*Optimisme 'Recovery' Bangkit, **Saham AS Melangkah Naik* Saham mencoba bangkit dan meneruskan upaya 'rebound' pada Kamis kemarin dengan memanfaatkan surutnya kekhawatiran atas krisis utang Irlandia dan sejumlah data ekonomi AS yang cukup positif. Namun demikian, sebagaimana dilansir oleh US Investor's Business Daily, terhitung pembukaan bursa AS Rabu lalu 'outlook' pasar ekuitas sudah diturunkan menjadi 'market in correction' setelah sebelumnya masih 'uptrend under pressure'. Upaya 'rally' 2 hari terakhir sejak Rabu masih dianggap terlalu dini untuk mengubah status pasar kembali ke arus utama 'uptrend' selain faktor eksternal seperti dinamika kebijakan di Cina terkait anti-spekulasi komoditas dan oposisi dari dalam negeri AS yang dipimpin oleh Republikan terhadap aksi lanjutan 'quantitative easing' belum berakhir.
Komposit NYSE naik 1,8%, sementara Dow dan Nasdaq menyusul masing-masing 1,6%, diikuti oleh S&P 1,5%. 'Intraday', 'bencmark' indeks S&P sempat menyentuh resisten di 1200. Volume meningkat di kedua bursa utama. Akan tetapi, ada baiknya menelaah lebih lanjut cerita sesungguhnya. Kembalinya General Motors sebagai perusahaan terbuka, berkontribusi atas 40% volume perdagangan NYSE. Sementara di Nasdaq, hanya sedikit saham 'leaders' yang naik dengan volume di atas rata-rata. 'Leaders' seperti Apple, Baidu, F5 Networks, Netflix dan Priceline naik tetapi dengan volume terbatas. Tidak ada data ekonomi yang akan dirilis Jumat, kecuali lapeku untuk beberapa emiten, di antaranya, AnnTaylor Stores dan Hibbett Sporting Goods. '+'
