Memang selama ini jalan dengan cara primitif + info2 dari internet termasuk join dengan group kita ini dan saya sangat happy apalagi nanti setelah baca "happy investing" en belajar dari mas Wira, hohohoho .... Ma kasih atas enkorijmen Mas Cuan, lebih sukses ya. Salam
----- Original Message ----- From: [email protected] To: [email protected] Sent: Wednesday, January 05, 2011 9:58 AM Subject: Re: Bls: [saham] Evaluasi Trading 2010 Iya pak Onang, buku karangan pak DW oke bgt. Sy punya hampir semua buku karangan pengarang lokal (kecuali edianto ong, blm punya yg itu..), dan sy katakan buku karangan pak DW ini utk newbie paling oke (setidaknya utk saya ya). Beli 2 buku karangan pak DW dan buku karangan Jhon Vetter berjudul "happy investing" plus browsing2 internet (artikel, forum, situs emiten, lap keuangan, dll) sudah sangat cukup utk bekal belajar berenang di lautan pasar (asal benar2 dipelajari ya..), imho mendingan belajar berenang setelah tau teori berenang drpd belajar berenang dgn learning by doing semata, krn risikonya tenggelam ga nongol2 lg..hehe. Setidaknya sy rasakan begitu. :) Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone ------------------------------------------------------------------------------ From: Desmond Wira <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 4 Jan 2011 04:55:18 -0800 (PST) To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: Bls: [saham] Evaluasi Trading 2010 Pak Onang, Buku saya bisa dibeli di semua toko buku Gramedia regards Desmond Wira trader and book writer - Jurus CUAN Investasi Saham - Analisis Teknikal Untuk Profit Maksimal ------------------------------------------------------------------------------ From: Onang Hendrianto <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, January 4, 2011 5:37:19 PM Subject: Re: Bls: [saham] Evaluasi Trading 2010 Mas Wir, jurus dalam buku buatan mas jitu ga en bisa dibeli di mana, saya mau jadi pendekar biar semua cuan datang termasuk Mas Pingincuan ne, hohohoho .... Salam ----- Original Message ----- From: Desmond Wira To: [email protected] Sent: Tuesday, January 04, 2011 2:36 PM Subject: Re: Bls: [saham] Evaluasi Trading 2010 Pak Lukman, Maksud saya bukan investor itu harus punya target 30%. Itu hanya contoh saja. Ada investor yang punya target 30%, 50%, 100%, 200% tergantung time framenya, bahkan ada yang time framenya almost forever. Baru dijual kalau sudah pensiun, sifatnya untuk rencana pensiun masa tua, dsb. Kalau seperti ini bisa saja dia hold terus Pendapat Pak Lukman tidak salah. Sekali lagi yang saya sampaikan dengan angka 30% itu cuma contoh. Tiap orang bisa punya target masing-masing. regards Desmond Wira trader and book writer - Jurus CUAN Investasi Saham - Analisis Teknikal Untuk Profit Maksimal ---------------------------------------------------------------------------- From: lkm jkt <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, January 4, 2011 1:58:26 PM Subject: Re: Bls: [saham] Evaluasi Trading 2010 Pak Desmond Wira Tentu saja investor tersebut bukan greed kalau ingin cuan 30%, tapi kalau sudah cuan 30% masih belum jual juga itu baru namanya serakah Seorang investor itu . bukan sudah cuan berapa banyak . . tapi lebih ke perhitungan . Jual di Investasi satu untuk di pindahkan ke investasi lain nya . dan Investasi manakah yg paling (bisa di harapkan memberikan return terbesar) selama saham yg lama masih lebih propek . walapun sudah gain berapa pun . akan tetap saya hold. Salah kah pendapat ku ? Salam Lukman 2011/1/4 Desmond Wira <[email protected]> Setuju dengan Pak Alit Greed itu cara ngukurnya berbeda-beda tiap orang, hal ini karena perbedaan time frame, beda target pula Kalau trader time frame cuma harian, target jualnya bisa cuma 2-3% Kalau investor time framenya bisa bulanan-tahunan, target jualnya minimal 30%. Masa nunggu berbulan-bulan cuma dapet 3%, ogah lah Tentu saja investor tersebut bukan greed kalau ingin cuan 30%, tapi kalau sudah cuan 30% masih belum jual juga itu baru namanya serakah Fear sama saja, tergantung stop loss yang ditetapkan sebelumnya Kalau sudah menetapkan target stop loss misalnya 8% harga turun harus jual, maka Kalau harga turun baru 3% sudah jual, itu namanya sudah takut duluan Kalau harga sudah turun 8% dan dijual tanpa kompromi = disiplin cut loss regards Desmond Wira trader and book writer - Jurus CUAN Investasi Saham - Analisis Teknikal Untuk Profit Maksimal -------------------------------------------------------------------------- From: Alit Suwirya <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, January 3, 2011 10:44:41 PM Subject: Bls: [saham] Evaluasi Trading 2010 kalo menurut saya yang namany greedy yaitu kita menentukan target dan saat target tersebut sudah tercapai kita tidak menjualnya...he.h.e.he cuma sharing kalo g setuju ya gpp -------------------------------------------------------------------------- Dari: 7site <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sen, 3 Januari, 2011 21:34:32 Judul: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010 Saat udah gain tdk jual2x, Bedanya serakah dgn sabar menunggu saat panen (investor) apa ya? Saat loss segera jual, Beda nya ketakutan dgn disiplin cut loss apa ya? Binggung ya..... Sent from my seventhsite.com® powered by 7site -------------------------------------------------------------------------- From: Pr Sudarmo <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 3 Jan 2011 22:23:28 +0800 (SGT) To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010 Kita sering dengar sifat serakah (greedy) adalah sifat negative untuk trader, tetapi sebenarnya saya nggak ngerti benar, macam2 sifat serakah yang bagaimana yang dimaksud? -------------------------------------------------------------------------- From: BAGUS KARYADI KARYADI <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, January 1, 2011 11:31:37 PM Subject: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010 Jangan putus asa kawan di 2011, kalah itu biasa, menang itu luar biasa, pengendalian diri itu yang utama, alat analisa sudah canggih, bisa dilihat besok mau naik atau turun. tapi sifat serakah itu yang susah dikendalikan. ketika sifat itu dapat dikendalikan, maka kita pantas di sebut master saham. salam cuan. --- Pada Sab, 1/1/11, PH <[email protected]> menulis: Dari: PH <[email protected]> Judul: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010 Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 1 Januari, 2011, 9:04 PM Semua jelas pernah rugi... Tapi semua harus belajar dari kesalahan... Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ------------------------------------------------------------------ From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 1 Jan 2011 13:35:32 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010 Sy pikir siapapun yg berani jd kontrarian (ga ikutin tren) hrs punya bekal yg cukup, jika ngga sebaiknya tetap pada prinsip follow the market aja. :) Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ------------------------------------------------------------------ From: "H. Ruslim" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 1 Jan 2011 20:31:18 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010 Saya rasa semua yang main saham pasti pernah rugi... Dan kita perlu belajar kenapa ? - Apakah karena beli berdasarkan feeling ? - Buy on Rumour ? - Beli gorengan yang bikin jantungan ? - Pada saat jual eh malah naik.. - Dibeli eh malah turun... Itulah dinamisnya pasar saham.....saya juga mengalami kerugian yang besar... tapi saat ini posisinya sudah balik dan profit... Namun target saya pribadi adalah mengalahkan kenaikan dan penurunan indeks... Profit di saat market uptrend itu bukan hal yang luar biasa.... karena umumnya bisa mendatangkan profit.. tapi trading pada saat downtrend.. itu menurut saya keynya? khususnya kalau memang sudah menggantungkan hidup di dunia ini (trading for a living)... kalau memang belum menggantungkan hidup di saham, pada saat downtrend, bisa berpaling ke yang laen.. Saat ini saya belum trading for a living but one day I will.. on the way ke sana... :-) Happy New Year :-) salam, HR 2011/1/1 <[email protected]> Sama Boss..Mulai trading juni 2009 ..modal habis semua krn tiap hari trading...skrg suntikan yg ke dua sdh mulai hati2 dan hasilnya lebih bagus..berkat ikut millis, course, dan baca buku... Semoga 2011 lebih baik lagi... Moza Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ---------------------------------------------------------------- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 1 Jan 2011 08:13:39 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010 Kalo sy mulai aktif trading sejak Juli 2010, porto sempet +50% tp sekarang tinggal +3% krn terlalu sering transaksi.,malah rugi..hehe, imho, pola pikirlah yg memberi kontribusi terbesar dlm hasil trading kita..th 2011 sy akan lebih sedikit trading dan lebih banyak belajar. Sy pernah dikasihtau bahwa kl mau bawa ngebut mobil hrs tau cara nyetirnya dulu, masalah ngebut sih gampang, tinggal injek gas. Semoga taun 2011 kita semua dapat lebih baik lagi. :) Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ---------------------------------------------------------------- From: "7site" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 1 Jan 2011 07:54:49 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Evaluasi Trading 2010 Setuju dgn Dimas, sy mulai berpikir jg ke reksadana saja, mengingat hasil+ capek liatin running trade, ditipu sana sini ol pasar, kalopun + tdk sebanding dgn capek mata nya. Hanya saja apakah invest saat ini apa idx tdk ketinggian, mentok2x ke 4000, kalo turun ke 2500, khan lebih jauh loss nya drpd cuannya, mengingat mereka (reksadana) mengikuti idx. So? Apakah yakin akan naek trus ke 5000? Salam cuan Sent from my seventhsite.com® powered by 7site ---------------------------------------------------------------- From: Dimas Yoga <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 1 Jan 2011 13:33:45 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [saham] Evaluasi Trading 2010 Dear rekan milis, Bagaimana jika kita evaluasi hasil trading di tahun 2010 yang lalu? Yang saya ingin bahas bukan ratio win/lose, tetapi lebih mengarah ke growth portofolio total. Kita mulai dari saya dulu ya, hehe... Overall di tahun 2010 ini portofolio trading saya masih -0,8%.. Yup, bapak ibu ngga salah baca, portofolio total saya masih minus ditengah hiruk pikik pasar yang bullish ini, hehe.. Sekedar catatan, saya mulai trading tanggal 27 Agustus 2009 setelah sebelumnya sejak tahun 2008 berinvestasi di reksadana saham, jadi kalau sampai tanggal 30 Desember 2010 itung-itung setahun lebih 3 bulan lah ya, cuma biar gampang hitungnya aja, sejak saya pertama kali trading sampai dengan kemarin tanggal 30 Desember 2010 portofolio saya ya masih segitu-segitu saja tuh, hehe... Evaluasi ini berguna bagi saya pribadi untuk berkaca dan mawas diri terhadap skill saya. Niat awal trading karena pada awalnya saya tidak puas dengan kinerja reksadana saham yang saya miliki (Schroder Dana Prestasi Plus) dan ingin coba-coba trading saham sendiri, tapi ternyata.. jangankan mengalahkan... menyamai kinerja mereka saja ternyata ngga mudah ya.... dan setelah saya evaluasi, disamping faktor skill, memang faktor manajemen emosi/psikologi dan kedisiplinan dalam trading saya yang masih payah... Dari hasil evaluasi ini saya mungkin akan mengalokasikan 80-90% dana saya di reksadana saham saja, selain less stress juga aktivitas kerja kita sehari-hari kita tidak terlalu terganggu dengan ikut banyak milis dan forum, ikut kursus trading, beli banyak buku dan baca e-book trading, beli software trading, ikut langganan rekomendasi saham berbayar, analisa chart hampir setiap hari, oprek-oprek indikator untuk cari holy grail (meskipun holy grail ngga pernah ada, tapi minimal mendekati lha, hehehe... ), baca laporan keuangan (meskipun ngga terlalu ngerti karena bukan orang akunting, hehehe...), pantau rumor corporate action (apalagi kalo mau bagi deviden, hehehe... ), dan curi-curi waktu kantor buat lihat running trade, dan lain sebagainya, fiuhhhhhh.... memang proses menuju trader profesional tuh berat juga yah, hehehe...... Kemungkinan saya mau invest di reksadana Panin Dana Maksima, mengingat di tahun 2009 dia punya growth 125% dan di tahun 2010 pun growth-nya pun ngga jelek-jelek amat 102% (sumber : http://www.infovesta.com/), sedangkan sisanya sekitar 10-20% saja yang akan saya gunakan untuk trading, itupun saya akan benar-benar trading di saham yang memiliki trend naik (minimal midterm/3-4 bulan kebelakang kalo dilihat secara "big picture" EMA tuh saham lagi naik dan harga saham lagi diatas EMA 20, hehehe...), lihat chart hanya lihat chart weekly (kalau ini lebih untuk meminimalkan unsur spekulasi dan tentu saja menunggu konfirmasi, meskipun kadang sering telat masuk atau telat jual tapi gapapa, yang penting saya harus belajar disiplin hehe.... ) punya fundamental perusahaan yang baik (baik disini dilihat dari segi GCG, punya long-term growth, dan punya pertumbuhan earnings yang stabil), punya kapitalisasi pasar minimal Rp1T (small to mid-cap), dan punya fraksi harga minimal Rp10 atau Rp25 (sudah kapok dah trading saham yang punya fraksi harga Rp1 dan Rp5, too volatile hehehe...) Saya bukan agen penjual reksadana, dan tidak dalam rangka promosi apa-apa, silakan teman-teman evaluasi diri seobjektif mungkin, apakah effort yang dikeluarkan dengan hasil yang didapat, apakah worthed atau tidak (at least sampai dengan saat ini ya...), tapi kalau untuk kedepan sih saya anggap waktu, uang, serta pengertian keluarga yang tidak pernah mengeluh ketika hampir tiap malam (bahkan di hari libur...) kita analisa chart adalah sebuah investasi yang akan berguna jika saya kelak trading kembali dalam porsi dana yang lebih besar, hehehe.... Saya murni hanya ingin sharing dan ingin dapet feedback dari teman-teman dan senior semua, menurut teman-teman apakah langkah saya sudah tepat? Mengingat umur trading saya juga baru seumur jagung (baru juga 1 tahun, hehehe...) Salam Sukses 2011 dan TETAP SEMANGAT... !!, Dimas -- Lukman
