Clue terakhir 'rebound case' for IHSG seminggu ke depan, ada pada data kunci AS 'jobless claims' malam nanti. Salah satu faktor kunci 'outflow' Asing dalam beberapa hari terakhir adalah antisipasi penguatan pasar keuangan AS. Dengan 'economy recovery' yang in-tact, pelaku pasar berbondong-bondong ke bursa saham sehingga obligasi ditinggalkan dan 'yield' obligasi meroket tertinggi selama 7 bulan terakhir. Kenaikan 'yield' AS menjadikan selisih 'yield premium' antara obligasi AS dan Indonesia menipis hanya 417 basis poin bahkan kurang ketika 10 Desember di 402 yang merupakan selisih tertipis sejak Juli 2007. Dengan menipisnya selisih 'yield' maka pasar obligasi Indonesia menjadi kurang atraktif dibandingkan pasar AS. Refleksi sentimen negatif ini tercermin dalam pelemahan Rupiah beberapa terakhir yang dikonfirmasi dan ditarik dengan spekulasi penjualan dan sentimen negatif di bursa saham.
Bagaimana dengan nanti malam? Bagaikan pendulum, kondisi nanti malam mulai berbalik. Dengan antisipasi pasar AS yang kembali negatif terhadap 'jobless claims' yang akan diumumkan nanti malam di mana pasar berspekulasi 'jobless rate' akan mendekati 10% dari 9,6% maka Bank Sentral AS "dipaksa" menahan suku bunga tetap nol. Dan ini sejalan dengan pernyataan Bernanke Selasa bahwa pertumbuhan ekonomi "insufficient to bring down unemployment". Konsekuensinya? Harga obligasi AS mulai naik hari ini sehingga menurunkan 'yields' yang sebelumnya menyentuh level tertinggi 7 bulan. Selain itu faktor gonjang-ganjing Spanyol turut menambah kekhawatiran pelaku pasar AS sehingga menarik mereka kembali ke dalam kelas aset yang lebih aman: obligasi.Kondisi ini short-term akan membawa kembali pesona obligasi emerging markets. Yang pergi, datang kembali; tidak harus segera dalam bentuk fisik dana, tetapi sentimen jangka pendek. http://www.bloomberg.com/news/2010-12-16/treasuries-rise-before-jobless-claims-yields-drop-from-seven-month-high.html Dan, lebih lanjut pada siang ini, S&P mempertahankan rating Cina dan Hong Kong yang ada pada kisaran AA. Oleh karena itu, maintain rebound khususnya jika Anda seorang 'risk-taker', dan selalu lincah/siaga dalam bertindak mengikuti aksi/reaksi pasar. Jangan lupa: resiko dan stop loss. I take my risk already, and you? Disclaimer. '+'
