Hulu ('upstream') atau biasa disebut dalam industri perminyakan sebagai E&D
atau 'exploration & development' akan digenjot habis-habisan dan didukung
sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia 'at all cost'. Argumen utama bukan
karena mengejar 'windfall profit' atas proyeksi analis yang 'bullish' atas
harga minyak mentah ke depan, tetapi antisipasi lonjakan konsumsi BBM di
tengah ketiadaan pengembangan enerji alternatif yang memadai.
Namun, ingat, sepanjang kaitannya dengan prospek 'stock pick' sektor migas
untuk 2011/12, korelasi positif antara dorongan aktivitas hulu dan harga
saham emiten migas tidak linear. Eksploitasi atau produksi tidak instan
tetapi butuh waktu, dan industri migas merupakan industri mahal atau
'capital intensive'. Pemahaman atas potensi area kerja ('working area') yang
masih produktif atau sudah 'depleted'/kempis, sangat menentukan laju
optimisme kinerja E&D Companies. Oleh karena itu, cermat memanfaatkan
peluang peningkatan aktivitas hulu dengan prospek saham emiten yang terkait
dengan bisnis hulu. Pilihan saya, justru bukan pada E&D oil companies,
tetapi oil companies yang menyediakan integrated services. Lapangan
minyak/gas akan dikembangkan diproduksi dalam 7-10 tahun sejak mulai
eksplorasi, tetapi yang mengerjakan/mendukung kegiatan eksplorasi sudah
'berproduksi' atau menghasilkan 'revenues' sejak minyak/gas-nya masih
dicari, dan itu dalam sejak tahun 0. Smart?
Pemerintah Indonesia sudah membuka gong awal, dukungan dan insentif
penggalakan kegiatan hulu migas. William O'Neill dalam 'stock picking'
menyebut istilah "follow-on effect". Kurang lebih ujarnya,
"Sometimes, a major development takes place in one industry and related
industries later reap follow-on benefits...When the price of oil rose in the
late 1970s, oil companies began drilling like mad to supply the suddenly
pricey commodity. As a result, a higher oil prices fueled a surge in the
stocks of oil service companies that supplied the industry with exploration
equipment and services."
Can you see what I see?
http://www.migas.esdm.go.id/tracking/berita-kemigasan/detil/254894/Kontraktor-Migas-Diakomodasi-PP-Cost-Recovery-Jamin-Investor#
'+'