saya penasaran banget sama analisa dan artikel pendukung mbakplus plus ini..

eventought PERnya per pagi ini (kontan) 155x dan pengendalinya tukang tipu?
atau estimasi target valuasi ke depannya gimana? or ada juragan-juragan lain yg 
bisa bantu?
pake DFCF kek, earning growth kek,
yang bisa bantu ngitung valuasinya saya doakan amal baiknya. 
amin





________________________________
From: positif01 <[email protected]>
Sent: Wed, January 12, 2011 9:19:32 AM
Subject: [saham] Optimisme Elnusa dari Harga Minyak

  
Jakarta, Kompas - Perusahaan minyak dan gas PT Elnusa Tbk optimistis, kinerja 
bisnisnya tahun 2011 berkenaan dengan proyeksi harga minyak mentah dunia akan 
meningkat menjadi 90 dollar AS per barrel pada 2011. Tahun 2010 harga minyak 
berkisar 78 dollar AS per barrel. 

Bisnis Elnusa juga diprediksi meningkat seiring dengan pembukaan wilayah kerja 
baru yang memerlukan banyak pekerjaan, seperti marine seismic dan pengeboran. 
Modal kerja untuk pengeboran diprediksi akan melonjak pada tahun 2011-2014, 
setelah modal kerja pengeboran menurun pada 2010 akibat krisis global. 

”Tahun 2011 kami menargetkan pendapatan Rp 5,5 triliun, naik 37 persen 
dibanding 
estimasi pendapatan hingga akhir 2010 sebesar Rp 4,1 triliun,” kata Direktur 
Utama Elnusa Suharyanto, Rabu (8/12) di Jakarta. Laba usaha tahun 2011 pun 
diproyeksikan mencapai Rp 334 miliar atau naik 280 persen. 

Untuk mencapai targetnya, tahun depan Elnusa menganggarkan 100,20 juta dollar 
AS 
atau Rp 900 miliar untuk membeli peralatan seismik transisi, pendukung 
pengeboran (drilling support), dan alat tambang lainnya. 

”Kebutuhan dana 50 juta dollar AS diperoleh dari penerbitan surat utang dan 50 
juta dollar AS dari dana internal,” kata Direktur Keuangan Elnusa Santun 
Nainggolan. 

Sebanyak 20 persen dari belanja modal Elnusa tahun 2011 juga difokuskan pada 
pengadaan peralatan transition dan marine seismic. Hal itu sejalan dengan fokus 
perusahaan untuk mengembangkan bisnis ke perairan. 

Tahun depan, Elnusa pun telah mendapat kontrak senilai 131,59 juta dollar AS, 
di 
antaranya berlokasi di Central Tunu dan Berau (Kalimantan Timur) serta di 
Kaimana, Salawati, dan Seruway (Papua Barat). Tahun 2011, Elnusa juga membidik 
kontrak baru berupa proyek jasa hulu migas senilai 292,66 juta dollar AS. 

Suharyanto mengatakan, hanya 38 persen dari proyek Elnusa yang didapat dari 
Pertamina selaku pemilik saham terbesar. ”Tentu ini kurang memuaskan, tapi kan 
harus tender. Namun, kami sudah membentuk divisi marketing sehingga 
peluang-peluang dari Pertamina semoga segera didapatkan,” katanya. 

 


      

Kirim email ke