dear all, saya sih selalu melihat positif nya saja; ada yang nulis saham naik diikuti ternyata benar ya syukur lalu ada yang nulis naik diikuti ternyata turun juga buat pengalaman?? FA itu umumnya lebih bersifat jangka panjang / investor tapi kapan tercapai kan mrk tdk tahu? TA bisa juga salah, kalau diprediksi naik ternyata indeks regional hancur apakah bisa benar? tapi dengan tools meminimalkan kita hanya by feeling lah memang mau jadi trader/investor minimal kita perlu mengerti lah FA/TA lwt buku/seminar (tidak perlu harus gambar atau hitung sendiri, sekarang banyak link yang bisa memberikan kita angka+chart) lalu lebihnya insting + rekomendasi milis ini buat pertimbangan Ingat kalau trader paling jago pun hanya punya kans menang 40-50% bukan 100%??
salam --- Pada Jum, 22/10/10, Daud Hardjakusumah <[email protected]> menulis: Dari: Daud Hardjakusumah <[email protected]> Judul: Re: Bls: [saham] JPRS: ini dia valuasi PEFINDO-maks 450 saja (your last call!) Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 22 Oktober, 2010, 3:47 AM fundamental lagi.. mending teknikal aja deh.. kalo udah soal ngomongin fundamental, kata si a, kata si b.. anda ahli ekonomi? anda ahli semen? anda ahli dalam bidang apa? jangan nebak nebak deh (lagi kesel sama analis FA) Daud Muhamad Samsudin Hardjakusumah [email protected] sidaut.blogspot.com From: caknoval <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, October 22, 2010 6:42:42 AM Subject: Re: Bls: [saham] JPRS: ini dia valuasi PEFINDO-maks 450 saja (your last call!) Dari Mr. Positif adalah info fundamental. Sedangkan yang lagi hot tentang jprs di forum ini adalah sentimen teknikal. Ya jelas nggak klop kalau dipertentangkan. Yang bagus ya disinergikan saja kedua jenis info itu. Setuju tidak? Noval --- In [email protected], "Kenzie Sebastian" <kenzi...@...> wrote: > > Ternyata banyak yg bersorak melihat JPRS turun. Apa ga terbalik ya? > Saya akan bersorak nanti kalo JPRS naik. > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Tito Sanyoto <tito.sany...@...> > Sender: [email protected] > Date: Fri, 22 Oct 2010 11:06:10 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Bls: [saham] JPRS: ini dia valuasi PEFINDO-maks 450 saja (your last > call!) > > saya kira pandangan yang berbeda sah2 saja , semuanya dikembalikan pada kita > sebagai trader atau investor , semakin banyak wacana adalah semakin baik buat > pencerahan kita semua . > Masalah nama kenapa harus diributkan ??? >  > > > --- Pada Jum, 22/10/10, Michael Dajan <mikaelda...@...> menulis: > > > Dari: Michael Dajan <mikaelda...@...> > Judul: Bls: [saham] JPRS: ini dia valuasi PEFINDO-maks 450 saja (your last > call!) > Kepada: [email protected] > Tanggal: Jumat, 22 Oktober, 2010, 3:02 AM > > >  > > > > > > > > Bung Positif, > > Thx ya utk berita negatifnya :)..milis tidak hanya mampu pengumpulkan massa > tapi bisa menggerakkan massa..apalgi yg ikutx2an :). Tapi lebih gentle lagi > jika berani menampilkan nama asli > > Mike > > --- Pada Jum, 22/10/10, positif01 <positi...@...> menulis: > > > Dari: positif01 <positi...@...> > Judul: [saham] JPRS: ini dia valuasi PEFINDO-maks 450 saja (your last call!) > Kepada: > Tanggal: Jumat, 22 Oktober, 2010, 9:19 AM > > >  > > Di tengah pandangan yang bersumber pada "wahyu" dan "wangsit", satu-satunya > valuasi resmi mengenai JPRS yang ada dan yang dikeluarkan oleh lembaga yang > berkompeten hanyalah valuasi PEFINDO. Valuasi yang didasarkan kepada > pendekatan dan kalkulasi yang berbasis ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan > ini bersumber kepada data keuangan terakhir pada kuartal 2. INGAT, laporan > keuangan kuartal 3 belum keluar, dan indikasi atas kondisi emiten serta makro > ekonomi tidak menunjukkan ada perubahan fundamental yang luar biasa. > View/outlook intact, alias 100% valid. >  > Apa kata PEFINDO pada rilis valuasi 1 Sept ? silakan download di > (http://new.pefindo.com/files/2010-09-01-jprs-01-id.pdf) >  > "-Dengan menggunakan metode DCF dan asumsi tingkat diskonto 16,54% adalah > sebesar Rp 360 - Rp 400 per saham. > -Dengan menggunakan metode GCM method (PBV 1,24x and P/E 5,52X) adalah > sebesar Rp 515 - Rp 570 per saham. >  > Untuk mendapatkan nilai yang mewakili kedua indikasi nilai tersebut dilakukan > rekonsiliasi dengan dilakukan pembobotan terhadap kedua metode tersebut > sebesar 70% untuk DCF dan 30%untuk metode GCM. > Berdasarkan hasil perhitungan diatas maka Estimasi Target harga referensi > saham untuk 12 bulan adalah Rp Rp 405 - Rp 450 per lembar saham" >  > Kenapa hanya PEFINDO yang baru merilis valuasi, bagaimana dengan > broker-broker asing misalnya? Jawabnya, TIDAK penting bagi asing. Kenapa? > Karena YTD, dari awal tahun sampai 21 Oktober, asing hanya mengakumulasi > sebanyak 3.149.500 lot atau dengan harga rata-rata JPRS pada MA50=Rp480 maka > nilai akumulasi asing dari awal tahun sampai sekarang hanya Rp1.511.760.000 > atau 1,5 milyar saja. Silakan lihat bagaimana asing menyikapi euforia publik > atas JPRS 3 hari terakhir? NONE. >  > Anda masuk pada harga 700, 800, 900, 1000 dan keep stock chasing karena yakin > akan ke 1.500...banyak-banyaklah berdoa....satu lagi jangan lupa banyak makan > sayur, seperti kata Menkes kita. >  > Be smart bull or slick bear, don't be slaughtered pig! (Gordon Gekko). >  > "+" >
