Sebagaimana dilansir di portal media lokal, okezone, hari ini 'right issue'
BNI dipatok di Rp3.100 (
http://economy.okezone.com/read/2010/11/23/278/395909/lepas-3-374-miliar-saham-harga-right-issue-bni-rp3-100).
Dengan jumlah saham yang dilepas sekitar 18% dan merupakan 'right issue'
terbesar kedua dalam sejarah pasar modal Indonesia setelah BNBR pada tahun
2009, maka potensi 'right issue' akan mempengaruhi pergerakan harga secara
signfikan dalam waktu yang singkat.

Reuters menyebutkan diskon 19,5% dari penutupan perdagangan Senin. Sejalan
dengan target median konsensus di Rp4.500 dengan rekomendasi 'buy', serta
estimasi DCF harga wajar BBNI di kisaran Rp4.150, harga saat ini menjelang
eksekusi 'right issue' bisa dikategorikan 'great sale' (diskon besar) bagi
investor yang akan mengakumulasi porto sektor finansial dalam rangka
're-balancing' memasuki tahun 2011. Potensi akselarasi harga dalam waktu
dekat mengingatkan banyak traders/investors atas eksekusi opsi 'greenshoe'
pada 12 Agustus lalu, di mana pada 2 minggu menjelang banyak pergerakan
'bluffing' atau menggertak dari traders tertentu untuk menekan harga,
sebelum akhirnya harga menjulang.

Sebagai 'lender' keempat terbesar di Indonesia, prospek BNI cukup dan masih
menjanjikan, sebagaimana terefleksi dari 'upsize' (peningkatan) target
'right issue' dari 6-7 triliun menjadi 10,46 triliun rupiah. 'Upsize'
dilakukan atas dasar permintaan dari investor global yang telah
memperhitungkan peningkatan daya beli/permintaan konsumer lokal yang
merupakan terbesar di Asia Tenggara. Investor-investor inilah yang selama
ini telah mengangkat IHSG ke rekor tertingginya di 2010.

Tercatat sejak 11 November lalu, asing mulai mengakumulasi BBNI dengan
kisaran harga Rp2.850 sesuai dengan MA20 harian.

'+'

Kirim email ke