Eskalasi kegiatan hulu migas di Indonesia yang diproyeksikan pada tahun 2011
sesuai dengan ekspektasi peningkatan belanja global untuk kegiatan
pengeboran, khususnya, lepas pantai ('drilling global'), yang diperkirakan
naik 33% dalam interval waktu 2010 dan 2014 menjadi US$387 miliar (Rp3.870
triliun) menurut lembaga riset yang berbasis di London, Datamonitor Group.
Menurutnya, belanja 'drilling' di Asia yang berkontribusi atas mayoritas
volume kontrak 'drilling' global akan naik 24% pada periode waktu yang sama.
Datamonitor Group meneruskan bahwa sekitar 60% dari volume kontrak di Asia
jatuh di wilayah Asia Tenggara, sementara sisanya terbagi antara Asia Utara
(khususnya Cina) dan Asia Selatan (khususnya India).
Global offshore drilling fully recovered by 2011 (
http://about.datamonitor.com/media/archives/3803)
2010/12/29 positif01 <[email protected]>
subject2011: Eskalasi Kegiatan Hulu ('upstream') Migas Indonesia (bagian 1)
>
> Hulu ('upstream') atau biasa disebut dalam industri perminyakan sebagai E&D
> atau 'exploration & development' akan digenjot habis-habisan dan didukung
> sepenuhnya oleh Pemerintah Indonesia 'at all cost'. Argumen utama bukan
> karena mengejar 'windfall profit' atas proyeksi analis yang 'bullish' atas
> harga minyak mentah ke depan, tetapi antisipasi lonjakan konsumsi BBM di
> tengah ketiadaan pengembangan enerji alternatif yang memadai.
>
> Namun, ingat, sepanjang kaitannya dengan prospek 'stock pick' sektor migas
> untuk 2011/12, korelasi positif antara dorongan aktivitas hulu dan harga
> saham emiten migas tidak linear. Eksploitasi atau produksi tidak instan
> tetapi butuh waktu, dan industri migas merupakan industri mahal atau
> 'capital intensive'. Pemahaman atas potensi area kerja ('working area') yang
> masih produktif atau sudah 'depleted'/kempis, sangat menentukan laju
> optimisme kinerja E&D Companies. Oleh karena itu, cermat memanfaatkan
> peluang peningkatan aktivitas hulu dengan prospek saham emiten yang terkait
> dengan bisnis hulu. Pilihan saya, justru bukan pada E&D oil companies,
> tetapi oil companies yang menyediakan integrated services. Lapangan
> minyak/gas akan dikembangkan diproduksi dalam 7-10 tahun sejak mulai
> eksplorasi, tetapi yang mengerjakan/mendukung kegiatan eksplorasi sudah
> 'berproduksi' atau menghasilkan 'revenues' sejak minyak/gas-nya masih
> dicari, dan itu dalam sejak tahun 0. Smart?
>
> Pemerintah Indonesia sudah membuka gong awal, dukungan dan insentif
> penggalakan kegiatan hulu migas. William O'Neill dalam 'stock picking'
> menyebut istilah "follow-on effect". Kurang lebih ujarnya,
>
> "Sometimes, a major development takes place in one industry and related
> industries later reap follow-on benefits...When the price of oil rose in the
> late 1970s, oil companies began drilling like mad to supply the suddenly
> pricey commodity. As a result, a higher oil prices fueled a surge in the
> stocks of oil service companies that supplied the industry with exploration
> equipment and services."
>
> Can you see what I see?
>
> '+'
>