Sent from my BlackBerry®

-----Original Message-----
From: MeLinda MeLisa <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 19 Oct 2010 18:12:30 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [StockForex] Sarkozy tetap ingin ubah aturan pensiun

Sarkozy tetap ingin ubah aturan pensiun

19 Oktober 2010 07:48 GMT




Presiden Prancis Nicolas Sarkozy tetap akan menggulirkan paket
reformasi pensiun meski mendapat penolakan lewat aksi mogok.

Sarkozy menyampaikan komitmennya ketika dampak aksi mogok makin terasa
di Prancis.

Sejumlah kilang minyak tidak beroperasi selama satu minggu dan ratusan
SPBU tidak mendapat pasokan bahan bakar.

Menurut Sarkozy reformasi ini sangat penting bagi Prancis dan ia
bertekad untuk mengegolkan RUU ini.

Reformasi terhadap UU pensiun ini kemungkinan tidak akan diputuskan
pada hari Rabu seperti dijadwalkan sebelumnya.

Besar kemungkinan pembahasan RUU ini juga akan mundur hingga akhir pekan.

Sebelumnya Pemerintah Prancis mengusulkan untuk memundurkan usia
pensiun dari usia pensiun secara umum yang sebelumnya 60 tahun menjadi
62 tahun dan pensiun penuh dari negara yang sebelumnya 65 menjadi 67.

Usulan ini ditentang oleh sejumlah senator sayap kiri dan masyarakat.
Mereka berupaya untuk menunda proses pengambilan keputusan.

Aksi mogok di lebih dari 200 kota telah disiapkan untuk menghadapi putusan ini.

Mogok enam hari

Hari Selasa (19/10) tepat enam hari pemogokan nasional di Prancis
berlangsung dan mengakibatkan sejumlah kegiatan di berbagai sektor,
seperti di pendidikan, tranportasi, dan perjalanan udara terganggu.

Hampir setengah dari perjalanan udara dari dan menuju Prancis
terganggu akibat aksi ini dan mengakibatkan 30% perjalanan di bandara
lain terganggu.

Meskipun kegiatan masyarakat di negara itu terganggu, jajak pendapat
yang dilakukan pada hari Senin menunjukkan 71% warga mendukung aksi
mogok yang telah berlangsung hampir sepekan.

Aksi mogok ini juga dibarengi dengan protes jalanan seperti yang
dilakukan sejumlah pengemudi truk dan pelajar.

Tim khusus

Presiden Prancis telah memerintahkan sejumlah menteri utama di
kabinetnya membentuk tim khusus dengan tugas untuk memastikan
ketersediaan bahan bakar minyak.

Sarkozy meminta tiga departemen di kabinetnya untuk berkoordinasi dan
memastikan pasokan minyak berjalan lancar.

Ketiga departemen itu adalah Departemen Dalam Negeri, Departemen
Ekonomi, dan Departemen Energi dan Lingkungan.

Kepala asosiasi industri perusahaan minyak Prancis, Jean-Louis
Schilansky mengatakan kelangkaan bahan bakar saat ini belum pada tahap
krisis.

"Kalau supir tangki minyak mogok dan masyarakat memblokade jalan masuk
ke kilang minyak, itu baru bisa dikatakan kita menghadapi masalah
besar. Kita masih belum berada pada situasi tersebut," katanya.

Pemerintah mengatakan Prancis telah memiliki strategi penyiapan bahan
bakar cadangan hingga tiga bulan.

Kirim email ke