*Saham AS Berakhir 'Mixed'*

Pasar AS sepertinya kehilangan arah pada perdagangan kemarin, sehari sebelum
rilis laporan penting tentang 'employment' Jumat. Indeks komposit NYSE jatuh
0,5% dan S&P 500 -0,2%. Namun demikian indeks teknologi Nasdaq masih mampu
mendaki 0,3%, khususnya berkat dukungan indeks semikonduktor Philadelphia
yang melejit 1,8%. Perlu diingat bahwa Nasdaq didominasi oleh emiten kelas
kecil/menengah yang lebih berorientasi lokal AS sehingga dampak
regional/global indeks Nasdaq tidak sesignifikan indeks utama lainnya,
seperti NYSE, S&P 500 dan Dow yang ketiganya minus.

Data ekonomi yang akan dirilis Jumat: 'monthly nonfarm payrolls report' yang
menjadi bagian dari laporan bulanan menyeluruh tentang 'employment
situation' AS. Estimasi konsensus adalah peningkatan sebanyak 140.000 posisi
pekerjaan yang terisi selama Desember. Data kredit konsumer juga akan
dirilis.

Sementara pasar saham Indonesia memulai 'major pull-back'-nya setelah reli 7
hari yang terlama setelah reli 8 hari berturut-turut yang berakhir 06
Oktober 2010. Sebagaimana reli 06 Oktober 2010 yang diikuti dengan
serangkaian 'pull-back', maka reli kali ini yang melanjutkan reli sinterklas
Desember lalu pun diperkirakan akan mengalami hal yang sama dengan degradasi
yang lebih signifikan mengingat faktor global/regional. Menguatnya USD dan
koreksi pada sebagian besar komoditas menjadi sentimen negatif pada akhir
minggu ini dan selama minggu depan. Dirilisnya laporan 'sovereign credit
risk' oleh CMA juga mengisyaratkan potensi eskalasi gagal bayar di sejumlah
negara di Eropa, sementara CDS Indonesia juga mengalami penurunan. Selain
itu, kekhawatiran atas inflasi yang tidak diikuti dengan tindakan preventif
penyesuaian suku bunga juga melemahkan kepercayaan dan minat atas nilai
tukar dan membuka ruang spekulasi Rupiah. Kekhawatiran inflasi yang sama
juga telah mengurangi perspektif atas bobot potensi kenaikan laba emiten
yang sebelumnya diharapkan dapat menjustifikasi posisi harga-harga saham
yang sebagian sudah 'over-extended' dan 'priced-in' khususnya pada sektor
komoditas dan perbankan.

Namun demikian, kesempatan untuk memperoleh 'gain' masih terbuka khususnya
untuk saham-saham 'mid-caps' yang belum 'over-extended' atau masih
'under-perform' atau 'undervalued'.

US market outlook: 'Market in Confirmed Uptrend'
Indonesia market outlook: 'Market in Confirmed Uptrend'

'+'

Kirim email ke