Dear all,
saya coba sharing kabar korporasi yang saya dapat, ini cuma sekedar sharing
info
saja, tanpa bermaksud menghasut atau membuat issue :)
Pisss..... semoga berguna :)
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan tetap mencari mitra baru untuk pembangunan
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pomala di Sulawesi Tenggara. Hal itu
dilakukan PT Aneka Tambang Tbk mengingat tidak ada kesepakatan dengan PT Nava
Barat dan PT Indika Energy Tbk. Kesepakatan proyek PLTU Pomala 2x75 MW dengan
PT
Nava Barat tidak ada titik temu karena tidak menemui harga yang cocok. PT Nava
Barat menawarkan harga sama sekitar US$14per Kilo Watt Hours (KwH). PT Nava
Barat menawarkan harga sangat mahal sehingga berat untuk melanjutkan dengan PT
Nava Barat. Sedangkan PT Indika Energy mundur dalam proyek tersebut dengan
alasan tidak sesuai dengan bisnis mereka. Investasi untuk proyek PLTU Pomala
2x75 MW ini sekitar US$300 juta.(Inilah.com)
PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) berencana menerbitkan surat utang berjenis
senior debt senilai Rp3,5 triliun dengan tenor lima tahun. Selain itu Bank
Panin
juga akan menerbitkan sub debt senilai Rp500 miliar dengan tenor 7 tahun. PT
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan bahwa proposal kontrak pendahuluan
pencatatan penerbitan obligasi Bank Panin telah diterima pihak BEI.Pada tahun
ini, perseroan menargetkan kredit bisa tumbuh sebesar 25 persen.
Saat ini, pertumbuhan kredit perseroan ditopang oleh lonjakan segmen ritel yang
mencapai 40,22 persen sehingga kontribusi sektor itu mencapai 68,82 persen dari
total kredit yang diberikan sebesar Rp51,2 triliun. (Okezone.com)
Pemegang saham pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) sedang
membidik US$138 juta dari penjualan saham. PT Horizon Persada Gemilang dan PT
Kharisma Cempaka Andalan berencana untuk menjual 2,11 miliar saham seharga
Rp529-590 per saham seperti tertera dalam dokumen penjualan. Disebut-sebut
penawaran harga, saham DILD yang akan ditawarkan sebesar 11,94%-21% diskon
untuk
harga pasar saat ini. (Inilah.com)
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) rencana penerbitan saham baru (rights
issue) yang semula menargetkan dana rights issue sebesar Rp 6 triliun - Rp 7
triliun akan ditingkatkan menjadi US$ 1 miliar atau sekitar Rp 9 triliun - Rp
10
triliun. BBNI berharap bisa menjual saham baru tersebut dengan harga di atas Rp
3.000 per saham. BBNI berniat melaksanakan aksi korporasi tersebut pada
Desember
mendatang. Saat ini, BBNI tengah menyeleksi 11 calon penjamin emisi
(underwriter). Sebagai acuan penerbitan saham baru tersebut, BNI akan
menggunakan laporan keuangan per 30 September 2010. (Inilah.com)
PT Bank Kesawan Tbk (BKSW)tengah mempersiapkan pelaksanaan penawaran umum
terbatas (rights issue) dengan target dana Rp730 milyar. Dana tersebut akan
digunakan untuk memperkuat struktur permodawlan dalam rangka keleluasaan
ekspansi bisnis. Terkait dengan right issue ini, perseroan telah menandatangani
kesepakatan dengan Qatar National Bank (QNB) dimana QNB akan menjadi pembeli
siaga (standby buyer).
-chika-