*Saham AS Naik di Tengah Jatuhnya Volume Perdagangan*

Saham-saham AS berhasil naik signfikan Rabu seiring dengan meredanya
sementara ketakutan global dan bercampur baurnya sentimen rilis data-data
ekonomi. Di satu sisi, data 'consumer spending' naik dan 'jobless claims'
turun terendah dalam dua tahun, tetapi 'new home sales' dan 'durable goods'
turun. Di tengah pertanyaan apakah Wall Street akan melorot dengan sebagian
data yang mengecewakan, atau melaju dengan data yang menggembirakan,
tampaknya pelaku pasar yang sedang mengantisipasi hari libur 'thanksgiving'
Kamis besok memilih sementara waktu untuk melaju.

Nasdaq 'rally' sebanyak 1,9% dan S&P 1,5%, sementara komposit NYSE dan Dow
masing-masing +1,4%. Namun demikian, terlepas dari naiknya indeks, volume
perdagangan turun drastis di kedua bursa dan VIX atau volatility index
S&P500 yang menggambarkan tingkat kecemasan investor terhadap prospek pasar
hanya turun 5,19%, setengah dari kenaikan VIX pada hari distribusi Selasa
lalu yang meroket 12,30%.

Sejumlah saham ritel sekali lagi menunjukkan kenaikan yang luar biasa.
Indeks Ritel S&P meroket 2,6% dan mendekati 'high' 7 bulan.

Tidak ada rilis laporan keuangan dan data ekonomi Jumat lusa. Bursa Jumat
lusa akan tutup pada pukul 1 siang waktu New York.

Sementara untuk antisipasi pasar Asia, future Indeks MSCI Emerging Markets
yang memasukkan Indonesia di dalamnya tadi malam naik di kisaran 2% dan pagi
ini dibuka dalam range yang sangat tipis, sebagaimana reaksi di pasar future
komoditas. Menandakan volatilitas naik pada penutupan kemarin di bursa AS
dan sebagian Eropa sudah di-factor in atau diperhitungkan sebatas transaksi
future kemarin. Hal ini dikonfirmasi dengan tipisnya reaksi positif sebagian
indeks Asia yang dibuka pagi ini

US market outlook: 'Market in Correction'

'+'

Kirim email ke