Belum 'emergency call' tapi sudah layak dianugerahi 'urgent call' setingkat
di atas 'car call'. Sektor keuangan= get out there from big bank!

Setelah beberapa waktu konfirmasi perpindahan ('shifting') dari
deflationary-sensitive sector to inflationary-senstive sector
terombang-ambing karena tarik ulur maka sinyal dari tetangga sesampan meski
tidak serumpun sudah bisa dijadikan awal dari suatu gerakan. Thailand sudah
resmi menaikkan suku bunga kemarin. kenaikan yang cukup mengagetkan karena
tidak diharapkan dan diperkirakan sebelumnya. Thailand yang diberikan
peringkat 'investment grade' oleh Moody dan empat step di atas Indonesia
mengikuti jejak tetangga-tetangga lainnya di Asia Pasifik. Adapun Indonesia,
menjadi satu-satunya kekuatan 'emerging economy' utama di Asia yang belum
mengambil kebijakan pengetatan. Sebuah langkah yang oleh banyak analis
global diragukan keberlanjutannya.

Meski suku bunga Indonesia diprediksi akan tetap selama Desember, namun
sebagai trader/investor, Anda paham, 'market discounts everything' bahwa
pasar khususnya ekuitas/saham akan bereaksi jauh lebih dulu sebelum segala
sesuatunya diresmikan/diberitakan. Oleh karena itu, lonceng dari Kerajaan
Thailand ini sekaligus memberikan alarm kepada pelaku pasar di Indonesia
untuk bersiap mendiskon subsektor yang sensitif terhadap deflasi dan
bereaksi negatif atas inflasi/kenaikan suku bunga.

Apakah sinyal berlaku untuk semua bank? Tidak, baca judul posting "big
Bank'. Kecuali ada keep small-medium bank dan yang memiliki potensi aksi
korporasi berupa akuisisi, underperformed dan undervalued, you still have
chance for a nice profit next year. Otherwise, hold on, and out, out and
just plain out!. Tunggu diskon dan siklus deflasi berikutnya to re-enter.

http://www.bloomberg.com/news/2010-12-01/thailand-rate-rise-puts-onus-on-indonesia-as-inflation-quickens.html

'+'

Kirim email ke