Menurut hemat ƍω, pemerintah buat kebijakan tanpa liat kondisi negerinya,, mungkin kebnykan study banding.. Orng Ɣªήğ benar2 kaya,, Ƙªƍα mungkin pake premium,, bs rusak tuh mobil n biaya gede kl service,, Ƙªƍα semua Ɣªήğ punya mobil orng kaya,, bs aja baru naik status dr bawah ke menengah bawah, blom menengah atas n atas lohh... Kita katanya negeri kaya,, mestinya pemerintah support rakyat dgn fasilitas inflastruktur Ɣªήğ baik.. Mo naik angkot tp serem,, kereta apalagi...so,,,, Diluar negeri aja, selain Presiden,, para menteri naik transp umum Ƙªƍα seperti kita.. Orng Pemerintah makmur tp rakyat sengsara... Oklah kl subsidi dicabut tp jgn dibatasin,, ini jd masalah baru lg... Powered by RyanBerry®,, Signal kuatnya Cuannnn terusssss......
-----Original Message----- From: "phet_noy" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 11 Jan 2011 09:27:06 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Re: Biang Kerok Inflasi tinggi Tenkiu, Ini sentimen pasar ya. Kalau pendapat saya soal subsidi bbm: pakai debitcard, cc rendah mobil tua dapet debit card jatah perbulan,misal premium 125 cc perbulan 20 liter. Kalaupun disalah gunakan/dipinjamkan subsidi BBM tetap . hihihihi macam negara "kiri " yah kwkwkwwkwkwk --- In [email protected], XXX <bubbletrader@...> wrote: > > Itu masih enteng boss...karena pendorong inflasi pangan (bersifat temporer). > Yang lebih gawat adalah yg menyebabkan inflasi "INTI" (bisnis) yg akan > terjadi ke depan bila kebijakan jadi diterapkan : > (1) SUbsidi BBM dihapus karena orang kaya tidak layak disubsidi --> cara > bedain kaya miskin gimana ? kalau cuma dibedakan dari Plat Hitam / merah, > itu artinya semua kendaraan pribadi & operasional bisnis (di luar > transportasi massal umum) harus beli BBM Pertamax / SOlar non subsidi ? Bisa > dibayangkan nanti efek berantainya seperti apa. > (2) TDL bau-bau mau naik juga, Orang kaya jg tidak layak dapat subsidi > (3) Pajak Progresif kendaraan bermotor & PKB > (4) Tarif KA, dll yg mungkin belum disebut > > Kebijakan pemerintah yg memusuhi "Orang Kaya" ini terbukti tidak akan manjur > untuk stimulasi ekonomi. Yang ada nanti rakyat kalangan bawah lagi yang > bakal kena getahnya.. >
