Gosh here we go again.... 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: positif01 <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 21 Jan 2011 14:13:40 
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Catatan intraday Jakarta Market

IHSG sekali lagi mengalami tekanan yang berat 21 Januari. Setelah transaksi
asing mencoba bertahan Kamis kemarin di zona positif selama mayoritas waktu
perdagangan dan pada akhirnya ditutup dengan 'nett sell' di pasar reguler
Rp35 miliar dengan penguasaan total nilai transaksi hanya 1/3 dari domestik
yang diliputi dengan 'panic selling' maka 'mood' yang negatif dari pelaku
pasar domestik kemarin hari ini berimbas kepada asing yang 'gantian'
melakukan aksi jual. Meskipun diliputi dengan 'mood' yang masih negatif,
transaksi jual asing di pasar reguler masih tertahan di bawah Rp1 triliun.
Data yang dirilis oleh KSEI pada akhir tahun 2010, asing tercatat menguasai
63% dari total ekuitas pasar saham Indonesia atau senilai Rp1.174,68
triliun.

Bagaimana kelanjutan sesi 1?

Di tengah sentimen negatif yang melanda bursa regional, Indeks saham Cina
justru bergerak sebaliknya dan memulai 'rebound' setelah turun tajam
kemarin. Saham-saham Cina 'rebound' dari penutupan terendah kemarin dalam 4
bulan terakhir. Hal ini disebabkan investor mulai berspekulasi bahwa
penurunan akhir-akhir ini sudah berlebihan ('excessive') (
http://www.bloomberg.com/news/2011-01-21/china-s-stocks-rebound-from-four-month-low-as-property-developers-advance.html
).

Di sisi lain, komoditas, khususnya 'hard commodities' seperti coal, crude
oil, industrial dan precious metal diperkirakan akan segera berbalik arah
('rebound') setelah tekanan yang berlebihan. Antisipasi perayaan imlek
(Chinese lunar year) di Cina pada bulan Pebruari diperkirakan akan menjadi
sentimen lonjakan permintaan emas dalam waktu dekat. “We are entering a
period of strong seasonal growth in gold demand and Chinese New Year is a
big part of that,” said Brien Lundin, editor of Gold Newsletter. “Physical
demand has been supporting the gold prices on the downside even during the
typical slack periods, and I expect that upcoming increase in demand will
also support the price, but at higher levels.” (MarketWatch).

Selain itu, perkembangan ekspor batubara Queensland yang turun 15 juta ton
selama dilanda banjir terbesar setelah tahun 1974 turut mendorong kenaikan
harga batubara di tengah drastisnya penurunan suplai batubara
global/regional. (
http://www.marketwatch.com/story/queensland-coal-exports-seen-down-by-15-mln-tonnes-2011-01-20
).

Sementara di Indonesia, menghadapi kekhawatiran atas berkembangnya 'mood'
negatif khususnya di antara pelaku pasar domestik, Manish Bhai, managing
director dan head of Indonesia markets di Citigroup Inc., bank AS terbesar
ke-4, mengatakan bahwa "kami tidak menyarankan klien untuk "sell" (“We
aren’t telling the clients ‘sell’ because we think inflows will continue
into emerging markets,”said Bhai. “The suggestion is to exercise cautious
optimism given the global developments and increase in inflation risks.”) (
http://www.bloomberg.com/news/2011-01-20/yield-jump-to-spur-11-rupiah-gain-bank-central-says-update1-.html
)

Dari aspek 'currency', menghadapi tekanan atas 'ouflow' temporer, Gubernur
BI, Darmin Nasution, tampak 'confidence' akan mampu mengatasi. Dan di pasar
valuta juga dirasakan secara jelas adanya intervensi yang serius dari BI
untuk menghadapi 'pressure tersebut. Dan kurs Rupiah tampak kembali menguat
tajam di tengah hari ini. (
http://www.reuters.com/article/idUSJKB00423820110121). BPS sendiri sudah
memberikan sentimen yang positif atas ekspektasi inflasi Januari yang
disampaikan kemarin sebagaimana dilansir oleh Reuters bahwa laju inflasi
Maret tertahan dan cenderung menurun.

BPS hari ini menyatakan ekspektasi inflasi Januari 0,5% m/m atau turun dari
Desember lalu 0,92% m/m. Sementara inflasi inti akan mencapai sekitar 4% y/y
atau turun dari Desember lalu 4,28% y/y. (
http://www.reuters.com/article/idUSJKB00423020110120)

Saham-saham Indonesia rekomendasi: "buy"

'+'

Kirim email ke