Cadangan Devisa RI kurleb US$100 Milyar ya? 

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: positif01 <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 14 Jan 2011 10:36:25 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] http://www.investor.co.id/tajuk/salut-pada-sikap-bi/2922

Semua sikap dan keputusan harus dan perlu dihargai, termasuk BI. Hanya bagi
yang berada di luar BI dan mengamati situasi sekeliling, tentu masih pantas
menanyakan tepat/tidaknya posisi bertahan. Kalau disederhanakan antara
"berani" dan "takut" pada tekanan; yang mempertahankan suku bunga berarti
"berani", yang akhirnya ikut menyesuaikan suku bunga berarti "takut" apalagi
menyesuaikannya bisa belasan kali dalam setahun berarti "takut pangkat 12",
he3x.

Satu saja pertanyaan saya, the People's Republic of China dengan cadangan
devisa valuta asing sebanyak US$2,8 triliun atau Rp2.800.000.000.000.000.000
(susah bacanya, saya tuliskan dua koma delapan juta triliun Rupiah) dan
mengambil keputusan menaikkan suku bunga sebanyak 2 kali selama tahun 2010,
lebih takut pada tekanan dibandingkan Indonesia dengan cadangan valuta asing
(
http://www.imf.org/external/np/sta/ir/IRProcessWeb/data/idn/eng/curidn.htm)kuranglebih
US$100 juta atau 1/30 Cina.

Makes sense? Perlu tambah India, for another example? Itu jadi pe-er Anda
saja ya, :d.

'+'

2011/1/14 phet_noy <[email protected]>

>
>
> nice to read
>
>  
>

Kirim email ke