Kalau saya teteup akan beli tapi diharga gocap :)
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Tue, 17 Aug 2010 07:27:08 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [saham] ELTY Masih Terlalu Muraahhhhhhhhh

Elty kalau diwaspadai chartnya agak mirip saudara tua nya.

Salam,

Yohan


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: budy darmawan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 17 Aug 2010 09:17:09 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Bls: [saham] ELTY Masih Terlalu Muraahhhhhhhhh

email kaya dibawah ini kayanya yg titipan BD kali yaaa...bertolak belakang sama 
kondisi harga sahamnya...

regards,

budy darmawan,s.h.

--- Pada Jum, 26/3/10, arief mustofa <[email protected]> menulis:

Dari: 
Judul: [saham] ELTY Masih Terlalu Muraahhhhhhhhh
Kepada: "saham" <[email protected]>
Tanggal: Jumat, 26 Maret, 2010, 9:37 AM







 



  


    
      
      
      



----- Forwarded Message ----
From: 
To: sa...@yahoogroups. com
Sent: Sun, March 21, 2010 10:05:37 PM
Subject: ELTY Masih Terlalu Muraahhhhhhhhh




Sumber: Kontan Online
Jumat, 19 Maret 2010 | 07:32 
 
REKOMENDASI SAHAM ELTY 
 
Bermodalkan US$ 155 Juta, ELTY Ekspansi Lagi 
 
 

JAKARTA. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) segera mengantongi dana segar 
sebesar US$ 155 juta, yang berasal dari hasil penerbitan obligasi konversi. 
Duitnya akan dipakai untuk menyokong sejumlah proyek propertinya.
Anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk ini akan memfokuskan pengembangan properti 
di kawasan Jakarta dan Bogor. Di Kota Hujan ini, ada proyek Bogor Nirwana 
Residence. Adapun proyek prestisius di Jakarta adalah Rasuna Epicentrum.
Menurut Sekretaris Perusahaan ELTY, Nuzirman Nurdin, pihaknya memproyeksikan 
kinerja pada tahun ini bisa tumbuh 20%-30% dari realisasi sepanjang tahun lalu. 
Keyakinan ini diperkuat oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih 
baik dari tahun sebelumnya. Berjalannya roda ekonomi bisa mengerek permintaan 
properti.
Di sisi lain, ELTY juga tidak mengkhawatirkan kondisi keuangannya. Sebab, kata 
Nuzirman, skema obligasi konversi adalah cara paling pas dalam upayanya 
mendukung ekspansi usaha. "Apalagi, para pemegang obligasi biasanya akan 
mengeksekusi haknya dengan mengonversi saham," kata Nuzirman. Ini tentu akan 
menyusutkan rasio utangnya terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER). 
Sampai 30 September 2009, DER ELTY mencapai 0,26 kali. 
Selain itu, tutur Nuzirman, bunga obligasi konversi umumnya lebih rendah. Dari 
surat utang bertenor lima tahun ini, ELTY harus membayar bunga sebesar 8,625% 
per tahun, yang penetapannya dilakukan, kemarin.
Para analis melihat, rencana aksi korporasi ELTY menerbitkan obligasi konversi 
bisa membuat kinerjanya membaik. Sebab, sejumlah proyek ELTY sempat tertunda. 
Analis Bahana Securities, Natalia Sutanto, mengatakan ada beberapa proyek ELTY 
yang menunggu pendanaan. Misalnya, The Grove Condominium, Wave Condominium, 
Bogor Nirwana Residence serta Aston Bogor Hotel.
Rasio utang wajar 
Prospek bisnis ELTY semakin cerah lantaran pemerintah melonggarkan hak 
kepemilikan asing di properti pada tahun ini. Aturan lama hanya membolehkan 
asing memiliki properti selama 20 tahun. Ketentuan baru mengizinkan asing 
memiliki properti hingga 75 tahun. Natalia melihat, aturan ini akan berefek 
positif ke bisnis apartemen ELTY.
Analis BNI Securities, Maxi Liestyaputra, berpendapat, saat ini kondisi 
keuangan ELTY cukup aman. Artinya, jika menambah utang berupa obligasi konversi 
sebesar US$ 150 juta, hal itu tidak terlalu membebani kantongnya.
Hal senada disampaikan Christine Salim, Kepala Riset Samuel Sekuritas 
Indonesia. Menurutnya, sebelum ELTY menerbitkan obligasi konversi, total utang 
bank senilai Rp 598 miliar dan utang obligasi Rp 500 miliar. Dari jumlah itu, 
sebesar Rp 220 miliar akan jatuh tempo pada 2011. Kala itu, DER ELTY 0,28 kali.
Natalia menghitung, jika obligasi konversi masuk dalam kewajiban ELTY, maka 
DER-nya bisa 0,56 kali. Angka ini dinilai masih wajar. 
Ketiga analis merekomendasikan beli saham ELTY. Natalia menargetkan Rp 300 dan 
Chritine memasang Rp 390 per saham. Adapun Maxi mematok target tinggi, Rp 730 
per saham. Kemarin, harga saham ELTY anjlok 5,56% menuju Rp 255 per saham.

Avanty Nurdiana 





      

    
     

    
    


 



  






Kirim email ke