Bloomberg hari ini melaporkan bahwa salah satu faktor 'rebound'-nya ASII disebabkan oleh rating yang baru saja disesuaikan kemarin oleh CLSA Asia-Pacific Markets menjadi "buy". Upgrade oleh CLSA diberikan atas dasar potensi pertumbuhan laba subsektor otomotif dan Astra sendiri selaku 'holding' dari unit usaha CPO dan batubara akan mendapatkan limpahan keuntungan dari peningkatan harga-harga komoditas. Posisi CLSA dikonfirmasi dengan akumulasi yang mereka fasilitasi serta terefleksi dari akumulasi serupa yang cukup gencar di kala koreksi oleh JP Morgan.
Sementara dari sisi target, para 'big money/big boys', khususnya broker global yang eksis di BEI, seperti JP Morgan, BNP, CIMB dan lainnya, sepakat pada konsensus harga yang menjadi proyeksi awal 2011 di kisaran Rp70.000. "PT Astra International <http://www.bloomberg.com/apps/quote?ticker=ASII:IJ>(ASII IJ), the nation’s biggest automotive retailer, gained 2.5 percent to 52,550 rupiah, providing the biggest boost to the composite index. Astra was rated “buy” in new coverage at CLSA Asia-Pacific Markets. Astra’s automotive earnings will still grow and the company, whose units also produce palm oil and coal, will also benefit from rising commodity prices." '+'
