakaian paling bagus, tidak pernah berpeluh di ruang berAC, dan menghasilkan 
bunga dari pinjaman digital ratusan miliar cukup dalam beberapa jam atau hari 
kerja saja, dan bank tak perlu kerja Sabtu Minggu; kontras sekali dengan para 
wealth creator asli, yakni orang-orang yang bekerja keras dengan baju kumal, di 
terik matahari, dengan tenaga dan ide, untuk menghasilkan barang dan jasa di 
pasar, dan kadang-kadang butuh seumur hidup dibantu istri dan anak hanya untuk 
mengumpulkan beberapa ratus juta.

Dan salah satu tujuan kesukaan uang di pasaran jelas adalah bursa saham (aset 
riil berupa perusahaan). Jadi ada baiknya sebagian keuntungan dari bursa, 
selalu 
disisihkan untuk ditukar dengan uang abadi di dunia: emas.

Jadi memang benar judulnya REDOMINASI, yakni aset yang tadinya dimiliki oleh 
rakyat, berpindah tangan ke pemilik uang, karena pemilik uang adalah orang 
pertama yang diuntungkan dari selisih antara waktu uang diciptakan dengan saat 
uang tiba di masyarakat bawah. Uangnya tidak hilang, tetapi aset yang 
besar-besar sudah pindah nama. Makanya era 2008 cocok dinamakan The Greatest 
Wealth Tranfer in History ketika The Fed menggelontorkan / mencetak triliun 
dolar uang kosong baru agar bank-bank bisa menukar aset-aset riil di dunia, 
dimulai dengan penyitaan terhadap tanah dan rumah riil dari peminjam KPR yang 
gagal bayar, padahal uang yang dipinjamkan sebenarnya uang kosong yang baru 
diinput di komputer sesaat setelah perjanjian KPR ditandatangani.


Rujukan:
Google Video, "The Money Masters"
YouTube, "Fiat Empire"
Hodgson, E., "Web of Debt"
Meera, A. M., "Perampokan Bangsa-Bangsa"
Perkins, J. "Secret History of American Empire"
Syafrin 




________________________________
From: Stock Gainer <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, August 3, 2010 4:14:24 PM
Subject: Re: [saham] REDOMINASI -> amannya pegang apa? emas? dollar?

  
ya, klo paling aman jelas emaslah... karena cuma emas yg punya nilai riil dan 
sulit terkena imbas apapun.. duit kertas kan nilainya ga riil, bergantung 
kepercayaan aja..
dollar juga aman siy, selama amerika ga ada gonjang-ganjing dahsyat... 
Tapi klo pemerintah bisa bikin inflasi tetap stabil siy, ga akan terjadi apa2
cmiiw :)





________________________________
From: dewi <dewi_4...@yahoo. com>
To: sa...@yahoogroups. com
Sent: Tue, August 3, 2010 4:04:45 PM
Subject: [saham] REDOMINASI -> amannya pegang apa? emas? dollar?

  
Redominasi, walaupun dikatakan berbeda jauh dengan sanering, tetap saja membuat 
gegap gempita.
Rakyat juga pasti tidak akan mau menanggung resiko, apalagi pemerintah sekarang 
terkenal mencla-mencle.
Nah, kira-kira investasi apa ya yang aman saat terjadi sanering?
Emas? Dollar?
Mohon pembahasan teman-teman sekalian sehingga berguna bagi kita semua.
Thanks!






      

Kirim email ke