Coba rehat sejenak dari sekadar hitung 'wave' sudah ada di hitungan 3,4,5
(dan harus 5) plus a,b,c-nya. Kalau kata Martin Pring, kurang kerjaan
'ngitungin' 'wave', dan kenapa harus 5? Lebih baik, bertindak, ketika
'cycle' di atas what to do, 'cycle' di bawah what else to do. ('The task of
the technician is not to identify as many as possible cycle, but to isolate
the most dominant and reliable', "Technical Analysis Explained, p. 391)

Sore ini, coba terangkan fenomena ini cukup 'common-sense' dan level
sertifikasi traders pemula:

07-11 Januari 2011, IHSG memulai 'pullback' yang dalam. Asing 'outflow'
sehari > Rp1,3 miliar dan pada tanggal 12 Januari IHSG terkapar 4,21%. Pada
level berapa titik low saat itu? 3434,27.

Sekarang hari ini 21 Januari, IHSG menembus level 'low' 11 Januari hingga
sempat menyentun 3309.62. Berarti -125 poin dari 'low' 11 Januari 2011.

Pertanyaan?

Semua orang tahu, asing yang jadi barometer mungkin lebih tahu lagi. Pelaku
pasar baru saja mengalami trauma yang belum sampai 2 minggu, tidak mungkin
lupa, seharusnya ketika trauma itu muncul, bahkan lebih parah lagi toh?
Kira-kira apa yang dilakukan? Tentu tidak ingin jatuh 2 kali. Refleksinya
apa? Harusnya lari lebih kencang lagi dong. Asing kemarin 'outflow' Rp35
miliar, hari ini Rp1 triliun. Jika menimbang trauma, kenapa tidak lari
dengan dengan Rp7 triliun sekaligus? Mereka bisa sekali masuk Rp2 triliun 9
September lalu, kenapa tidak bisa keluar sama banyaknya pada hari ini yang
begitu menakutkan.

Aneh ga itu? Tambah aneh lagi kalau tidak klop dengan parameter/matriks
penunjang lainnya, dari makro moneter, fundamental, dan lainnya.

Jika pun asing keluar hari ini, itu karena Anda-Anda kemarin :d....sudah
dibahas pada posting sebelumnya. Satu hal jangan lupa, Data yang dirilis
oleh KSEI pada akhir tahun 2010, asing tercatat menguasai 63% dari total
ekuitas pasar saham Indonesia atau senilai Rp1.174,68 triliun (
http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1102012/investor-asing-miliki-63-saham-di-bei-2010).
Tidak sekalian keluar Rp10 triliun, atau berapa banyak itu Rp1000 triliun
dibagi Rp1 triliun tiap hari biar 'ga heboh' kalau mau distribusi karena
ketakutan seperti Anda semua?

Pernah tanya seperti itu? Just a very simple logical question. Kalau panjang
lebarnya, next week ya. Sekarang di-brainstorm saja dulu akal sehat
semuanya. :d

Selamat akhir pekan.

'+'

Kirim email ke