Minta info dong teman2, buat KRAS kira2 masi bisa ijo ga ya?? Thx guys...
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Bambang Kansah <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 16 Nov 2010 09:10:02 
To: obrolan-bandar<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: saham<[email protected]>
Subject: [saham] WOW, Penjualan Mobil Melonjak 40,7%

BISNIS.COM: Realisasi penjualan mobil pada Oktober melonjak 40,7%
dibandingkan dengan bulan sebelumnya, lebih tinggi dari proyeksi awal yakni
39,9%.

Kinerja penjualan mobil yang kem­bali menanjak ini ter­dong­krak oleh
promosi secara agresif yang digencarkan para agen tung­gal pemegang merek
(ATPM) dan suku bunga yang ren­dah.

Data terbaru Gabungan In­dus­tri Kendaraan Bermotor In­do­ne­sia (Gaikindo)
menunjukkan re­a­li­sasi  penjualan mobil pada bu­lan lalu mencapai 69.127
unit, meng­alami rebound setelah me­le­mah pada September, yakni ha­nya
49.136 unit.

Secara kumulatif, penjualan mo­bil di Indonesia sepanjang Ja­nua­ri-Oktober
menembus 625.322 unit, melambung 61,4% di­bandingkan dengan periode yang
sama 2009 yaitu 387.323 unit. Bahkan, penjualan mobil sam­pai Oktober lalu
melampaui total pasar kendaraan roda empat sepanjang 2009 yang hanya 483.548
unit.

Sebelumnya, data penjualan se­mentara mobil secara nasional memperlihatkan
bahwa volume distribusi dari pabrik ke jaringan diler sebesar 68.965 unit
dan rea­li­sasi penjualan ritel sebanyak 65.868 unit.

Direktur Pemasaran dan La­yan­an Purna Jual PT Honda Pros­pect Motor (HPM)
Jonfis Fandy me­negaskan penjualan mobil se­ca­ra nasional pada bulan lalu
me­mang diyakini lebih tinggi dari Sep­tember, yakni mampu me­nem­bus
kisaran 68.000 unit.

Angka penjualan secara ritel yang lebih rendah dibandingkan de­ngan
wholesales, kata Jonfis, bu­kan karena permintaan kon­su­men yang
terkoreksi, melainkan le­bih di­pengaruhi kegiatan pro­duk­si un­tuk mengisi
pasokan.

“Stok berkurang jadi pabrikan meng­isi suplai yang cukup tinggi pada bulan
lalu. Tetapi ada pro­duk­si pada Oktober yang belum menjadi ritel, karena
ini butuh wak­tu sehingga angka wholesales menjadi lebih tinggi,” kata
Jonfis kepada Bisnis, kemarin.

Khusus untuk Honda,  Jonfis mengakui stok kendaraan secara nasional masih
berada di bawah 1 bulan. HPM mem­pro­ye­k­si­kan vo­lume penjualan  mobil di
In­do­nesia sampai akhir tahun mam­pu menembus rekor baru yakni 740.000
unit, di mana pasar mo­bil di November dan De­sem­ber ber­ge­rak di kisaran
60.000 unit per bulan.

Jonfis optimistis Honda mam­pu melego sebanyak 60.000 unit ken­daraan pada
tahun ini.

Genjot produksi

Merespons permintaan pasar yang tinggi terhadap model Jazz, Freed dan New
CR-V, Honda saat ini menggenjot produksi di pab­rik Karawang dengan
beroperasi se­banyak 2,5 shift kerja.

“Pemegang merek masih akan terus agresif menggelar kampa­nye penjualan
sampai akhir ta­hun ini, seperti diskon, cash back atau sub­sidi. Ini
sebagai kom­pen­sasi ni­lai tukar rupiah yang me­nguat, se­hingga ATPM
me­ngem­ba­­li­kan­nya ke konsumen. Kon­disi eko­no­mi dan suku bunga ma­sih
di­pro­yeksikan stabil,” paparnya.

Di sisi lain, PT Toyota Astra Mo­tor (TAM) mengumumkan pen­­jualan kembali
meningkat ta­jam pada Oktober dan salah satu ke­naikan terbesar dibukukan
oleh Toyota Dyna setelah pen­jual­an ritel naik 57,2% menjadi 1. 605 unit.

Secara total produk-produk ko­mersial Toyota mencetak angka pen­jualan
sebesar 2.198 unit, me­ningkat sebesar 46,3% di­ban­ding­kan dengan
September 2010. Ada­pun penjualan ritel produk-pro­duk passanger Toyota naik
34,3% menjadi 23.177 unit pada Ok­tober.

”Kenaikan penjualan yang ber­h­asil dicetak oleh Toyota Dyna se­ca­ra tidak
langsung me­nun­juk­kan betapa besarnya kebutuhan akan kendaraan komersial
di In­do­nesia, yang berarti pe­ning­kat­an pengembangan dan ekonomi
In­donesia pun semakin ber­kem­bang,” kata Johnny Darmawan, pre­siden
direktur TAM.

Menurut Rizwan Alamsyah, di­rektur pemasaran PT Kra­ma­yudha Tiga Berlian
Motors (KTB), pemegang merek Mit­su­bishi di Indonesia, permintaan di
Sep­tember sebenarnya normal, te­tapi karena libur Lebaran se­la­ma 2
minggu, praktis pe­n­jual­an menjadi turun.

“Pasar di Oktober kembali naik. Jadi angka September yang ren­dah bukan
karena penurunan per­mintaan, melainkan seasonal saja,” ka­tanya.

Rizwan memproyeksikan pasar mobil pada bulan ini akan lebih tinggi
dibandingkan dengan Ok­to­ber, lalu kembali  menurun pa­da Desember karena
libur Natal dan akhir tahun. (11) (siti.mu­na­wa­...@bis­nis.co.id)

-- 
send from my hoki blackberry@

Kirim email ke