mana ada mau invest koar koar?

 Daud Muhamad Samsudin Hardjakusumah
[email protected]
sidaut.blogspot.com




________________________________
From: positif01 <[email protected]>
Sent: Tue, November 9, 2010 8:58:50 AM
Subject: [saham] dan HOAX Re: Kabar Buffett dan SMCB (most likely not true)

  
Berita yang dihembuskan kemarin untuk menopang kenaikan SMCB bahwa Warren 
Buffett menimbang dan menimang SMCB, selain diragukan sebagaimana posting saya 
sebelumnya, juga setelah ditelusuri ke pusat sumber yaitu Bloomberg, hasilnya 
tidak hanya akurat tapi tidak pernah ada pemberitaan seperti itu. Berita yang 
diedarkan adalah hasil markup/edit dari berita sebenarnya yang jangankan 
menyebut SMCB, menyebut Indonesia pun tidak. 
(http://www.bloomberg.com/news/2010-11-08/buffett-s-buyout-search-aided-by-biggest-cash-hoard-since-2008.html).
 Banyak cara untuk mengotentisasi berita selain tiap media besar punya media 
online dan search engine juga penulis berita yang tercantum dapat dicari. Jika 
tidak ditemukan, berarti berita siluman. Siapa bandar SMCB? Sedemikian frustasi?
 
Jadi SMCB? Yang terpincut berita tidak jelas kemarin ya silakan ikutan 
buffet...prasmanan antri jualan. :d Yang belum? Harus mengenal betul asal 
berita 
dan referensi berita.
 
"+"

 
2010/11/9 positif01 <[email protected]>

Kabar tentang Buffett ke ekuitas Asia, termasuk Indonesia, secara umum bisa 
dipertanggungjawabkan. Hanya ketika masuk ke kabar pilihan saham, itu yang 
perlu 
dikritisi. Pertama, tidak pernah dalam sejarah Buffett seperti analis yang 
menyebut pilihan emiten sebelum beli/jual, yang kedua Buffett punya sektor 
tradisional pilihan selama 6-7 dekade riwayat investasinya. Dari klaim ketiga 
saham sebagaimana diberitakan (TLKM, INDF/ICBP, SMCB), pilihan ke SMCB atau 
Holcim patut diragukan. Pertama, sektor infrastruktur dan subsektor semen bukan 
pilihan tradisionalnya, dan belum pernah punya saham semen (if not mistaken), 
kalau Buffett niat masuk ke semen, dia akan masuk ke holding Holcim di Swiss 
daripada cabang Indonesia. Kedua, SMCB tidak punya posisi "monopoli" semen di 
Indonesia dibandingkan INTP atau SMGR dari sisi volume.
> 
>"+"

 


      

Kirim email ke