Sangat setuju dng Pak Irwan Sebagai nubie, terus terang saya sedang ingin belajar proses IPO dan KS merupakan momoent yg pas utk saya belajar, tapi saya sendiri wondering kapan & bagaimana mekanisme book building nya diumumkan oleh konsorsium underwriter nya KS (apa saya missed the news).. sekaligus ingin tanya apakah proses book building itu bisa dipantau secara realtime oleh public sehingga harga yg optimal tercapai & terpantau secara bersama?
Tku ats pencerahannya.. Salam.. In [email protected], Irwan Ariston Napitupulu <irwanaris...@...> wrote: > > Ini masukan berharga dari greenhorn, mungkin soal book building ini perlu > disosialisasikan lebih jauh lagi ke investor ritel yg lokal agar mereka tahu > ada proses book building dan bagaiaman cara memesannya. > > Misalnya saja, diwajibkan underwriter mengumumkan melalu media cetak > nasional proses bookbuilding dan cara pemesanannya. Dengan demikian > masyarakat banyak yang bisa berpartisipasi pada proses book building. > > Masukan2 positip seperti ini saya percayai akan membantu pasar modal kita > berkembang ke arah yang lebih positip lagi ke depannya. > > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > 2010/11/17 greenhorn <gre3nh...@...> > > > > > > > Karena harga tidak hanya ditentukan dari valuasi semata, tapi juga dari > > demand maka memang dibutuhkan cara yang lebih baik agar semua kepentingan > > terakomodir. > > Rasanya sayang kalau demand yang tinggi khususnya dari ritel tidak bisa > > dimanfaatkan untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Pada dasarnya dana yg > > dipakai institusi adalah dana masyarakat apakah lewat reksadana, jamsostek > > dll, artinya daya beli dari masyarakat (ritel) cukup tinggi. Ritel juga > > lebih tahan resiko, karena dengan pengetahuan yang sangat minim tentang > > valuasi saja mereka berani membeli. Bandingkan dengan institusi yang hanya > > akan membeli dengan harga wajar saja. Atau apakah memang sengaja dibuat > > demikian? Underwriter-->Institusi/pemodal besar--->ritel. Kok seakan-akan > > ritel jadi sasaran empuk tempat mencari keuntungan? > > > > Mekanisme untuk meraih dana langsung dari masyarakat(ritel) semaksimal > > mungkin perlu dipikirkan. Repotnya setiap ipo justru masyarakat kurang > > mendapat sosialisasi, ini mungkin disebabkan mekanisme selama ini yang > > membuat seakan-akan power buying dari masyarakat itu lemah? > > > > > > salam, > > green > > > > > > > > 2010/11/17 Irwan Ariston Napitupulu <irwanaris...@...> > > > > > >> > >> > >> Berdasarkan keterangan dari Dirut KS di Metro TV, mereka memang butuh > >> dananya sebesar itu. Sehingga range harga 800-1150 disepakati. > >> > >> Pada waktu book building, tidak ada permintaan yg besar. Sehingga harga yg > >> diperkirakan aman untuk jualan adalah 850. > >> > >> Kalau ternyata 10 hari setelah itu, pada saat dilakukan penawaran IPO, > >> kondisi bursa makin bullish, belum lagi dibikin heboh dengan dibikin target > >> tinggi2 sehingga masyarakat jadi pada nubruk, rame2 beli, dan para bandar > >> juga makin heboh karena mencium bau bisa cari untung di euforia KS, > >> sehingga > >> pada akhirnya pada saat IPO terjadi pemesanan yg meningkat tinggi, maka > >> terjadilah seperti yg kita saksikan. > >> > >> Menambah jumlah saham yg akan dijual, tentu bukan solusi yg baik secara > >> manajemn perusahaan kalau memang mereka butuh dananya tidak sebanyak itu. > >> > >> Merubah angka IPO yg sudah diumumkan menjadi lebih tinggi, malah lebih > >> kacau lagi, karena akan mengundang ketidakpercayaan di masa mendatang > >> karena > >> tidak ada unsur kepastian harga setelah diumumkan. > >> > >> Mengurangi jatah prime customer, juga repot untku underwriter, karena bisa > >> saja prime customer itu di penawaran berikutnya yg dilakukan underwriter > >> jadi mengurangi minatnya. Padahal bisnis underwriter ini lumayan bergantung > >> pada prime customer yg telah mereka bina. > >> > >> Ini yg banyak tidak diketahui oleh publik. Mereka dapat informasinya malah > >> yang tidak tepat. Akibatnya kecurigaan2 yang muncul. > >> > >> Saya merasa perlu memberikan informasi yg berimbang agar tidak terjadi > >> proses pembodohan dan penyesatan informasi yg pada akhirnya malah akan > >> merusak kondisi pasar modal kita. > >> > >> > >> jabat erat, > >> Irwan Ariston Napitupulu > >> > >> Sent from my BlackBerry® > >> ------------------------------ > >> *From: * invio_...@... > >> *Sender: * [email protected] > >> *Date: *Wed, 17 Nov 2010 02:45:52 +0000 > >> *To: *Saham<[email protected]> > >> *ReplyTo: * [email protected] > >> *Subject: *Re: [saham] LAGI LAGI KRAS > >> > >> Yg jadi masalah sebenarnya cm pembagian/alokasi IPO KRAS dirasa tdk fair > >> krn dikuasai intstitusi BUMN,kl sampe oversubscribe 9X knp tdk ditambah aja > >> sahamnya jd 6milyar lembar,lagian kl KRAS cm dpt dana dr IPO 2,6 trilyun > >> itu > >> kurang buat pengembangan KRAS,labanya aja terakhir udah 1trilyun masak > >> butuh > >> tambahan modal cm 2,6T > >> > >> Powered by Telkomsel BlackBerry® > >> ------------------------------ > >> *From: * "Irwan Ariston Napitupulu" <irwanaris...@...> > >> *Sender: * [email protected] > >> *Date: *Wed, 17 Nov 2010 02:38:07 +0000 > >> *To: *<[email protected]> > >> *ReplyTo: * [email protected] > >> *Subject: *Re: [saham] LAGI LAGI KRAS > >> > >> > >> > >> > >> Kalau memang bakalan laku, sudah tercermin pada saat bookbuilding Pak. > >> Akan terlihat permintaan yang oversubscribe paling tidak 1.8x di harga > >> 1150. > >> Sayangnya faktanya tidak berbicara demikian. > >> > >> Kalau di bookbuilding saja tidak terlihat minat beli, bagaimana > >> underwitter bisa tahu? :) > >> Mereka, underwritter, tidak akan spekulasi akan hal tersebut. Underwritter > >> tidak bekerja berdasarkan ilmu cenayang :) > >> > >> > >> jabat erat, > >> Irwan Ariston Napitupulu > >> > >> Sent from my BlackBerry® > >> ------------------------------ > >> *From: * robbie...@... > >> *Sender: * [email protected] > >> *Date: *Wed, 17 Nov 2010 02:12:18 +0000 > >> *To: *<[email protected]> > >> *ReplyTo: * [email protected] > >> *Subject: *Re: [saham] LAGI LAGI KRAS > >> > >> Masalahnya, kalo IPO nya di 1150 emank ga bakalan laku ?? > >> Tentu sama aja akan laku, dan negara dapet uang lebih banyak... Itu kali > >> yg ada di benak 13 ekonom itu =) > >> > >> Salam... > >> > >> > >> > >> Sent from my BlackBerry® > >> powered by Sinyal Kuat INDOSAT > >> ------------------------------ > >> *From: * greenhorn <gre3nh...@...> > >> *Sender: * [email protected] > >> *Date: *Wed, 17 Nov 2010 05:26:50 +0800 > >> *To: *<[email protected]> > >> *ReplyTo: * [email protected] > >> *Subject: *Re: [saham] LAGI LAGI KRAS > >> > >> > >> > >> Mangstaff bro.... > >> > >> salam, > >> green > >> > >> > >> 2010/11/17 positif01 <positi...@...> > >> > >>> > >>> > >>> Saya pribadi sedari awal sudah memberikan 'compliment' kepada para pihak > >>> yang terkait dengan pelaksanaan IPO KRAS. Alih-alih mereka > >>> direndahkan/dicurigai, justru semua yang terlibat langsung patut diberi > >>> 'award of recognition'. Perhitungan valuasi saya menunjukkan dengan level > >>> harga Rp850 pun sudah 'overvalued'. Patokan awal di Rp600 lebih > >>> 'justifiable' meskipun untuk pendekatan investasi yang mensyaratkan > >>> perlunya > >>> 'margin of safety' bisa menuntut harga di kisaran Rp450. Toh tidak terlalu > >>> keliru, animo asing secara riil di lapangan sebagaimana hasil 'book > >>> building' pun tidak antusias di Rp850. Jadi, jika ada yang mampu menjual > >>> jauh di atas 'fair value', itu sungguh suatu pencapaian. > >>> > >>> Namun demikian, pantas untuk dicatat pula untuk ke depannya perlunya > >>> rilis informasi yang lebih berhati-hati. Tidak bisa dipungkiri kecurigaan > >>> yang timbul bukan hanya karena "tidak atau kurang jatah" tetapi juga > >>> karena > >>> ketidakmengertian. Keributan tentang "terlalu murah"-nya harga perdana > >>> KRAS > >>> jika ditelusuri secara kronologis semuanya berujung kepada deduksi > >>> psikologis sekelompok warga yang melihat dan menganggap ada kontradiksi > >>> antara rilis 'oversubscribed' dan penentuan harga perdana di 'range' bawah > >>> dari estimasi harga. Jika membaca 'counter' informasi dari pihak-pihak > >>> yang > >>> berkompeten kemudian diketahui bahwa apa yang dipahami sebagai > >>> 'oversubscribed' tidak seperti yang mungkin ada di benak para pihak yang > >>> berkeberatan. Dan, bagi yang paham dengan valuasi, juga dengan mudah > >>> memahami bahwa persoalannya bukan murah karena ada di 'range' bawah > >>> kisaran > >>> estimasi harga perdana, tetapi justru 'range' estimasi harga itu sendiri > >>> apakah sudah akurat? Kalau menilik valuasi saya sendiri, baik atas dasar > >>> metode konvensional yang paling umum sampai dengan komparasi regional > >>> peer, > >>> justru bukan "terlalu murah" tetapi "terlalu mahal". > >>> > >>> Adapun mengenai semangat "nasionalisme" yang sepertinya terkandung atau > >>> coba dikandung oleh mereka yang berkeberatan, at first place, they are all > >>> equally supposed to get some respect, namun demikian dalam konteks pasar > >>> modal, tidak ada salahnya mengulang posisi yang saya selalu ambil > >>> viz-a-viz > >>> pendekatan 'nasionalis' yang out-of-context sebagai berikut: > >>> > >>> Saham itu seperti air, tidak ada nasionalisme. Kalau air jatuh mencari > >>> tempat yg rendah, terlepas air zamzam atau air sungai Bahorok, ya karakter > >>> air seperti itu. Begitu juga dana ekuitas, yang dicari ya 'yield/return', > >>> terlepas saham apa di mana dan dana dari mana. Apalagi konteksnya > >>> perdagangan bursa. Tidak ada bursa di dunia ini yang membatasi asal > >>> likuiditas. Bursa Indonesia bisa maju justru karena bersikap a-nasionalis. > >>> Jika konsisten dengan paham dan semangat nasionalis justru tidak akan > >>> maju. > >>> Why? Karena hingga detik ini yang menopang akselarasi bursa lokal justru > >>> dana asing. Asing tercatat menguasai saham sebanyak 67%. Bayangkan kalau > >>> pemilik-pemilik dana asing yang masuk ke Indonesia bersikap nasionalis > >>> seperti beberapa tokoh terhormat, untuk apa mereka (asing) ke Indonesia, > >>> 'ngendon' saja sebagai pahlawan nasionalis di negara-negara mereka yg > >>> notabene sudah maju. > >>> > >>> Jangan hipokrisi, nasionalis untuk diri sendiri, tetapi berharap orang > >>> lain, khususnya modal asing, bersikap a-nasionalis untuk 'inflow'/masuk > >>> baik > >>> sebagai 'porfolio' atau 'foreign direct investment' ke negara kita > >>> sendiri. > >>> Jika itu yang terjadi semua bangsa bisa kembali ke awal abad 18-an ketika > >>> semua orang sibuk jadi 'chauvinistis'. Dalam konteks IPO KRAS akan lucu > >>> bagi > >>> yg mengerti, kenapa? Karena asing pun dijatah hanya 35% dari 20% saham yg > >>> dicatatkan. Artinya asing hanya dapat akses pasar perdana pada saat 'book > >>> building' dan 'pooling' sebanyak 7%. Lebih lucu lagi setelah tahu bahwa > >>> selesai listing hari pertama, asing justru ramai-ramai menjual lebih > >>> kurang > >>> 2-3% porto sehingga tersisa hanya 3-5% saja. Di mana letak penguasaan > >>> asing? > >>> Anehnya, yang tunjuk hidung asing malah mengatakan, "tuh asing dapat > >>> untung > >>> gede...mereka jual sekarang sahamnya". Ini jawaban datang dari paradigma > >>> aneh dan logika berpikir yang simpang siur ('contradictio in terminis'), > >>> tetapi lebih tepatnya tidak mengerti. > >>> > >>> Kalau konsisten dengan semangat nasionalisme, justru ketika asing jual, > >>> disambut gegap gempita dong sembari meneriakkan yel-yel, "lihatlah, kita > >>> telah rebut kembali!", sembari membayangkan pidato Soekarno ketika merebut > >>> Irian Barat. Yang absurd dari pandangan itu adalah, asing jual, siapa yg > >>> beli? ...Neneknya asing? Tentu bukan. Yang beli ya investor lokal juga. > >>> Jadi > >>> siapa yang rugi? Apa iya ada orang mau beli rugi, terlepas nantinya > >>> mungkin > >>> keputusan investasinya tidak tepat? .... > >>> > >>> Pada akhirnya, semuanya hanya persoalan sederhana, 'supply and demand' > >>> dan ekspektasi. TIDAK ADA nasionalisme di situ. (titik) > >>> > >>> '+' > >>> > >>> 2010/11/16 Irwan Ariston Napitupulu <irwanaris...@...> > >>> > >>> > >>>> > >>>> Bu Anita, terima kasih telah bersedia mengkoreksinya. Bayangkan Bu, > >>>> dampak dari kesalahan Bu Anita menulis bagi mereka yg membaca dan tidak > >>>> memahami. Bisa2 nanti tersebar rumors/klaim bahwa asing mendapatkan 73%, > >>>> padahal tulisan itu karena Bu Anita salah menulis. Padahal seringnya > >>>> orang > >>>> memegang informasi yg pertama. > >>>> > >>>> Mengenai 73% dipegang oleh investor institusional itu perlu Bu Anita dan > >>>> rekan2 lainnya juga ketahui, bahwa dibalik investor insitusional seperti > >>>> institusi dana pensiun maupun reksadana, adalah investor peritel juga. > >>>> Begitu banyak investor ritel yang menanamkan investasinya di reksadana > >>>> ekuiti maupun campuran. Juga institusi dana pensiun. > >>>> > >>>> Pada hari Senin pagi kemarin, 15 Nov 2010 , dari jam 10-12, saya sebagai > >>>> salah satu pengurus AAEI bersama kawan2 AAEI yg dipimpin oleh Pak > >>>> Haryajid > >>>> (ketua AAEI), Pak Budi Ruseno (Penasehat AAEI), dan 3 kawan AAEI > >>>> lainnya, > >>>> mendatangi kantor Bapepam dan diterima oleh Ketua Bapepam Bpk. Fuad > >>>> beserta > >>>> jajaran pimpinan Bapepam lainnya. Di pertemuan tersebut saya > >>>> berkesempatan > >>>> menyampaikan keluhan2 yang ada di milis ini seputar IPO KS khususnya > >>>> mengenai alokasi penjatahan. Kawan2 sayaKami, pihak AAEI pun juga saling > >>>> memberikan masukan ke Bapepam selain kita juga mendapat banyak masukan > >>>> dari > >>>> Bapepam seputar IPO KS ini. > >>>> > >>>> Proses kedepannya memang diperlukan sosialisasi kepada masyarakat luas > >>>> agar mereka boleh memahami dan teredukasi dengan lebih baik lagi mengenai > >>>> proses IPO ini, dan pasar modal pada umumnya. Kami, pihak AAEI, pada > >>>> dasarnya siap membantu BEI maupun Bapepam dalam mensosialisasikan pasar > >>>> modal kepada masyarakat luas. > >>>> > >>>> Banyak hal yg kami bahas selama 2 jam tersebut. Pada intinya, kami sama2 > >>>> bersepakat untuk menjaga agar pasar modal kita tetap sehat dan tidak > >>>> kehilangan momentum hanya karena ada segelintir orang yang baik disengaja > >>>> atau tidak sengaja telah mengancam keberadaan pasar modal di Indonesia. > >>>> Tapi > >>>> saya yakin, dengan informasi yg tepat dan benar, masyarakat kita akan > >>>> teredukasi dengan baik, dan tidak mudah lagi disesatkan oleh sekelompok > >>>> orang. > >>>> > >>>> > >>>> > >>>> jabat erat, > >>>> Irwan Ariston Napitupulu > >>>> > >>>> 2010/11/16 Anita Bdg <bdg_an...@...> > >>>> > >>>>> > >>>>> > >>>>> * > >>>>> Terima kasih banyak atas penjelasannya bang Ian. > >>>>> sekaligus saya mengoreksi bang, > >>>>> yg 73 % itu intitusi...bang bukan asing, sisanya 27 % publik > >>>>> padahal singkatan IPO kan Initial Public Offering he..he... > >>>>> OK salam sukses. > >>>>> > >>>>> ============================================== > >>>>> Bela KS, Bapepam Anggap Harga IPO KS Wajar* > >>>>> Herdaru Purnomo - detikFinance > >>>>> > >>>>> > >>>>> Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) > >>>>> menyatakan harga saham perdana dalam initial public offering (IPO) PT > >>>>> Krakatau Steel Tbk (KS) sebesar Rp 850 per saham sudah wajar dan tak > >>>>> perlu > >>>>> diributkan. > >>>>> > >>>>> Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany mengatakan, harga IPO KS sudah sangat > >>>>> wajar dan lebih bagus dari harga saham perusahaan baja asal Korea yakni > >>>>> Posco. > >>>>> > >>>>> "Harga di situ tuh harga yang wajar bahkan lebih bagus dari harga Posco > >>>>> di Korea kemarin. Sebelumnya Sky Tower Bersama yang IPO juga naik 49%. > >>>>> KS > >>>>> itu kan sama segitu naiknya 48%. Terus Bank Jabar Banten itu naiknya > >>>>> sampai > >>>>> 50% lebih gede lagi, wajar itu dari market. Kan beda pasar perdana > >>>>> dengan > >>>>> sekunder di market," ujar Fuad ketika ditemui di sela acara Infobank > >>>>> Outlook > >>>>> 2011 di Graha Niaga, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (16/11/2010). > >>>>> > >>>>> Fuad menyatakan proses IPO KS sudah positif dan tak perlu diributkan > >>>>> lagi karena bisa mempengaruhi kepercayaan investor terhadap kondisi > >>>>> investasi di Indonesia. > >>>>> > >>>>> "Sebaiknya kita positif saja lebih konstruktif walaupun ada kritik > >>>>> nggak apa, tapi jangan ada informasi-informasi yang menyesatkan yang > >>>>> mempengaruhi iklim investasi, kita nggak perlu khawatirlah sekarang, > >>>>> semua > >>>>> indikator-indikator ekonomi kita bagus. Sekarang kalau ada perubahan > >>>>> indeks > >>>>> turun lebih banyak itu global tren saja. Domestiknya itu bagus," papar > >>>>> Fuad. > >>>>> > >>>>> > >>>>> Dikatakan Fuad dirinya sudah mendapatkan laporan alokasi tentang saham > >>>>> KS. Dari laporan tersebut dikatakan kepemilikan saham publik KS sebesar > >>>>> 27% > >>>>> dipegang investor ritel dan 73% dimiliki investor institusional. > >>>>> > >>>>> Investor ritel domestik yang memiliki saham KS jumlahnya 16 ribu orang > >>>>> di luar reksa dana. Menurutnya soal permasalahan banyaknya investor > >>>>> yang tak > >>>>> kebagian jatah saham KS tak perlu diributkan. > >>>>> > >>>>> "Kita harus ambil hikmah dari KS ini dan mudah-mudahan ke depan ada > >>>>> perbaikan. Kita harus lebih transparan dan sosialisasi," cetus Fuad. > >>>>> > >>>>> (dnl/dro) > >>>>> > >>>>> http://www.detikfinance.com/read/2010/11/16/123840/1495390/6/bela-ks-bapepam-anggap-harga-ipo-ks-wajar?f9911013 > >>>>> > >>>>> > >>>>> --- Pada *Sel, 16/11/10, Irwan Ariston Napitupulu < > >>>>> irwanaris...@...>* menulis: > >>>>> > >>>>> > >>>>> Dari: Irwan Ariston Napitupulu <irwanaris...@...> > >>>>> Judul: Re: [saham] LAGI LAGI KRAS > >>>>> Kepada: [email protected] > >>>>> Tanggal: Selasa, 16 November, 2010, 2:13 PM > >>>>> > >>>>> > >>>>> > >>>>> > >>>>> Merespon keluhan Bu Anita, saya coba buatkan garis besarnya saja. Saya > >>>>> percaya, ketidaktahuan dan kekurangan informasi kepada pelaku pasar akan > >>>>> melahirkan kecurigaan yang sebenarnya tidak perlu sampai terjadi. > >>>>> > >>>>> Kira2 garis besarnya proses IPO itu seperti berikut: > >>>>> > >>>>> Untuk penentuan range harga IPO, ditentukan berdasarkan faktor > >>>>> fundamental dari perusahaan dan juga mempertimbangkan kira2 minat dari > >>>>> investor ada saat road show. > >>>>> Berdasarkan keterangan Dirut KS di MetroTV, saat ini menggunakan > >>>>> pembanding pabrik baja dari Korea dan India. > >>>>> Tidak menggunakan pembanding dari China, karena growth di China sangat > >>>>> tinggi, sementara di Indonesia pabrik baja sampai tahun 2006 > >>>>> pertumbuhannya > >>>>> sangat lambat. Baru belakangan mulai terlihat ada pertumbuhan. > >>>>> > >>>>> Dari perhitungan fundamental tersebut, keluarlah angka 800-1150 untuk > >>>>> harga book building. > >>>>> > >>>>> Pada masa bookbuilding, berdasarkan keterangan Pak Fuad di Metro TV yg > >>>>> saya dengar: > >>>>> oversubscribe dengan pemesanan di harga 850 adalah 1,8x > >>>>> oversubscribe dengan pemesanan di harga 900 adalah 1,3x (atau sekitar > >>>>> itu) > >>>>> oversubscribe dengan pemesanan di harga 950 adalah 1x (atau sekitar > >>>>> itu). > >>>>> > >>>>> Dari kebiasaan dan pengalaman, underwritter akan memilih harga yg aman > >>>>> untuk dia jualan yg biasanya pada harga sekitar oversubscribe 2x. > >>>>> Tujuannya > >>>>> adalah agar pada masa pembayaran yg 10 hari setelah penentuan harga IPO, > >>>>> dalam kasus ini batas tanggal tsb adalah 4 Nov 2010, jumlah saham yg > >>>>> ditawarkan habis terbeli alias dilunasi. > >>>>> > >>>>> Apakah ada kemungkinan tidak dilunasi walau sudah dipesan? > >>>>> Ya, ada kemungkinan itu. Bisa saja investor yg sudah pesan beli, lalu > >>>>> pada masa 10 hari itu katakanlah tiba2 pasar berbalik arah jadi bearish > >>>>> karena pasar global berubah arah jadi bearish, maka resiko investor > >>>>> hengkang > >>>>> dan membatalkan pembelian jadi meningkat. Itu sebabnya, dipilih angka > >>>>> harga > >>>>> dimana oversubscibe nya sekitar 2x. Kejadian hengkangnya pembeli itu > >>>>> terjadi pada kasus BBNI dulu, dimana ada sejumlah investor sebesar 1 > >>>>> Triliun > >>>>> yg hengkang tidak jadi beli karena pasar berubah bearish. Akibatnya bisa > >>>>> kita bagaimana dulu underwritter dan pemerintah kerepotan dengan kasus > >>>>> BBNI. > >>>>> > >>>>> Pada dasarnya underwritter itu bekerja untuk menjual habis barang > >>>>> dagangannya karena mereka mendapatkan keuntungan dari komisi penjualan > >>>>> yg > >>>>> didapat. Peraturan bapepam juga melarang adanya pemesanan dari investor > >>>>> yg > >>>>> memiliki konflik atau afiliasi dengan underwritter (seperti dengan > >>>>> direksinya). Hal ini dilakukan demi menjaga keadilan dalam penjatahan. > >>>>> Inilah yg akan diaudit oleh Bapepam sesuai kebiasaan IPO, dimana audit > >>>>> dilakukan oleh akuntan publik untuk memeriksa bahwa tidak ada > >>>>> pelanggaran yg > >>>>> terjadi dalam proses pemesanan IPO. > >>>>> > >>>>> Pertanyaan berikutnya yg mungkin muncul di benak rekan2 adalah mengapa > >>>>> penjatahan bookbuilding IPO KS koq parah sekali? Mengapa Bapepam tidak > >>>>> campur tangan akan hal tersebut? > >>>>> > >>>>> Jawabannya, berdasarkan peraturan, Bapepam tidak boleh mencampuri > >>>>> urusan penjatahan maupun penentuan harga IPO setelah proses > >>>>> bookbuilding. > >>>>> Underwritter lah yang memiliki hak tersebut. Tentunya underwritter telah > >>>>> bekerjasama dengan emiten dalam hal ini pemegang saham dari KS. > >>>>> > >>>>> Underwritter dalam proses penjatahan akan mendahulukan prime customer > >>>>> mereka. Ini adalah hal yg wajar dalam dunia bisnis underwritter dimana > >>>>> mereka akan mendahulukan nasabah mereka dulu khususnya yang prime > >>>>> customer. > >>>>> Karena dari prime customer inilah bisnis mereka bisa lebih > >>>>> berkelanjutan di > >>>>> masa2 mendatang. > >>>>> > >>>>> Mengenai pernyataan Ibu Anita yg mengatakan asing dapat 73%, silakan > >>>>> ditunjukan dan dibawa saja buktinya Bu. Bila benar Ibu Anita bisa > >>>>> tunjukan > >>>>> bahwa asing mendapat penjatahan sampai 73%, maka underwritter bisa > >>>>> diperkarakan. Karena ketentuan yg disepakati di awal adalah dari 20% > >>>>> saham > >>>>> yg ditawarkan ke publik, lokal dapat jatah 65% (alias 13% dari 20%), > >>>>> asing > >>>>> dapat jatah 35% (alias hanya 7% dari 20% yg ditawarkan). Tapi kalau Bu > >>>>> Anita > >>>>> hanya mendengar dari orang dengan berdasarkan katanya...katanya....dan > >>>>> katanya, sebaiknya abaikan saja Bu. Saat ini banyak yg mencoba > >>>>> mempolitisir > >>>>> kasus KS ini. Bahkan saya bisa buktikan dimana para ekonom yg muncul di > >>>>> televisi itu banyak memberikan informasi yg menyesatkan. Saya terkadang > >>>>> miris juga, kasihan juga rakyat mendapatkan informasi yg menyesatkan > >>>>> sehingga masyarakat jadi kehilangan hak mendapatkan informasi yang > >>>>> benar. > >>>>> > >>>>> Tapi itulah kondisinya. Kalau tidak kontroversial, kurang laku dijual > >>>>> ke publik. Kalau kontroversial, baru menarik. Tapi saya percaya pihak > >>>>> TV dan > >>>>> media sebenarnya punya kesamaan visi untuk memberikan informasi yg > >>>>> berimbang > >>>>> kepada masyarakat, sayangnya mungkin mereka kekurangan informasi > >>>>> terhadap > >>>>> para narasumber yang mana yg mungkin bisa diandalkan untuk memberikan > >>>>> informasi penyeimbang. > >>>>> > >>>>> catatam: > >>>>> Pada hari Rabu pagi, tanggal 9 Nov 2010, saya sempat dihubungi oleh > >>>>> salah satu televisi swasta nasional untuk diminta memberikan semacam > >>>>> pelatihan atau briefing kepada sekitar 30 jurnalisnya dari jam 10-12 > >>>>> pagi > >>>>> hari itu juga dan diharapkan saya menyampaikan seputar IPO KS agar para > >>>>> jurnalis televisi itu mendapatkan pengetahuan yg cukup sehingga ketika > >>>>> ingin > >>>>> meliput hal ini bisa memberikan informasi yg baik kepada pemirsanya. > >>>>> Saya > >>>>> sangat salut dengan upaya televisi ini untuk mendidik pemirsanya dengan > >>>>> informasi yg berimbang. Sayang saja waktu itu saya berhalangan karena > >>>>> saya > >>>>> ingin konsentrasi trading berhubung pasarnya lagi ramai. Saya katakan > >>>>> kalau > >>>>> setelah jam trading, saya siap. Sayangnya, waktu tidak cocok, karena > >>>>> untuk > >>>>> bisa mengumpulkan sekitar 30 jurnalis di jam yg sama itu sudah sulit dan > >>>>> jarang bisa dilakukan. Mudah2an di lain waktu ada kesempatan lagi untuk > >>>>> hal > >>>>> yg mungkin berbeda. > >>>>> > >>>>> Kira2 itu gambaran singkat dari saya walaupun masih banyak hal yg bisa > >>>>> saya sampaikan untuk mengcounter pernyataan2 miring dari beberapa > >>>>> ekonom yg > >>>>> saya perhatikan banyak yg menyesatkan masyarakat. > >>>>> > >>>>> catatan keterbukaan: > >>>>> Saya tidak memesan saham KS pada saat book building KS maupun IPO KS. > >>>>> Saya tidak memiliki saham KS. > >>>>> > >>>>> jabat erat, > >>>>> Irwan Ariston Napitupulu > >>>>> > >>>>> > >>>>> 2010/11/16 Anita Bdg <bdg_an...@...<http://mc/compose?to=bdg_an...@...> > >>>>> > > >>>>> > >>>>> > >>>>> > >>>>> Kalo pejabat pemerintah mentalnya modelnya kek begini. > >>>>> wajar aja negara selalu dirugikan dan selalu bangkrut. > >>>>> Investor Asing dan lokal tentu terbahak2 mentertawakan proses IPO KS, > >>>>> jelas2 oversubribed koq diambil harga bawah....... > >>>>> anak tamatan SD juga tahu itu ga bener, > >>>>> gak usah pake underwriter segala yg dibayar mahal2. > >>>>> kalo yg kebagian satu lot mah jangan diitung investor. > >>>>> saya warga negara indonesia dgn nasionalisme yang mau beli dan berani > >>>>> dgn harga diatas 1000 rp. pun ngga kebagian, > >>>>> tp asing bisa dapet 73 persen dgn harga > >>>>> obral....obralllll....obraaaalll > >>>>> ============================================================= > >>>>> > >>>>> http://www.detikfinance.com/read/2010/11/16/131742/1495431/6/tanggapi-class-action-ipo-ks-bapepam-nilai-pengamat-asal-ngomong?f9911013 > >>>>> =========================================================== > >>>>> Tanggapi *Class Action* IPO KS, > >>>>> Bapepam Nilai Pengamat Asal Ngomong > >>>>> *Herdaru Purnomo* - detikFinance > >>>>> > >>>>> *Jakarta* - Sebanyak 13 ekonom akan melakukan gugatan *class > >>>>> action*kepada pemerintah terkait dengan pelaksanaan penawaran umum > >>>>> perdana (initial > >>>>> public offering/IPO) PT Krakatau Steel Tbk (KS). Badan Pengawas Pasar > >>>>> Modal > >>>>> dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menganggap 13 ekonom ini asal ngomong. > >>>>> > >>>>> Hal ini dilontarkan oleh Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany saat ditemui di > >>>>> sela acara Infobank Outlook 2011 di Graha Niaga, Jalan Sudirman, > >>>>> Jakarta, > >>>>> Selasa (16/11/2010). > >>>>> > >>>>> "Dia tuh mau mewakili siapa *class action*? Ngarang itu. Dia wakili > >>>>> siapa? Siapa investor yang dirugikan yang diwakili? *Class action* itu > >>>>> jangan asal omong, *class action* itu mewakili siapa? *Class action*itu > >>>>> harusnya sekumpulan orang-orang yang drugikan. Lah ini siapa yang > >>>>> dirugikan, ayo siapa?" tutur Fuad. > >>>>> > >>>>> Seperti diketahui, 13 ekonom yang mengajukan gugatan *class > >>>>> action*adalah Adler Manurung, Sri Edi Swasono, Kwik Kian Gie, Hendri > >>>>> Saparini, > >>>>> Sumarno M, Rushadi, A. Razak, Ichsanudin Noorsy, William Tobing, Erwin > >>>>> Ramedhan, Adhie Massardi, dan Fahmi Radi. > >>>>> > >>>>> Fuad mengatakan, dalam IPO KS semua pihak merasa senang dan tak ada > >>>>> yang dirugikan. Jadi menurutnya tak perlu ada yang diributkan lagi oleh > >>>>> semua pihak. > >>>>> > >>>>> "Sebenarnya semuanya happy di sini. Tugas saya kan melindungi investor. > >>>>> Investornya happy kenapa saya harus ribut-ributin KS? Investornya saja > >>>>> happy. Yang nggak happy itu yang mau beli nggak dapat. Normal lah itu > >>>>> biasa. > >>>>> Pasti ada yang nggak dapat kan, ya semua itu keuntungan dari > >>>>> underwriter," > >>>>> tukas Fuad. > >>>>> > >>>>> Seperti diketahui IPO KS menjadi buah bibir di kalangan masyarakat, > >>>>> khususnya investor di pasar modal. Apalagi setelah pemerintah menetapkan > >>>>> harga perdana saham KS Rp 850 atau mendekati batas bawah dari kisaran Rp > >>>>> 750-1.150 per saham. > >>>>> > >>>>> Pihak-pihak yang tidak sepakat pun memprotes harga saham BUMN baja > >>>>> tersebut, karena dianggap terlalu murah hingga terjadi tudingan adanya > >>>>> perampokan uang negara. Mereka pun mendesak Bapepam-LK untuk > >>>>> membatalkan IPO > >>>>> Krakatau Steel. > >>>>> > >>>>> Setidaknya ada 3 alasan pengajuan gugatan tersebut. Pertama, karena KS > >>>>> bergerak dalam industri strategis yang sahamnya harus dikuasai penuh > >>>>> oleh > >>>>> negara. Kedua, para penggugat menilai dalam pelaksanaan IPO tersebut > >>>>> negara > >>>>> dirugikan lebih dari Rp 1 triliun. Lalu alasan terakhir adalah adanya > >>>>> dugaan > >>>>> penyalahgunaan wewenang oleh oknum pejabat yang ikut berperan dalam > >>>>> proses > >>>>> IPO tersebut. > >>>>> > >>>>> Polemik semakin runcing usai KS listing di BEI pada Rabu (10/11/2010) > >>>>> lalu. Saham KS langsung melesat hingga menyentuh batas atas auto > >>>>> rejection > >>>>> sebesar Rp 420 (49,41%) ke level Rp 1.270 per saham. Namun, investor > >>>>> asing > >>>>> ternyata langsung menjual 316.129.500 saham dengan total nilai Rp > >>>>> 378,693 > >>>>> miliar. Setelah aksi jual massif ini, kepemilikan asing tersisa > >>>>> 788.120.500 > >>>>> saham atau setara dengan 5% dari total saham KS. > >>>>> > >>>>> Salah satu ekonom yaitu Adler, menduga pelepasan saham Krakatau Steel > >>>>> oleh investor asing sebagai sebuah persengkongkolan. Selama ini > >>>>> pemerintah > >>>>> selalu mendukung kepentingan investor asing dan mengabaikan investor > >>>>> dalam > >>>>> negeri. > >>>>> > >>>>> *(dnl/dro)* > >>>>> > >>>>> > >>>>> > >>>>> > >>>>> > >>>>> > >>>>> > >>>> > >>> > >> > > > > > > > > > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
