Sepertinya efek ke emiten seperti banking adalah keuntungan bank semakin kecil. Sehingga saham2 bank sebaiknya dihindari di 2011 karena laba yg semakin kecil menyebabkan kenaikan harga saham banking juga lambat. Begitu kali yah pak. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Thu, 30 Dec 2010 01:02:00 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Bank Indonesia Naikkan GWM Valas Pak Positif, Bisa bantu ulasannya? Apa efeknya ke pasar modal dan antisipasi apa yang harus kita lakukan? Terima kasih Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: positif01 <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 30 Dec 2010 00:11:34 Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Bank Indonesia Naikkan GWM Valas BI mengumumkan malam ini perintah kepada bank-bank komersial untuk menyisihkan lebih banyak dana simpanan valuta asing sebagai cadangan pada Bank Indonesia (GWM valas). BI menaikkan besaran persentase GWM valas dari sebelumnya 1% pasca krisis finansial global 2008 menjadi 5% yang akan berlaku efektif terhitung Maret 2011, dan akan meningkat menjadi 8% sejak Juni. Selain itu, BI juga menerapkan kembali batasan posisi Saldo Harian Pinjaman Luar Negeri Bank Jangka Pendek tidak boleh melebihi 30% dari modal bank terhitung sejak Januari 2011 dengan masa transisi selama 3 bulan. Dua kebijakan yang menjadi catatan penting dari serangkaian kebijakan yang dirilis BI malam ini menandai era 'prudent banking' yang dijalankan dalam rangka mengurangi tekanan atas inflasi dan Rupiah dari serbuan modal luar negeri. Dengan meningkatnya persyaratan GWM valas maka sebagian dana-dana asing sebesar kurang lebih US$3 miliar akan terkunci pada BI dan tidak dapat disirkulasi di pasar keuangan. Serangkaian kebijakan yang diambil dalam rangka mengendalikan serbuan dana asing dan tekanan inflasi ini, disertai dengan kewajiban bagi bank-bank komersial dengan aset minimum Rp10 triliun untuk mengumumkan tingkat suku bunga pinjaman mereka ('prime lending rate'), diperkirakan akan menurunkan 'net interest margin' atau marjin keuntungan bank-bank komersial dan mendorong bank-bank tersebut untuk beroperasi dengan lebih efisien. Bersiap-siap bagi para pemegang saham-saham perbankan, untuk mendapatkan turbulensi di penghujung 2010 dan sambutan awal 2011, kecuali Anda sudah mempersiapkan diri lebih dahulu sebagaimana salah satunya, posting terdahulu (http://groups.yahoo.com/group/saham/message/94250). http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Siaran+Pers/SP_29122010.htm '+'
