Ada yang bertanya, ada apa dengan ADRO yang anjlok 7,6% pada 'sell-off'
kemarin?
Sebelum menjelaskan, perlu dicatat bahwa mayoritas indeks global/regional
mengalami 'pressure' kemarin, bukan hanya IHSG. Dan enerji/komoditas seluruh
dunia menjadi sub-sektor utama yang mendapatkan 'pull-back' signifikan,
tidak terkecuali batubara ('coal'). So, sampai di sini, tenang dan rileks
menyimak akrobat harga. Nothing to be worried, be relaxed, okay?
Kecuali ADRO dan BUMI. Kenapa, khusus untuk ADRO, kemarin UBS men-downgrade
'buy' menjadi 'neutral' (PT Adaro Energy, Indonesia’s second-largest coal
producer, fell the most in a month as UBS AG lowered the stock to “neutral”
from “buy.” - Bloomberg). Sementara untuk BUMI, kemarin adalah untuk ke-2
kalinya BUMI di-downgrade menjadi 'sell' setelah oleh Goldman Sachs pada 12
Januari lalu, UBS AG kemarin men-downgrade juga menjadi 'sell'.
Tentu tidak semua investors/traders akan 'fly away' dari kedua emiten
batubara tersebut, tetapi satu proporsi yang signifikan dalam nilai
transaksi yang masif secara harian rata-rata sudah cukup untuk menekan
keduanya. Pertanyaannya, ke mana larinya?...Yang pasti yang lari still stay
here. Mau ke mana? US, Europe...Anda lihat sendiri progress-nya belum lama
ini.
Mereka lari mengikuti hukum ekonomi abadi, jika Anda pada fase inflasi,
dekati yang sensitif/diuntungkan dengan kondisi itu, ya salah satunya masih
tetap di komoditas batubara yang masih prospektif. Mereka diekspektasi akan
segera memulai pelarian sekaligus perburuan ke DOID dan ITMG. Ada apa dengan
DOID? Yang jelas sudah ada yang masuk mengantisipasi dan berspekulasi dalam
jumlah besar, kalau tidak percaya tanyakan Texas Pacific Group (TPG) dan
Government Invesmtent Corporation (GIC) Desember lalu. ITMG? Kinerja dan
kualitas produksi batubara-nya tidak diragukan, dan mereka memang
sungguh-sungguh....memanen batubara, bukan mencari bara dari batu.
Anda?
'+'