Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message----- From: reza purbo <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 30 Nov 2010 14:46:55 To: <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Pertamina-Medco Pantang Mundur Akuisisi Ditolak DPR, Pertamina-Medco Pantang Mundur JAKARTA - Meski DPR telah menolak rencana PT Pertamina (Persero) mengakuisisi secara tidak langsung PT Medco Energi International Tbk melalui pembelian 55 persen saham induk usaha Medco Encore International Pte Ltd, Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas Pertamina tidak serta merta langsung menuruti perintah DPR tersebut. Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, pihaknya tidak bisa langsung membatalkan rencana Pertamina karena akan berdampak pada rusaknya reputasi BUMN. Apalagi, lanjutnya, rencana tersebut masih dalam tahap uji tuntas (due diligence) hingga 30 November mendatang. "DPR bilang batalkan, tapi saya tidak bisa serta merta membatalkan. Ini proses korporasi, deal dengan pihak lain. Jangan sampai rusak reputasi BUMN. Begitu ada ini langsung berhenti, nanti orang tidak percaya lagi sama BUMN," ujarnya di Jakarta, Jumat (26/11/2010). Selanjutnya, menurutnya pihaknya akan menunggu hasil due diligence tersebut untuk bisa menentukan langkah yang akan diambil, apakah akan membatalkan atau tetap meneruskan aksi korporasi perusahaan migas pelat merah itu. Namun, katanya, Pertamina disarankan untuk melihat berbagai alternatif yang lebih aman dalam rencana aksi korporasi perseroan. "Tentu saja Pertamina akan mencari beberapa alternatif lain yang lebih aman," tukasnya. Sekadar informasi, Kamis 25 November kemarin Komisi VI DPR menolak rencana Pertamina untuk mengakuisisi Medco. DPR berdalih, aksi korporasi tersebut tidak memberikan nilai tambah bagi produksi migas nasional. DPR menyarankan, lebih baik Pertamina fokus pada pengembangan eksplorasi yang telah direncanakan sebelumnya seperti proyek Donggi-Senoro, pembangunan kilang, dan pelayanan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Seperti diketahui, Pertamina dan Medco telah menandatangani principle of agreement terkait rencana pembelian 55 persen saham Encore International Ltd pada 15 Oktober lalu. Encore merupakan pemilik 50,7 persen saham di Medco. Bila Pertamina jadi mengakuisisi saham Encore tersebut, maka Pertamina secara tidak langsung akan segera menguasai 27,9 persen saham Medco
