Ada berita menarik di penghujung minggu dari International Financing Review
(IFR). Judulnya kurang lebih seperti subyek posting di atas.

Kesimpulannya, berdasarkan pengamatan atas transaksi-transaksi penjualan
saham partai besar ('block sales') di sejumlah pasar Asia, di antaranya
Malaysia dan Indonesia, akhir-akhir ini diindikasikan adanya kecenderungan
reaksi pasar secara umum atau reaksi pemilik perusahaan ('controlling
shareholders') bahwa nilai perusahaannya sudah 'topping' atau mencapai
puncak. Tercatat dari sejumlah pemilik perusahaan yang men-"cair"-kan
kepemilikannya pada beberapa pasar Asia didapatkan nilai sebesar US$1,9
miliar yang dipicu oleh peningkatan drastis valuasi. Salah seorang bankir
ECM di Asia Tenggara mengingatkan, "When people start behaving like this,
history tells us that we're pretty close to the top."

'Block sale' untuk pasar Indonesia, sebagaimana rilis berita IFR tersebut,
baru-baru ini terjadi dalam hal penjualan penyertaan INdika Mitra Energi
atas 520,5 juta sahamnya di emiten berkode INDY. Penjualan tersebut ('share
placement') berhasil meraih Rp1,9 triliun dengan harga Rp3.675/saham atau
diskon 5.8% dari penutupan 10 November. Transaksi tersebut menerima respon
yang luar biasa sehingga harus di-'upsize' sebanyak 41% dari rencana awal
370 juta saham saja. Penawaran 'oversubscribed' dan berhasil menarik lebih
dari 50 permintaan. Permintaan datang dari investor global dan domestik,
dengan mayoritas jatuh kepada investor jangka panjang.

http://www.ifrasia.com/calling-the-top?-flurry-of-block-sales-sound-alarm-for-asian-equities/613385.article

'+'

Kirim email ke