Mantap bro+

On 1/10/11, heru <[email protected]> wrote:
> Yg bener nih? Ntar disalahin lagi hihihi...
>
> *ngabur...sebelum di lempar bata
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Sender: [email protected]
> Date: Mon, 10 Jan 2011 02:26:55
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [saham] Saham Indonesia: Best time to BUY in the start of Year
> 2011
>
> Hayo tunggu apalagi. Buruan serbu. Ntar nyesel lho. Hehehe
> -----Original Message-----
> From: positif01 <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Mon, 10 Jan 2011 09:23:16
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [saham] Saham Indonesia: Best time to BUY in the start of Year
> 2011
>
> Jika tahun 2011 adalah waktu yang tersisa dalam hidup Anda ('lifetime'),
> maka Jumat lalu dan beberapa hari ke depan adalah waktu terbaik Anda untuk
> masuk dalam saham-saham pilihan untuk mengarungi prospek investasi 2011,
> now
> is your best chance in your lifetime as these days may not come back for
> the
> rest of the year.
>
> Jumat lalu, investors/traders Indonesia 'dikagetkan' dengan reaksi pasar
> yang begitu 'bearish' terhadap 'pull-back' di awal tahun. Bayangkan hanya
> dalam 1 hari, IHSG sempat jatuh hingga 3,6% dan dana asing yang keluar
> ('net
> ouflows') lebih dari Rp1,5 triliun merupakan 'outflows' yang terbesar sejak
> Juli 2008.
>
> Panik? Ya, jika Anda hanya berkutat pada hari Jumat itu saja dengan
> mengabaikan ('dismiss') sejumlah fakta dan data, baik ke belakang
> (historis)
> maupun proyeksi ke depan. Jika, cukup komprehensif membaca situasi, menurut
> saya, saat ini justru adalah saat terbaik untuk mengarungi prospek 2011.
> Tentu, Anda tidak dapat selalu berharap saham dan indeks akan terus naik
> tanpa pernah turun. "What goes up must come down!", begitu yang terjadi
> Jumat lalu sebagai 'pull-back'. Seperti laksana argo taksi, maka 'start'
> yang positif di awal tahun 2011 lalu ibarat di-reset ulang ke titik 0. Itu
> sama halnya dengan kesempatan kedua yang diberikan pasar kepada Anda untuk
> dapat lari lebih baik di waktu tersisa. Mengapa saat yang terbaik untuk
> mengawali investasi 2011?
>
> 1) Mayoritas indeks utama global/regional Jumat lalu mengalami 'pull-back',
> tidak terkecuali NYSE/Nasdaq, FTSE hingga Asia Tenggara. Namun demikian,
> perkembangan semua indeks kunci mengawali tahun 2011 ini bersepakat satu
> kata: memulai Naik, termasuk IHSG. Bahkan beberapa indeks acuan global
> seperti S&P 500 masih naik 1,1% pada 5 hari pertama perdagangan di 2011,
> sekaligus merupakan kenaikan terbesar mingguan dalam 4 minggu terakhir.
> Secara keseluruhan saham-saham AS naik selama 6 minggu berturut-turut dan
> merupakan rangkaian kenaikan berturut terlama sejak April 2010. Mengenai
> perkembangan indeks di Asia Tenggara, Reuters melaporkan Jumat lalu setelah
> penutupan perdagangan yang dramatis bahwa, "However, stocks in the region
> had a strong start in the first trading week of the year thanks to hopes of
> good earnings growth at listed firms and of strong economic growth in
> Asia."
>
> 2) Laju saham AS tetap positif tetapi dalam tempo melambat. Adalah
> kepentingan 'emerging markets', untuk melihat saham-saham AS tetap melaju
> agar tidak menghambat 'global economy recovery', tetapi juga tidak melaju
> sedemikian kencang yang akan mendorong dana-dana murah ('hot money') hasil
> 'quantitative easing' kembali dari 'emerging markets' ke 'home countries'
> AS/Eropa. Dan, berterima kasih kepada rilis data tenaga kerja AS Jumat lalu
> yang masih menunjukkan hasil yang 'mixed'. Meski 'unemployment rate' turun
> signifikan dari 9,8% menjadi 9,4% yang merupakan terendah sejak May 2009,
> akan tetapi kenaikan 'non-farm payrolls' atau indikasi jumlah pekerjaan
> baru
> yang terisi, hanya naik sebanyak 103.000 atau jauh di bawah ekspektasi
> 150.000. Kondisi ini menunjukkan bahwa terlepas dari membaiknya mayoritas
> indikator ekonomi AS, khususnya yang menggambarkan progress/prospek di
> pasar
> keuangan, realitas riil di masyarakat, perbaikan ekonomi masih berjalan
> tertatih-tatih. Ben Bernanke, Gubernur Federal Reserve, menguatkan
> sinyalemen kemajuan dalam tempo yang lambat ini dengan menyatakan Jumat
> lalu, "it could take four to five more years for the job market to
> normalize
> fully". Sinyalemen ini memberikan kesempatan bagi sejumlah 'emerging
> markets', seperti Indonesia untuk 'buying time' membenahi fasilitas
> infrastruktur yang dapat menopang laju foreign direct investment, sekaligus
> mengejar status 'investment grade'-nya pada tahun ini dengan menjaga
> stabilitas fiskal dan moneter sebaik mungkin. Data yang 'mixed' dari AS ini
> akan kembali menjadikan dana-dana asing harus berpikir 10 kali sebelum
> benar-benar memutuskan untuk keluar dari 'emerging markets'.
>
> 3) Antisipasi Inflasi di Indonesia. Inflasi telah menjadi isu sentral di
> awal 2011. Dengan inflasi tahunan pada Desember lalu yang di atas estimasi
> BI dan serangkaian kenaikan komoditas, turut menambah kekhawatiran sejumlah
> pelaku pasar. Terlebih, BI memilih untuk menaikkan GWM ketimbang suku
> bunga,
> sehingga persepsi pelaku pasar cenderung untuk men-downgrade prospek nilai
> investasi di Indonesia yang tergerus dengan kenaikan inflasi. Namun
> demikian, kekhawatiran ini, sudah coba dijawab oleh Pemerintah Indonesia
> dengan serangkaian tindakan konkret, khususnya terkait pengendalian harga
> pangan yang telah menjadi sumber kenaikan inflasi. Pada akhir pekan lalu,
> setidaknya ada 2 sinyalemen tindakan penting yang perlu dicatat oleh pelaku
> pasar:
> a) Pemerintah Indonesia akan memangkas bea impor pangan (
> http://www.reuters.com/article/idUSJKB00420220110107);
> b) selain langkah langsung pemadaman harga pangan, Pemerintah melalui BPS
> juga akan 'membenahi' perhitungan angka inflasi khususnya bobot pada
> komponen pangan yang volatil (
> http://economy.okezone.com/read/2011/01/07/20/411535/bps-didesak-keluarkan-cabai-dari-perhitungan-inflasi).
> Meski BPS mengkonfirmasi cabai tetap dalam komponen perhitungan inflasi,
> tetapi bobot komponen volatil seperti pangan (cabai dan lainnya) akan
> ditinjau ulang (
> http://bisnis.vivanews.com/news/read/198106-bps--harga-cabai-tetap-dihitung-di-inflasi).
> Penyesuaian ini bukan sesuatu yang aneh, Pemerintah AS sekalipun baru-baru
> ini dan tetap akan menyesuaikan perhitungan 'unemployment rate', dan itu
> menjelaskan mengapa 'rate' rilis Jumat lalu bisa turun hingga 9,4%.
> Pemerintah AS juga mengabaikan komponen volatil inflasi yang disumbang oleh
> pangan dan bahan bakar, dengan hanya fokus kepada inflasi inti ('core
> inflation'). Dan terkait inflasi inti ini BI telah menegaskan proyeksinya
> selama 2011:
> http://www.bloomberg.com/news/2011-01-07/indonesia-says-2011-core-inflation-may-not-exceed-5-update1-.html
> .
>
> 4) Rilis laba AS segera mulai. Pekan ini, Alcoa, sebagai emiten dengan
> tradisi pengumuman laba kuartalan paling awal, akan merilis laporan
> keuangannya, dan ekspektasi pasar positif. Ini akan menjadi gong akselarasi
> kenaikan indeks, dan mempengaruhi 'tone' bursa saham global (
> http://www.reuters.com/article/idUSTRE7065U720110109).
>
> 5) Jika Anda mengkhawatirkan 'outlows' asing Jumat lalu yang terbesar sejak
> Juli 2008 atau sebelum krisis finansial global, sekarang perhatikan chart
> IHSG setelah Juli 2008. Anda akan menemukan bahwa indeks tidak jatuh
> seketika, kecuali setelah kejatuhan indeks AS karena pengumuman kepailitan
> Lehman Brothers. Dan, jangan lupa satu hal, bahwa sebelum Juli, yang
> merupakan indikasi akan terjadinya krisis finansial global, sudah dimulai
> dengan kolapsnya institusi keuangan klasik Bear Sterns pada Maret 2008, dan
> disusul dengan institusi 'mortgage' Freedie Mac. Pertanyaan kritis yang
> diajukan kepada para pelaku pasar yang bimbang saat ini, ada kejadian
> fundamental luar biasa apa yang sudah terjadi sehingga bisa menjustifikasi
> krisis sebagaimana 2008?...Jawabnya, tidak ada, kecuali harga komoditas
> naik. Oleh karena itu, kekhawatiran tersebut masih belum cukup alasan, dan
> oleh karena itu 'pull-back' yang terjadi tidak lebih dari penyesuaian
> temporer yang menyediakan kesempatan beli/investasi yang terbaik.
>
> Terakhir, coba lihat sejarah ke belakang. Perhatikan waktu-waktu di mana
> IHSG memasuki 'intermediate/long-term bearish cycle'-nya, apakah 'bearish'
> terjadi pada saat BI rate ada pada satu digit, misalnya seperti 6,5% saat
> ini? Jawabnya, jelas tidak, sejarah menunjukkan setiap krisis, posisi BI
> rate ada pada 2 digit. Kondisi yang sama, juga menjawab kekhawatiran
> 'double
> dip' pada bursa saham AS sepanjang awal 2010 lalu. Bagaimana bisa krisis
> kembali saat Fed discount rate ada pada level terendah mendekati 0%? Sampai
> di sini, kesimpulan dari salah satu analis Indonesia sebagaimana dikutip
> oleh Reuters, cukup tepat.
>
> Despite the bearish session, brokers in the region remained generally
> optimistic. "There's no negative news in the market and I think it's purely
> a healthy correction because investors realised profits," said
> Jakarta-based
> John Teja, director at broker Ciptadana Securities.
>
> Namun demikian, jangan sampai salah pilih subsektor dan saham untuk prospek
> investasi 2011. Untuk jangka pendek, 'big caps' dan komoditas masih akan
> mengalami tekanan.
>
> '+'
>
>

-- 
Sent from my mobile device


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke