Disc on.

Menyambung indikasi yang saya sampaikan kemarin dan menelaah end-of-day
trading data BEI, regional, komoditas, bond dan currencies sampai rilis
update ini, semua masih mengkonfirmasi dengan tegas correction is completely
underway.

Faktor eksternal regional dari AS, dengan ketiga data (retail sales, jobless
claims, earnings kickoff Alcoa) yang slightly better-than-expected pun tidak
dapat membantu tiga major indexes (NYSE, Dow dan S&P) yang berisi global
companies, dengan pengecualian tech-heavy index yang lebih bermuatan lokal
AS, NASDAQ, dan itu juga hanya fractional increase. Di lain pihak,
rebound-nya USD dan ditandai dengan melorotnya hard/soft commodities,
seperti andalan Indonesia nikel dan timah hingga 3% penutupan kemarin dan
masih dilanjutkan hingga detik ini, menunjukkan bahwa peluang penyelamatan
IHSG too good or too early to tell. Dengan bobot komoditas terhadap IHSG
yang besar dan reaksi natural pelaku pasar yang akan segera menghindari
komoditas saat ini, bisa diperkirakan dampaknya terhadap indeks pada hari
ini. Dan kondisi bahwa indeks global dalam status churning action alias
bergerak tipis dengan kecenderungan menurun, seperti long-legged upper
shadwo doji, menunggu report US employment data nanti malam, maka yang
paling dag dig dug adalah bursa Asia khususnya BEI, berhubung kita sudah
harus ambil posisi sebelum kepastian tiba.

Argumentasi "asing masih nett buy", we are all just fine, seperti lagu lama
yang pernah diputar pada tanggal 30-4 Mei 2010 (3 hari saja). Coba dilihat
historical foreign nett buy at that time, total nett buy=  Rp 1 triliun. Apa
yang terjadi pada tanggal 5 Mei, NYSE/NASDAQ, seluruh indeks global tidak
terkecuali IHSG mengawali koreksinya. IHSG terkoreksi sampai -15% dalam 2
minggu. Too good to be true? yeag when we all said, "asing masih nett buy".

Argumentasi "koreksi sehat". Sehat untuk siapa? Untuk smart investor/trader
yang enter into the market 1,5 bulan sebelum indeks koreksi sehingga keep
potential profit margin 20-25% dengan safety margin 5-10% jika ada koreksi
intermediary. Bagaimana dengan average investor/trader yang tadi katakan
"asing masih nett buy" dan terindikasi terkena price bias? Mereka masih
masuk market pada hari pertama/kedua koreksi, dan menerima "jatah"nya selama
koreksi sehingga portofolio harus diopname di "rumah sakit" selama 1,5 bulan
ke depan....if lucky. Jadi sehat atau menyehatkan? Jawabanya, menyehatkan
smart investor dengan membantu mereka me-maintain harga tidak terlalu drop
sehingga mereka bisa exit, while you are trapped inside. Persis seperti
quote Gordon Gekko dalam Wall Street: "Bulls make money, bear make
moneys,...and pigs? They get slaughtered"

Dalam kondisi di awal koreksi seperti ini, advis yang lebih bijak mungkin
menghindari akumulasi saham. Trading sangat tidak direkomendasikan, tetapi
jika adrenalin addicted untuk terus dipicu, momentum-play atau scalping
mungkin masih ada ruang. Pilih saham-saham lapis kedua yang mampu bertahan
selama test drop kemarin dan masih cukup ruang untuk upside serta
kondisi-kondisi tertentu yang memicu confidence, misalnya masih tampak
"undervalued", seperti IPOL atau MRAT di antaranya, yang juga sesuai data
transaksi sedang diakumulasi oleh beberapa bandar kunci.

"+"

Kirim email ke