pak +, substansi posting-annya tg inpc confirmed di rilis kontan online. http://investasi.kontan.co.id/v2/read/investasi/51270/INPC-bakal-diakuisisi-investor-Timur-Tengah
--- Pada Sel, 2/11/10, positif01 <[email protected]> menulis: Dari: positif01 <[email protected]> Judul: [saham] INPC buy & akumulasi - prospek + akuisisi Al Baraka Kepada: Tanggal: Selasa, 2 November, 2010, 6:16 AM Perhatikan INPC, pasca-breakout akumulasi tahap pertama (28 September 2010) sampai puncak masif 52 week hi di Rp149 (07 Oktober 2010) . Setelah keluarnya surat jawaban oleh manajemen INPC pada 07 Oktober 2010 atas pertanyaan BEI (http://www.idx.co.id/Portals/0/Emiten/201010/INPC_E045_STD_0030030139.PDF), breakout menjulang INPC mengalami pullback hingga ke kisaran harga Rp100 yang masih 43% dari closing YTD (sinyal positif). Kenaikan pada akhir September hinggal awal Oktober tersebut didorong oleh antisipasi pasar atas berita rencana penyutikan modal tambahan untuk INPC sebesar Rp500 milyar. Manajemen INPC dalam suratnya tersebut menyampaikan di antaranya bahwa: "4. Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat ini, termasuk rencana korporasi yang akan berakibat terhadap pencatatan saham Perseroan di Bursa;" dan "3. Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu" Kesimpulan yang dapat diambil dari surat keterangan manajemen INPC adalah masuknya pemodal/mitra strategis melalui mekanisme aksi korporasi yang pasti melewati manajemen dipastikan tidak terjadi, kecuali... Kecuali jika ada prospek transaksi yang tidak harus melalui manajemen dan pihak yang bertransaksi tidak punya kewajiban hukum untuk melaporkan kepada bursa, seperti private placement oleh pemegang saham. Dan sebagaimana pernyataan manajemen pada angka 3 bahwa mereka tidak mengetahui. INPC-kah target akuisisi Al Baraka? Pada awal tahun 2010, tercatat ada dua institusi finansial asal Timur Tengah yang berniat melakukan akuisisi ekuitas keuangan strategis di Indonesia, yaitu Qatar National Bank (QNB) dan Albaraka Banking Group asal Bahrain. Yang pasti QNB sudah menyebutkan target akuisisinya yaitu BKSW dan dilakukan dengan aksi korporasi right issue pada akhir tahun. Sementara manajemen INPC sudah menyangkal akan adanya aksi korporasi serupa. Tinggal Albaraka sebagaimana dikonfirmasi oleh Bloomberg (http://www.bloomberg.com/news/2010-10-31/albaraka-banking-sees-acquisition-in-indonesia-in-first-quarter-ceo-says.html). Rencana akuisisi lembaga keuangan oleh Al Baraka direncanakan tuntas pada kuartal 1-2011. Tanpa merinci lebih lanjut pada pertengahan tahun Albaraka telah mengindikasikan entitas mana yang akan mereka caplok. Bloomberg Businessweek menyebutkan pada 1 Juni 2010 bahwa Al Baraka telah memberitahukan Bank Indonesia terkait skema akuisisi bank di Indonesia. Disebutkan bahwa bank yang akan diakuisisi adalah bank Komersial yang akan dijadikan bank komersial syariah (http://investing.businessweek.com/research/stocks/private/snapshot.asp?privcapId=33688251). Tidak lama berselang, dari semua emiten bank di BEI, satu-satunya yang menyebutkan secara spesifik rencana keterlibatan dalam unit syariah adalah INPC (Bank Arta Graha) sebagaimana dilansir oleh Bisnis Indonesia pada 8 Juni 2010 (http://bataviase.co.id/node/242587). Dana yang disiapkan oleh Al Baraka untuk akusisi di Malaysia dan Indonesia sekitar US$200 juta dengan alokasi akuisisi di Indonesia sebesar US$50 juta. Terlepas dari Al Baraka, rencana INPC untuk masuk ke dalam perbankan syariah jelas merupakan aksi korporasi yang perlu mendapat perhatian terkait dengan prospek dan akselarasi pertumbuhan usaha INPC. Langkah masuk ke syariah jelas memberikan sentimen positif untuk jangka menengah/panjang sekaligus meningkatkan leverage saham INPC. Dengan laporan keuangan kuartal terakhir (3-2010) yang masih menunjukkan daya tahan dan potensi INPC untuk sembilan bulan di 2010 dengan interest income tumbuh +13% dan EPS +84%, INPC dapat menjadi saham menengah primadona untuk awal 2011(http://www.idx.co.id/Portals/0/Emiten/201010/B9203BAA-8F0B-4600-BAA9-98394138480B.PDF). "+"
