Pertumbuhan global hanya naik 3,3% turun dari 3,9%, kata World Bank. Berita baik atau berita buruk, headline tersebut di atas bagi pasar saham Indonesia?
Itu berita baik. Ingat, yang turun itu pertumbuhannya, buka tumbuh negatif. Kenapa berita baik? Karena berarti agresivitas agregat pertumbuhan ekonomi global yang jadi acuan kemajuan/perbaikan ekonomi negara maju, tidak akan bergerak dahsyat seperti diinginkan. Artinya, negara maju seperti AS yang masih bertumpu kepada orientasi ekspor tidak akan segera meloncat naik ke atas pohon, tetapi merambat. Yang tadinya mau buru-buru 'quality flight' atau 'capital outflow' cari rente lebih besar di 'developed market' setelah untung di 'emerging market' mesti berpikir 2 kali. Yang jelas selama 'resesi' 2 tahun lalu, yang paling diuntungkan salah satunya yang pertumbuhan berbasis kepada konsumsi domestik adalah Indonesia. Berita tentang pernyataan World Bank di atas bisa dibaca di http://www.bloomberg.com/news/2011-01-13/world-bank-sees-capital-flow-risks-3-3-global-growth-in-2011.html '+'
