*Indeks Utama AS Hanyutkan Kenaikan Sementara Saham Unggulan Melemah*
Pasar saham AS kembali hanya menjemput kenaikan tipis untuk kedua kalinya
berturut-turut Selasa setelah Bank Sentral AS berjanji untuk melanjutkan
kebijakan pelonggaran moneter dengan mempertahankan tingkat suku bunga yang
ada dan secara prinsip menekankan pandangan yang sama dari pertemuan
November lalu. Obligasi anjlok mendorong 'yields' obligasi tenor 10 tahun-an
mencapai titik tertinggi sejak Mei. Saham-saham unggulan menderita
'pullback' yang lebih tajam, sementara 'breakouts' oleh saham-saham yang
tertinggal ('lagging') banyak yang tidak meyakinkan.
Indeks Nasdaq, komposit NYSE dan S&P 500 masing-masing naik 0,1%. Sebelumnya
di awal ketika indeks ini bergerak naik pada kisaran 0,4 dan 0,5%. Sementara
indeks dengan keanggotaan yang lebih sedikit naik tipis 0,4%. Volume
perdagangan di kedua bursa terpeleset. Saham-saham ungggulan yang naik
dengan volume signifikan sangat terbatas, sementara yang turun dengan volume
masif justru lebih banyak lagi. Kurang lebih 2/3 saham kehilangan pijakan
'upside'-nya.
Data ekonomi yang akan dirilis Rabu: Consumer prices, Empire factory survey,
industrial production, capacity utilization dan National Association of Home
Builders housing market index. Adapun beberapa emiten yang akan merilis
lapkeu: Heico, Joy Global dan Nordson.
US Market Outlook: 'Market in Correction'
"+"