Emang
. _
I )
/ I
/__',__
/( ___ _)\
I( ____ _))
\( ___ _)) TOP..
\(___ _)/
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: positif01 <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 10 Jan 2011 20:24:22
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] MPPA bagaimana?
MPPA mengeluarkan 'press release' ke-3 nya hari ini melengkapi 2 'press
release' sebelumnya yang ada hubungannya dengan potensi buyout, baik aset
atau ekuitas MPPA. Menarik mencermati judul pemberitaan dari 3 media online,
sebagai pembanding:
detik Finance: Matahari Batal Jual Hypermart
Kontan: Pertahankan Hypermart, saham MPPA terjun 9%
inilah.com: MPPA Tetap Pertahankan Bisnis Hypermart
Bloomberg: Matahari to Seek Global Partner After Deciding to Keep Hypermart
Business
Reuters: Indonesia's Matahari scraps $1 bln Hypermart sale, may seek partner
Salah satu 'coverage' detik Finance misalnya mengutip secara langsung bagian
kunci dari 'press release' MPPA hari ini. Namun membaca ke-4 berita dari
media berbeda tersebut, saya menilai hanya Reuters yang 'coverage'-nya lebih
tajam dan masih bisa mengendus alternatif potensial yang bisa terjadi.
Ketiga media lainnya, termasuk Bloomberg, berhenti kepada dipertahankannya
'hypermart' oleh MPPA.
Sedikit menyinggung apa yang sebenarnya paling mungkin terjadi, menarik
untuk menguji 2 skenario, jadi atau tidaknya akuisisi MPPA oleh peritel
global.
-Skenario tidak jadi: berarti selain MPPA berdiri sendiri, hypermart pun
masih sepenuhnya dimiliki dan masuk dalam pembukuan MPPA. Yang dulu khawatir
dengan hilangnya sumber pendapatan utama MPPA berarti seharusnya senang atas
'press release' ini, bukan begitu? Kenapa bingung? case closed;
-Skenario jadi: berarti MPPA di-take over. Kenapa sekarang bingung dengan
'press release'-nya? Saya sendiri juga bingung kenapa ada yang bingung. Coba
perhatikan baik-baik judul pemberitaan, dan baca dengan cermat dan seksama
5-10 kali 'press release' MPPA ini. Saya sangat anjurkan baca terus. Saya
hanya bisa analogikan begini:
Pembicaraan antara kekasih: "Aku tidak ingin berikan hatiku padamu karena
hatiku sepenuhnya miliku...tetapi sayangku...aku berikan diriku seutuhnya
untukmu." Bagaimana? tentu seperti orang berpacaran, Anda tidak berharap
cerita akan segera langsung klimaks berakhir di resepsi pernikahan. Tentu
Anda tidak mau membayar tiket Rp50 ribu untuk menonton "Eat, Pray and Love"
dan hanya berlangsung 3 menit dari eat, pray and love. Ada
drama/lika-liku-nya yang justru menjadi daya tarik dari transaksi itu.
Coba, baca sekali lagi.
Rekomendasi tetap, dengan harga sekarang justru sangat atraktif.
'+'