Selaku pemegang 43% saham Vallar, Plc. atau Bumi, Plc to be, dan
mengendalikan 'board of directors' sekaligus 'officers', akankah BNBR segera
mengikuti kinerja harga saham Vallar di LSE yang bergerak naik sejak akhir
tahun 2010 dengan rata-rata besaran kenaikan di atas 1,5%, sesuatu yang
jarang terjadi pada bursa 'developed markets', terlebih dengan 'turnover'
atau total nilai transaksi yang besar di atas Rp1 triliun.

Selasa malam, penutupan bursa Eropa, Vallar, Plc berhasil menguat +4,87% di
London dan +2,33% di Frankfurt. Peningkatan ini menunjukkan 'confidence'
pelaku pasar keuangan asing yang notabene mayoritas bukan investor negara
asal pemegang saham pengendali BNBR, Indonesia. Eskalasi harga saham Vallar
yang meyakinkan dengan volume yang besar di bursa sekelas London seakan
mengkonfirmasi ekspektasi sekaligus keyakinan pelaku pasar keuangan
internasional akan langkah-langkah ke depan Vallar/BNBR untuk menandingi
Xstrata sebagai world largest therma coal company yang tercatat di bursa
London. Hal ini sejalan dengan rencana akuisisi Vallar terhadap perusahaan
batubara besar global dari Amerika Utara atau Australia yang akan
dideklarasikan pada akhir Januari/awal Pebruari (
http://groups.yahoo.com/group/saham/message/96719)

http://www.ft.com/cms/s/0/0b0a3862-177a-11e0-badd-00144feabdc0,s01=1.html

Nathaniel Rothschild tentang Vallar, Plc: “Let’s be under no illusions. The
Bakrie family and the family behind Recapital will be the biggest
shareholders of this group. It will be an Indonesian natural resources
champion right on the doorstep of China.”

'+'

Kirim email ke