kurangi angka yang tampil dalam kuartal 3 dengan angka kuartal 2..
Trim's

Salam
Koga

  ----- Original Message ----- 
  From: positif01 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, October 22, 2010 3:23 PM
  Subject: Re: [saham] JPRS: Ini dia ulasan cepat Lapkeu q3 (trading/investing 
on earnings)


    

  Data dari Pefindo valid, dan rilis September. Lapkeu Q3 baru dirilis oleh BEI 
pada hari ini dengan status "unaudited".

  Untuk "blessing" dan "iching prediction" lebih cermat lagi baca postingan 
saya. Lebih diperdalam lagi belajar membaca laporan keuangannya ya next time. 
Angka yang Anda baca dari laporan keuangan itu dilihat dulu kualifikasinya apa? 
Terhitung untuk kuartal 3 saja atau dari awal tahun atau bagaimana? Judul 
laporan keuangan "kuartal" tapi presentasi data belum tentu kuartal. Bagaimana 
caranya biar dapat angka kuartal? Lihat cara pelaporan emiten. Untuk laporan 
seperti JPRS, maka Anda kurangi angka yang tampil dalam kuartal 3 dengan angka 
kuartal 2. Nah, Anda ketemu angka riil yang dijadikan analisis. Kalau tidak, 
seperti dalam postingan saya, Anda menjebak kesimpulan Anda sendiri....data 
sudah dirilis sebelumnya kok diperhitungkan lagi....nanti skalian digabung 
dengan data kuartal 3 tahun lalu, jadi biar kelihatan besar penjualan/eps-nya 
ya. Hati-hati.

  Untuk "iching": sebelum prediksi apalagi ambil judgment, lebih banyak 
baca-baca buku dulu ya....jangan hanya melototin grafik. Saya juga masih 
sempatkan belajar aspek fundamental kok.

  OK. Take care semuanya.


  2010/10/22 blessing <[email protected]>

      
    ralat,

    harusnya... 


    Q3 2009 penjualan = 216.321.838.240

    Q3 2010 penjualan = 308.319.596.870

    bukan Q4 2010,  typo..  sorry :) 


    On 10/22/2010 2:44 PM, blessing wrote: 
      Pak posifif01, 

      itu angka data penjualan/revenues jprs dapetnya dari mana ya?
      saya liat di laporan keuangan jprs gak ketemu tuh angka seperti yg pak 
positif01 sebut.

      Yang saya liat langsung dari laporannya
      Q3 2009 penjualan = 216.321.838.240
      Q4 2010 penjualan = 308.319.596.870

      Versi mbah JSX_consultant saya liat sama dengan punya saya.
      pls see --> http://www.investdata.net/QQBJPRS.TXT

      What did i miss?
      Rekan2 yang lain juga pls check.. mungkin bisa tunjukkan kalo saya salah 
baca.

      Kalau ternyata rekan positif01 yang salah kutip laporan, berarti analisa 
nya tidak dapat di pakai sebagai acuan.
       
      Thanks.


      On 10/22/2010 1:15 PM, greenhorn wrote: 
          
        mangstafff juge neh cara cepat keker saham...hehe..
        Ditunggu cara proyeksi harga masa depan,pak. Thanks.


        salam,
        green




        2010/10/22 positif01 <[email protected]>

            
          BEI telah merilis lapkeu kuartal 3 JPRS 
(http://www.idx.co.id/eReport/IssuerAnnouncement/tabid/289/lang/en-US/language/en-US/Default.aspx).
 Jika Anda sering menyimak siaran-siaran televisi yang dijadikan acuan dalam 
perdagangan finansial maka Anda akan paham bagaimana trading/investing on 
earnings. Anda bisa simak ulasan tiap malamnya di Bloomberg bagaimana analisis 
cepat dilakukan terhadap rilis lapkeu. Kuncinya ada pada "penjualan" 
(revenues), dan "earnings per share". Kriterianya adalah "buy" atau "maintain 
hold" jika di atas ekspektasi ("beat estimates"), dan "sell" jika di bawah 
estimasi. Karena JPRS bukan saham primadona maka tidak ada yang merasa perlu 
membuat estimasi, namun reaksi bisa diantisipasi dari seberapa positif kenaikan 
revenue dan eps q-on-q atau "kuartal dengan kuartal". INGAT, bukan asal 
kuartal, tapi q-on-q. 

          Bagi yang paham seluk beluk pasar maka paham juga upaya untuk 
me-"mislead" atau "menyesatkan" kesan laporan keuangan. Datanya sama, tapi 
penekanannya beda, jangan "get misled". Teknik-teknik ini misalnya dengan 
menekankan data "semester 1" atau "semester 2" atau YTD atau awal tahun sampai 
kuartal terakhir. Teknik penekanan seperti ini bisa "misleading" dan tidak fair 
dalam analisis mengingat kuartal-kuartal sebelumnya sudah dilaporkan. Dampak 
tiap pelaporan sudah priced in atau factored in dalam harga. Tidak ada 
relevansi menyertakan data kuartal-kuartal sebelumnya. Anda ingin tahu refleksi 
kuartal yang sedang dianalisis. Lain jika Anda memproyeksikan estimasi 
revenues/earnings untuk full year pada satu atau dua tahun depan. Jika itu yang 
dilakukan, maka secara fundamental Anda sedang memproyeksikan valuasi di masa 
datang.

          Singkatnya, berikut data q-on-q 3:

          Penjualan/Revenues
          Q3-2009= Rp121.639.213.660
          Q3-2010=Rp 71.287.459.550
          persentase= -41.4%

          EPS/Earnings
          Q3-2009=(-)Rp29 (minus 29 rupiah)
          Q3-2010=Rp2
          persentase= pasti positif, tapi angka tidak bisa ditentukan. (Yang 
paham matematika dasar mengerti jika denumerator negatif menghasilkan bilangan 
yang tidak reliable. Dalam hal ini karena numerator (penyebut)-nya angka 
positif, kita catat positif saja).

          Kesimpulan: EPS positif, penjualan turun. Jika Anda investor, yang 
terlintas di pikiran Anda:
          1. Apa yang menyebabkan EPS naik? Jawabnya sudah pasti sesuatu yang 
tidak dihasilkan dari penjualan emiten yang justru core business-nya. Mungkin 
banyak extraordinary items/one time gain, seperti selisih kurs, dll atau 
terjadi penghematan yang luar biasa (cost reduction). Jika ini yang terjadi, 
INGAT Anda membeli "core business" perusahaan bukan usaha sampingan yang tidak 
sustainable, dan ANDA ingin melihat ekspansi usaha emiten bukan justru reduksi 
usaha;
          2. Bagaimana emiten bisa menjaga eps yang positif di kuartal-kuartal 
berikutnya jika penjualannya negatif q-on-q? Jawabnya, Anda tunggu kuartal 
berikutnya.
          Implikasi: Jika Anda trading/investing on earnings release, seperti 
Anda simak di broadcast-broadcast finansial, rekomendasinya adalah sell / 
lepas, dan pertimbangkan masuk setelah Anda melihat perkembangan positif pada 
kuartal berikutnya. Jika Anda mengklaim sebagai "trader penuh" yang tidak 
perduli hal lain kecuali grafik Anda (note: meskipun saya belum pernah tahu 
"trader terkemuka dunia" buta atau membutakan diri terhadap aspek fundamental), 
Anda juga tahu hal sederhana trading psychology atas dampak/reaksi 
rilis/analisis laporan keuangan, dan Anda tahu kapan saat yang tepat untuk hold 
atau profit taking atau cut loss.

          Bagi yang pusing atau memusingkan diri sendiri dengan mengkontradiksi 
FA dan TA, saya share sedikit tagline yang bisa Anda ingat-ingat sepanjang 
hidup:

          "FA is helping you to find what to trade, and TA is helping you to 
know when to enter/exit"
          (FA membantu Anda untuk tahu saham apa yang layak ditransaksikan, dan 
TA membantu anda tahu kapan saat untuk masuk/keluar).

          Keduanya bermanfaat bagi trader/investor, dan bermanfaat bagi saya 
sehingga saya selalu memegang kitab suci trading/investing, di tangan kiri:
          "Technical Analysis of Stock Trends" by Robert D. Edward dan John 
Magee; dan "Technical Analysis Explained" by Martin J. Pring (kedua buku 
merupakan materi wajib kurikulum MTA-Market Technician di AS)
          sementara di tangan kanan:
          "Security Analysis" dan "Intelligent Investor" by Benjamin Graham.

          Pada akhirnya, semua keputusan adalah urusan Anda sendiri. Saya 
sangat respek dengan dinamika dan pertukaran pandangan bahkan sampai titik 
ekstrem pertentangan karena itu semua membangun kematangan kita. Dan, 
traders/investors butuh kematangan dalam ketenangan bertransaksi, either you 
are a fully devoted FA-er or a blindfolded TA-er. Tapi, akan lebih berbobot 
jika pertukaran informasi didasarkan kepada referensi-referensi yang dapat 
dipertanggungjawabkan dan bukan hanya ingin berkata...kalau itu keluarnya bukan 
pendapat saya tapi 'firman saya"...urusan yang di atas.

          Take your time,
          "+"







  

Kirim email ke