*Saham AS Berakhir 'Mixed'* Ketakutan atas zona Eropa dan kekhawatiran terhadap sektor finansial telah menekan pergerakan harga saham, namun demikian di penghujung perdagangan Senin saham menunjukkan perlawanan sehingga berakhir dengan 'mixed.
Indeks Nasdaq, satu-satunya pemenang dari empat indeks utama, naik 0,6% setelah merosot sampai 0,7%, dan menemukan garis 'support' di level 2500. Komposit NYSE jatuh 0,4%, sementara Dow dan S&P500 masing-masing dicukur 0,2%. Ketiga indeks utama tersebut sempat anjlok 1,3-1,5%. Volume perdagangan di kedua bursa turun, NYSE -17% dan Nasdaq -2%. Beberapa saham 'leaders' mengalami kenaikan. Namun, sektor finansial mendapatkan pukulan telak. ETF Financial Select Sector SPDR anjlok 1,4%. Sejumlah bank raksasa, di antaranya Goldman Sach anjlok 3% dan Morgan Stanley terperosok 2%. Kedua saham tersebut dikategorikan saham 'laggard' (tertinggal) mengingat Relative Price Strength-nya terhadap indeks di bawah 50%. Selain itu sejumlah faktor penting lainnya telah berimbas negatif terhadap saham-saham finansial. Pertama, Barclays Research melaporkan bahwa sejumlah bank top AS diperkirakan mengalami defisit kapital US$100-150 miliar sebagai ekses standar Basel III yang baru. Kedua, upaya untuk menalangi Irlandia tetap melanjutkan tekanan kepada sektor finansial. Dan, yang terakhir FBI telah memulai penggeledahan terhadap sejumlah 'hedge-funds' dalam penyidikan dugaan 'insider-trading'. Data ekonomi yang akan dirilis Selasa: estimasi kedua GDP Q3, 'existing home sales' dan berita acara rapat 'the Fed' 3 November lalu. US market outlook: 'Market in Correction" '+'
