Ada dua katalisator penting yang baru dirilis oleh lembaga berkompeten terkait dengan kinerja dan potensi MRAT.
1. Hari ini, 28 Oktober, BEI baru merilis lapkeu Q3 MRAT ( http://www.idx.co.id/Portals/0/Emiten/201010/439C1D13-97C2-43A2-9FAA-BE156FDE7083.PDF ). Rasio cepat populer menunjukkan kinerja yang tidak hanya baik tapi sangat cemerlang (excellent). Rasio Q-on-Q (real Q3) 2009/2010: Revenues/Sales: +226.65% (fantatic!) EPS: +106.55% (majestic!) Dengan kriteria erupsi harga di patokan rasio +40%, MRAT sudah berkali lipat melampaui target tersebut. 2. 26 Oktober, PEFINDO yang dijadikan barometer oleh investor insitusi dan asing untuk pilihan ekuitas berkapitalisasi kecil-menengah, baru saja merilis update proyeksi saham MRAT, dan sampai kepada kesimpulan analisis berikut: -berpengalaman sejak 1975; -efisiensi untuk marjin yang lebih tinggi; -masih tumbuh di tengah tekanan dari kosmetik Cina; -prospek usaha: Penurunan ekonomi global pada 4Q08 tampaknya tidak terpengaruh penjualan MRAT's, pasca krisis global 2008 MRAT masih dapat membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 12,27% YoY di tahun 2009...kami memperkirakan MRAT untuk membukukan pertumbuhan pendapatan setidaknya 8,97% YoY sehingga mencapai Rp 376,57 miliar; -sangat berpengalaman; -diversifikasi dalam bisnis spa; -produk handal dan berkualitas. valuasi: Estimasi Target harga saham untuk 12 bulan berdasarkan posisi penilaian pada tanggal 30 Juni 2010 dengan menggunakan metode DCF dan asumsi tingkat diskonto 10,89% adalah sebesar Rp 620 - Rp 690 per lembar saham. Laporan PEFINDO (bahasa: http://new.pefindo.com/files/2010-10-26-mrat-01-id.pdf Inggris: http://new.pefindo.com/files/2010-10-26-mrat-01-en.pdf) Saya rasa tidak ada waktu banyak sebelum saham MRAT beraksi. Dan, fakta bahwa MRAT bukan saham komoditas terlebih hard commodity seperti coal/mining, dengan karakter konsumer-nya yang defensif, MRAT bisa selamat dari volatilitas komoditas akibat spekulasi quantitative easing di AS yang semakin tidak menentu. Bottomline: I'll take the call! "+"
