DAVO kah yg akan diincar oleh SARINAH?

 

 

Sarinah Incar Bisnis Kakao
Angga Aliya - detikFinance 

 
<http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3db6179&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_H
ERE>
http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=31&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HE
RE&n=a3db6179

Jakarta - PT Sarinah berniat merambah bisnis kakao. Perseroan akan masuk ke
perusahaan kakao yang sedang bermasalah, sehingga tidak perlu mendirikan
pabrik baru.

Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Sarinah Jimmy M Rifai Gani
di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka
Selatan, Jakarta, Senin (9/8/2010).

"Kita fokus di Sulawesi Tenggara, juga sudah lanjutkan pembicaran dengan
BUMD di Sulawesi Barat dan Jawa Timur juga sudah lihat," katanya.

Menurutnya, jika perseroan harus membangun pabrik baru, biayanya akan mahal.
Namun, jika masuk dan menghidupkan kembali perusahaan yang sedang bermasalah
maka biayanya bisa ditekan hingga di bawah Rp 100 miliar.

"Investasi untuk satu pabrik baru itu sekitar US$ 25-30 juta. Tapi kalau
kita benahi yang sudah ada biayanya tidak akan lebih dari Rp 100 miliar,"
imbuh Jimmy.

Jimmy mengatakan, perseroan juga sudah mengamankan bahan baku untuk kakao
dari berbagai penjuru nusantara. Sarinah sudah melakukan MoU dengan 5
pengusaha di daerah Sulawesi Tenggara.

Perusahaan milik negara itu juga sudah melakukan due diligence di beberapa
perusahaan. Diharapkan, kajiannya bisa rampung di akhir tahun ini.

September tahun ini, ia mengatakan, pihaknya bersama Kementerian Perdagangan
akan mulai membuka pasar ke luar negeri, seperti Belgia, Inggris, dan
Jerman.

"Nanti ada 2 fokus kita, satu biji coklat harus fermentasi dan kita coba
pasarkan juga hasil industrinya, seperti bubuk coklat, dan cocoa butter,"
ujarnya.

<<image001.gif>>

Kirim email ke