*Saham AS Naik Sedikit dalam Perdagangan yang Melambat*
Saham-saham AS menghapus penurunan pada sesi pagi Rabu setelah berhasil
keluar dari pola perdagangan yang sulit dipetakan ('seesaw') dengan kenaikan
sedikit.
Mayoritas indeks utama masih gagal untuk menerobos ('break through') 'highs'
November lalu. Nasdaq yang memimpin pasar masih belum ajeg melampaui
puncaknya di November. 'Highs' indeks di November secara kasar sejajar
dengan puncak pada bulan April, dan kondisi ini menunjukkan adanya
pertarungan sengit untuk melampaui puncak yang telah berlangsung sekian
waktu.
Rabu tadi, indeks Nasdaq dan S&P 500 menambah 0,4%, sementara Dow dan
komposit NYSE naik tipis masing-masing 0,1%. Namun demikian, jumlah saham
yang turun melampaui yang naik di NYSE, dan hampir berimbang di bursa
Nasdaq. Volume perdagangan anjlok 20% di NYSE dan 7% di Nasdaq.
Perbaikan pergerakan indeks tampaknya belum mengembalikan komposisi
subsektor industri yang ideal dalam kondisi pasar yang positif. Saham-saham
yang berhasil unjuk gigi Rabu mayoritas berasal dari kategori 'laggard'
(relatif tertinggal dari kinerja indeks), seperti industri suratkabar, buku
dan bank. Sementara, yang mengalami penurunan signifikan berasal dari
subsektor yang dikategorikan 'highly rated' seperti suku cadang kendaraan,
tambang, eksplorasi minyak bumi, produsen batubara dan pembuat mesin
pertanian.
Belum ada berita-berita atau kejutan baru namun dampak berita yang ada masih
signifikan. Meskipun, pada akhirnya kesepakatan perpanjangan pengurangan
pajak ('tax cuts') bisa meredakan ketidakpastian pada Selasa lalu, adanya
tentangan dari Democratic House Speaker Nancy Pelosi dan Senate Majority
Leader Harry Reid belum menghilangkan keraguan atas mulusnya implementasi
perpanjangan 'tax cuts'. Di samping itu, Rabu kemarin, Cina telah
menginstruksikan kepada bank selaku penyalur kredit untuk memperketat
standar pemberian pinjaman. Kondisi terbaru ini menambah kekhawatiran atas
pelambatan pertumbuhan di Cina.
Kondisi di bursa AS masih cenderung mengarahkan investor untuk 'hold'
ketimbang merangsang pembelian secara masif. Meskipun Nasdaq telah naik
selama 6 hari berturut-turut, namun secara umum kurangnya dukungan volume
perdagangan mengurangi bobot reli 'upside'. Oleh karena itu, saran untuk
lebih waspada tetap dipertahankan.
US market outlook: 'Market in Correction'
'+'