Melanjutkan posting terdahulu, indikator teknikal untuk sektor swing
beberapa hari ke depan mengisyaratkan sektor mining akan tetap take the
lead. Sementara agri look tempting for the time being, tetapi diragukan akan
bisa melanjutkan minggu depan. Data fundamental menunjukkan meski supply
agri tidak cukup kuat tetapi pada saat yang bersamaan demand global juga
melemah, berbeda dengan sektor mining. Menggantunkan kepada ketinggian harga
komoditas agri semata menjadi pure speculation dengan resiko tertinggi
dibandingkan kondisi faktual supply-demand mining.

30 menit pertama Jumat ini, IHSG menunjukkan prospek yang positif untuk
sektor mining dengan catatan bahwa subsektor coal mining rentan terhadap
profit taking dan sudah mulai terealisasi. Berbeda dengan coal mining, timah
dengan leading stock TINS mengisyaratkan arah yang berbeda dan mulai
mendapatkan justifikasi asing yang tercatat menaruh confident terhadap TINS.
Merefleksi kepada saham mining BUMN lain seperti PTBA, TINS bisa diharapkan
untuk bergerak 5-10% dalam waktu dekat jika mampu survive dari serangan
kekhawatiran pemain domestik yang sepertinya selalu bertindak terlambat baik
masuk ataupun keluar.

"+"

2010/11/4 positif01 <[email protected]>

> Bloomberg: "Morgan Stanley said in an Oct. 28 report stock volatility may
> increase because of “liquidity-driven momentum buildup” in equity and
> commodity markets and a rise in inflation. Investors should utilize this
> volatility as an “entry opportunity,” the brokerage said. "
>
> QE2 sudah dikonfirmasi. Akumulasi TINS yang masih punya upside room luas
> dan minimal realisasi profit taking jangka pendek. Kontrol harga dan suplai
> timah global ada pada leverage produksi dan kinerja TINS saat ini. Berbeda
> dengan sektor mining lainnya seperti batubara yang lebih diversified dan
> sudah berada pada range harga yang rentan profit taking lanjutan dalam
> interval jangka pendek.
>
> "+"
>

Kirim email ke