Volume BBKP terlalu besar...Tapi Harga naik tdk terlalu tinggi. Sepertinya BBKP RI di harga bawah, makanya Jams dan Bri mau beli Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat BJBR 2000
-----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 25 Aug 2010 12:51:22 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] DETIK: Menteri BUMN Restui BRI-Jamsostek Berebut Rights Issue Bukopin Yang bikin saya tertawa, kata "berebut". Bisa saja wartawan detik milih kosa katanya yang lucu. Ya sudah, bandar maunya gimana deh, kalau pertandingannya "berebut" nya seru, saya tertarik ikutan. Kalau ngga rame pertarungan rebut2annya, saya malas ikutan :) Ngomong2 ada yang tahu rumors RI nya di berapa? jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu http://www.detikfinance.com/read/2010/08/25/122443/1427555/6/menteri-bumn-restui-bri-jamsostek-berebut-rights-issue-bukopin?f9911023 Menteri BUMN Restui BRI-Jamsostek Berebut Rights Issue Bukopin Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance Foto: dok. detikFinance Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) restui PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Jamsostek (Persero) bersaing perebutkan saham di PT Bank Bukopin Tbk. Pemerintah meminta keduanya masuk melalui mekanisme pembelian saham rights issue yang akan digelar oleh Bukopin. Demikian hal itu diungkapkan Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (25/8/2010). "Yang sudah saya setujui Bukopin itu rights issue. Jadi siapapun bisa boleh beli saham pada saat dia rights issue. Bahwasanya Jamsostek mau beli saham silakan, sama saja dengan dia membeli saham di BNI," katanya. Ia mengatakan, saat ini BRI baru saja mengambil alih kepemilikan salahh satu bank dalam negeri, yaitu PT Bank Agroniaga. Menuru Mustafa, jika harus kembali mengakuisisi sebuah bank, tentunya BRI akan melakukan kajian lagi. Satu hal yang perlu ditekankan adalah aturan single presence policy (SPP) yang mengharuskan kepemilikan tunggal sebuah bank. Masih dipelajari apakah melanggar aturan jika BRI menguasai dua bank. "Karena baru selesai akusisi Bank Agro kelihatannya ini masih dipelajari. Sedang dipelajari dulu apakah ini melanggar aturan atau tidak," ujarnya. Sementara mengenai Jamsostek, Mustafa mengatakan, perusahaan pelat merah itu tidak berniat masuk dalam bisnis bank. Jamsostek hanya berniat memiliki saham minoritas saja, hal ini dilakukan dalam rangka investasi. "Di sini yang penting Jamsostek bukan mempunyai bank, tapi Jamsostek punya saham di bank. Saham itu setiap saat bisa dilepas," katanya. (ang/dnl)
