Kalau akhir November jangan terjebak 'bull trap' (perangkap 'bull') yang
overconfidence bullish, sekarang justru sebaliknya, jangan terperangkap
'bear trap' (perangkap 'bear').

Sesi 1 market masih terlalu tipis, sudah lebih 1 jam baru mencapai Rp1
triliun yang sepatutnya dalam 30 menit. Wajar saja volatilitas bisa tinggi.
Namun demikian, kuncinya 2, ASII sebagai 'leading stock' dan asing. Selama
itu masih mengkilap di zona hijau atau dalam toleransi penurunan,
'everything is under-control'. Dalam situasi seperti ini, jangan terjebak
jual apalagi 'cut loss'. karena pergerakan indeks belum merefleksikan
sentimen pasar sebenarnya; 'too thin'. Akan tetapi, bagi yang memilih ikut
jebakan 'bear' ya tidak ada salahnya juga. Anggap saja ikut kontribusi suka
rela sedekah atau zakat akhir tahun untuk dhuafa yang masih miskin/haus akan
portofolio lokal.

Tidak ada yang luar biasa dengan fluktuasi indeks di Cina dan Hong Kong.
Kedua bursa baru mengambil posisi yang lebih serius dalam 'profit taking'
yang lebih dulu dilakukan oleh IHSG. IHSG sudah 'priced-in' sentimen negatif
+ profit taking.

'+'

Kirim email ke