munkin yg level 5 itu yg biasa disebut Bandar ya 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: tommy boy <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 19 Nov 2010 22:50:33 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Which trader level are you? (pencerahan LUAR BIASA)

Fantastic posting. Sungguh pencerahan luar biasa buat kita yg mengaku Trader :)

Thanks Bro Ciputra.

On Sat Nov 20th, 2010 12:59 PM ICT [email protected] wrote:

>Wow, bagus banget neh threadnya.. Kupas plus negatif nya.. LANJUTKAN!!!
>
>
>Harus cuan!!
>Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
>Teruuusss...!
>
>-----Original Message-----
>From: Harianto Ciputra <[email protected]>
>Sender: [email protected]
>Date: Fri, 19 Nov 2010 21:53:24 
>To: <[email protected]>
>Reply-To: [email protected]
>Subject: [saham] Which trader level are you?
>
>kenali dirimu sebagai Trader. Ada di level yang mana saat ini?
> 
> 
>Trader Level 1
>Level 1 Unconscious Incompetence
>
>Kamu begitu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. 
>Kamu 
>menjadi trader karana kamu mendengar bahawa pendapatan seorang trader boleh 
>mengalahkan pendapatan seorang pengarah BNM. Tambahan pula saat simulasi kamu 
>telah profit 3 kali ganda, lalu apa susahnya?. 
>
>Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 pip sampai 200pip 
>per 
>lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada awalnya 
>tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan 
>hanya dengan instint, kamu boleh membuat profit.
>Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang berjaya 
>hanya dengan faktor LUCK. loss demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba 
>bertahan 
>namun kalau sampai margin habis, siapa yang boleh tahan??.
>Kamu sama sekali tidak menyedari bahawa kamu tidak boleh trading, kamu tetap 
>mengira kamu boleh trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya ( apakah 
>bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).
>Kamu tetap mengira bahawa kamu adalah orang yang special, orang yang akan 
>mampu 
>mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 90% 
>trader yang gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai 
>sistem yang complete, kamu dikuasai oleh emosi kamu, kamu selalu averaging 
>posisi jika loss karena kamu ANGER pada market, kamu selalu take profit dalam 
>jumlah yang kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kamu 
>dikuasai 
>oleh GREED, kamu tidak pernah trading karena kamu takut / FEAR. Kamu 
>membiarkan 
>diri kamu dikuasai oleh emosi sehingga margin equity kamu menderita.
>90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, berhenti trading dan 
>menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. sebagian lagi moralnya ghairah, 
>mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam sebulan 
>atau 
>dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.
>Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. Sebagian 
>lagi akan tetap bercakap seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah 
>trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.
>
>Hanya masalah waktu, sampai bila mereka dapat bertahan di level ini dan waktu 
>selalu menang.
>90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sedar dan pindah ke level 2.
>
>
>Trader Level 2
>Level 2 Conscious Incompetence
>
>Di level ini kamu sedar bahawa kamu tidak boleh trading, kamu tidak memiliki 
>kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu 
>tahu 
>penyelesaiannya, kamu sedar bahawa selama di level 1 fikiran kamu dikaburkan 
>oleh emosi kamu sehingga kamu tidak mampu berpikir secara positif.
>Di level ini kamu akan mencari holy grail ( system yang sempurna, system yang 
>100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang 
>ada 
>di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari 
>UK, 
>USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang ada, kamu 
>praktikkan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu seperti seorang 
>pengembara di padang pasir yang dahagakan air minum.
>Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan 
>test 
>semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat 
>indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan 
>bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla 
>pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan 
>indicator lainnya.
>Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 indicator 
>saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu tahu 
>keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.
>Kamu akan mencoba meneka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. 
>kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan 
>pertanyaan-pertanyaan 
>pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu tidak bertanya sekarang maka 
>selamanya kamu tidak akan tahu.
>Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang 
>lengkap 
>dan mencoba mencari tahu system mana yang paling sesuai dengan kepribadian 
>kamu.
>
>Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah 
>ke 
>level 3
>
>
>Trader Level 3
>Level 3 The EUREKA Moment
>
>Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyedari pokok permasalahan bukan terletak 
>di 
>system. Kamu menyadari bahwa kamu mampu mendapat profit bahkan jika hanya 
>menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator 
>lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management yang benar.
>Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan 
>karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.
>Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di 
>dunia 
>ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan 
>terjadi pada market 30 detik kemudian.
>Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai 
>dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan 
>system yang asli.
>Kamu mulai trading jika kamu tahu percent untuk profit lebih besar daripada 
>untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu 
>menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah risiko bisnes yang ada 
>dalam dunia trading.
>Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun 
>bisa 
>memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan 
>meningkat 
>percent profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang profit.
>Kamu secara seketika menyedari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal 
>yang 
>penting iaitu konsisten pada system, psikologi trading dan money management 
>kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang terjadi.
>Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal 
>ini 
>mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasihat yang sama 
>padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum 
>siap 
>namun sekarang kamu siap.
>Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahawa kamu tidak mempu 
>meramalkan 
>pergerakan market, karana memang tak seorang pun mampu.
>
>Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke 
>level berikutnya.
>
>
>Trader Level 4
>Level 4 Conscious Competence
>
>Ok, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal.
>Kamu cut loss sama seperti take profit. kerana kamu tahu system kamu akan 
>lebih 
>banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah 
>risiko bisnes iaitu max 2% dari account kamu.
>Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah 
>kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu 
>meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu 
>kamu lakukan.
>Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system 
>kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemet yang kamu pegang.
>level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.
>
>Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.
>
>
>Trader Level 5
>Level 5 Unconscious Competence
>
>Sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh 
>seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara konsisten, 
>kamu telah menguasai semuanya, kamu mampu Dancing with the Market, kemanapun 
>arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal 
>melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.
>Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah 
>menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar 
>tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.
>Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan 
>apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, kerana kamu ada 
>diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
>Kamu akan memberikan dorongan bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan 
>dari 
>mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.
>Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua 
>benda 
>yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana asalkan 
>ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel lima bintag, dan menjadi 
>penghuni tetap disana.
>Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku 
>sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu 
>akan 
>berlipat-lipat dari account awal.
>
>Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.
>
>Sekarang kamu dengan bangganya berkata "SAYA SEORANG TRADER".
>
> 
>Analoginya: 
>belajar nyetir.
>Saat pertama kali belajar, kita harus perhatikan banyak hal. 
>Mulai dari pedal gas, kopling, rem, persneling, spion kiri-kanan-tengah, 
>setir, 
>awasi mobil depan/belakang, motor dan becak, belum lagi lubang2 dijalan.
>tapi sekarang, nyetir sambil BB an pun gampang.
>
>
>      



      

Kirim email ke