Big Picture. Jumat lalu, Bernanke, Gubernur Bank Sentral AS, dalam pidatonya
di Chicago kembali mengindikasikan secara umum potensi quantitative easing
lanjutan, tetapi tanpa ada rencana/langkah konkret/detil yang ditunggu
publik mengenai quantitative easing tersebut. Kendati angka inflasi AS
September menunjukkan kecenderungan menurun dan dapat menjustifikasi
quantitaive easing dalam rangka memaintain momentum economic recovery
sekaligus menjaga dari deflasi, kondisi berbeda terjadi pada tingkat
konsumsi masyarakat AS yang justru meningkat sebagaimana diindikasikan
dengan retail sales. Mixed data dan tanpa adanya kejelasan rencana konkret
implementasi quantiative easing berupa pembelian aset-aset obligasi oleh
Bank Sentral AS menjadikan pasar berpandangan bahwa pelemahan dollar
AS semata karena akan banyak dollar beredar pasca-easing oleh Bank Sentral
AS  telah mencapai puncaknya. Spekulasi short term terhadap pelemahan dollar
berkurang dan berbalik dalam jangka pendek dengan penguatan dollar
sebagaimana ditunjukkan dengan pullback sektor komoditas. Dalam kondisi
seperti ini disertai dengan volatilitas komoditas maka sektor yang dapat
dijadikan bumper untuk seminggu ke depan adalah sektor konsumsi.

Sektor konsumsi. Sektor konsumsi dipandang telah mencukupkan pullback-nya
pada MA 50 dan diperkirakan akan segera rebound. Pilihan saham short term
adalah saham-saham berikut yang secara teknikal telah mencapai batas
oversold-nya dan bersiap untuk rebound disertai dengan faktor-faktor
fundamental:
-MYOR (pullback yang cukup dalam dan bersiap keluar dari konsolidasi
disertai momentum lapkeu Q3);
-TSPC (antisipasi lapkeu Q3 dan rencana pembagian dividen dalam waktu
dekat);
-ICBP (long term).

"+"

Kirim email ke